<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165</id><updated>2012-01-25T19:07:15.654+02:00</updated><category term='Surat Pembaca'/><category term='Qism Taswir'/><category term='Puisi'/><category term='Cakrawalamania'/><category term='Ensiklopedi'/><category term='Info Kita'/><category term='Profil'/><category term='Catatan Akhir'/><category term='Ro&apos;yun Ghonam'/><category term='Fenomena'/><category term='Tausiyah'/><category term='Fokus'/><category term='Khulasoh'/><category term='Qism I&apos;lam'/><category term='Poetry'/><category term='Fikrah'/><category term='Kabar-Kabari'/><category term='Hiwar'/><category term='Cerpen'/><category term='Fabaana'/><category term='Matbakh &apos;Am'/><title type='text'>Buletin Cakrawala</title><subtitle type='html'>Akrab dan Beda</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>81</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-2899915303586711750</id><published>2008-07-10T18:25:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:04:03.054+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Matbakh &apos;Am'/><title type='text'>Memanjakan Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbaV1bBrDEI/AAAAAAAAAL4/UHiyEhuPm0U/s1600-h/Soheh3cover.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbaV1bBrDEI/AAAAAAAAAL4/UHiyEhuPm0U/s320/Soheh3cover.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311597555550456898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari ketinggian sekian ribu meter di atas permukaan laut, matahari pagi perlahan muncul diiringi harmoni sinar fajar yang beraneka warna. Kelelahan yang menggelayut sejak meniti langkah mendaki bukit Sinai yang terjal hingga ke puncak seakan tak pernah ada ketika itu, ketika mentari menyapa di titik teratas lembah tempat wahyu pernah turun kepada Nabiyullah Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpindah dari pegunungan cadas menuju pesisir pantai berombak. Pesona bawah laut Dahab dan Sharm el-Sheikh yang memuaskan hasrat para pecandu olahraga menyelam diiringi hembus angin Laut Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua hari tiga malam, kru Cakrawala yang mengikuti tur Sinai-Dahab-Sharm el-Sheikh dimanjakan keindahan alam. Selama itu pula otak kami seperti "dicuci" hingga melupakan segala permasalahan dan problematika hidup. Dunia benar-benar milik kami saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Senin malam, 7 Juli 2008 kami harus kembali ke Kairo. Tumpukan tugas kepanitiaan musim panas sudah menunggu. Hingga akhir Juli sepertinya tak ada lagi waktu kosong. Tapi diantara kesibukan yang memenuhi ubun-ubun, kami tak akan melupakan kewajiban untuk menghadirkan Cakrawala edisi ketiga. Setelah mengalami masa jeda terbit yang cukup lama selama ujian akhir semester, sudah saatnya buletin kebanggaan masyarakat Nozha ini menyapa para pembaca lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, libur musim panas yang panjang menjadi fokus edisi kali ini. Kuliah boleh istirahat tapi irama kegiatan masisir terus berjalan di bawah terik panas dan temperatur ekstrim negeri Fir’aun yang pastinya membuat peluh mengucur deras. Ada juga liputan rihlah di dua tempat yang menyimpan berjuta pesona; pesisir Laut Mediterania dan Semenanjung Sinai yang disambangi kru kami awal Juli lalu. Tak ketinggalan dialog khusus Tsuroiyya Alluma’iy—reporter Cakrawala spesialis wawancara—bersama Muna Sya’ban, Pengurus Bagian Keamanan Madînah al-Bu‘ûts Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak yang akan kami bicarakan di sini sebagai catatan pembuka. Namun sepertinya lebih afdhal antum membuka sendiri lembar demi lembar Cakrawala, menjelajahi tiap baris dan paragraf dengan ditemani desau angin sahara yang hangat serta ritme khas kehidupan musim panas. Selamat berlibur dan beraktifitas!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-2899915303586711750?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/2899915303586711750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=2899915303586711750&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2899915303586711750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2899915303586711750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/memanjakan-diri.html' title='Memanjakan Diri'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbaV1bBrDEI/AAAAAAAAAL4/UHiyEhuPm0U/s72-c/Soheh3cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-8311801506833862392</id><published>2008-07-10T18:21:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:03:53.732+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surat Pembaca'/><title type='text'>Gencarkan Sirkulasi</title><content type='html'>Wah, saya ucapkan selamat atas terbitnya Cakrawala edisi kedua kemarin. Terlebih isinya banyak memotivasi untuk belajar. Apalagi judulnya... wuih, keren tuh!!! (meski diakui banyak juga media-media lain yang mengangkat tulisan serupa, mengingat dekatnya ujian). Tapi, Cakrawala ini beda karna lebih berisi motivasi buat temen-temen. Salut!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo boleh usul nih, untuk sirkulasi buat temen-temen lama agar lebih gencar lagi. Trus kalo bisa, isinya lebih menarik, beda dan lebih inovatif dari buletin-buletin yang sudah ada. Almuhimm... maju terus Cakra!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yoesrizal Yusuf&lt;/span&gt;/ Sekretaris IKPM Cab. Kairo (pondok_rizal@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Bung Cakra:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Syukron Bang Yos buat usulannya! Antum bener-bener perhatian sama kita-kita.... Jadi terharu nih... :((&lt;br /&gt;Tenang aja Bang! Temen-temen bagian sirkulasi sudah siap jualan ke mana saja. Distribusi buletin ke Indonesia juga bisa, kalo Abang mau beliin tiket pesawat PP. Hehehe...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salam, Bung Cakra!&lt;br /&gt;Liburannya mau ke mana nih? Kita keliling Kairo bareng yuk!&lt;br /&gt;Cakrawala sekarang sudah sangat bagus apalagi buat mahasiswa baru. Jadi ada sebuah ‘pelarian’ tempat menulis. Kapan neh mau ngadain lomba nulis buat kita-kita? Temanya gak usah terlalu ilmiah biar ane bisa menang. Hihihihihi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muwafiq Maulana&lt;/span&gt; (muwafikmaulana@yahoo.co.id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Bung Cakra:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Keliling Kairo? Kemarin khan sudah bareng-bareng mendaki Sinai. Makasih udah minjemin ane sarung kemarin. Kalo gak ada sarung ente, ane udah beku kedinginan. Lengkapnya baca aja laporannya di halaman 4.&lt;br /&gt;Mengenai lomba tunggu aja tanggal mainnya. Lagi kita bicarain sama staf redaksi yang lain. ‘Ala kulli hal syukron Bro!”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-8311801506833862392?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/8311801506833862392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=8311801506833862392&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8311801506833862392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8311801506833862392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/gencarkan-sirkulasi.html' title='Gencarkan Sirkulasi'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-2718792908749788655</id><published>2008-07-10T18:19:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:03:41.032+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar-Kabari'/><title type='text'>Parpol Pemilu 2009 Gelar Kampanye</title><content type='html'>JAKARTA-Minggu (13/7), kampanye parpol peserta pemilu 2009 dimulai. Untuk memudahkan pelaksanaannya, KPU membagi parpol dan provinsi dalam tiga kelompok dan tiga zona. Pembagian kelompok parpol didasarkan nomor urutnya sebagai peserta pemilu.&lt;br /&gt;Parpol urutan 1 sampai 11 masuk kelompok I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun 11 partai di atas akan menyelenggarakan kampanye pada provinsi-provinsi yang dikelompokan dalam zona pertama. Provinsi-provinsi itu meliputi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai-partai yang masuk kelompok kedua yakni partai dengan nomor urut 12 sampai 22.&lt;br /&gt;Partai kelompok II dapat melaksanakan kampanyenya di provinsi-provinsi yang masuk zona kedua. Provinsi-provinsi yang dimaksud yakni Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, partai dengan urutan 23 sampai 34 (Kelompok III) berkesempatan menggelar kampanye pada provinsi-provinsi yang masuk zona ketiga.&lt;br /&gt;Provinsi-provinsi tempat penyelenggaraan kampanye partai-partai kelompok III yakni Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota KPU Sri Nuryanti mengatakan pada pekan pertama, kelompok pertama akan melakukan kampanye pada zona pertama, kelompok kedua akan kampanye pada wilayah zona kedua, dan kelompok ketiga kampanye pada wilayah zona ketiga. Pergantian partai dan wilayah kampanyenya berlaku setiap pekannya. Cakrawala/neela&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-2718792908749788655?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/2718792908749788655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=2718792908749788655&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2718792908749788655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2718792908749788655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/parpol-pemilu-2009-gelar-kampanye.html' title='Parpol Pemilu 2009 Gelar Kampanye'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-8713279534916651344</id><published>2008-07-10T18:15:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:03:29.555+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar-Kabari'/><title type='text'>BBM Naik, Kematian Turun</title><content type='html'>HARVARD-Di balik fenomena harga bahan bakar yang semakin meroket di seluruh dunia, hal itu nyatanya dapat menyelamatkan nyawa. Bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Professor Michael Morrisey dari Universitas Alabama, Birmingham dan David Grabowski dari Harvard Medical School mengatakan, mereka menemukan dari kenaikan harga bahan bakar 10% maka terdapat penurunan kematian akibat kecelakaan kendaraan bermotor sekitar 2,3%. Untuk pengemudi berusia 15-17 tahun, penurunan yang tercatat sekitar 6% dan untuk usia 18-21 tahun terdapat penurunan 3,2%. Hasil studi tersebut dipresentasikan Morrisey and Grabowski presented dalam pertemuan American Society of Health Economists di Raleigh-Durham, akhir bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian akibat kecelakaan kendaraan bermotor berkisar 38.000-40.000 per tahun, turun menjadi 12.000, berarti mengurangi hampir 1/3. “Saya pikir ada hikmah dibalik harga bahan bakar yang semakin tinggi yang diperoleh tingkat kesehatan publik,” ujar Grabowski.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, dia mengatakan, kemungkinan dari penurunan angka kematian 1.000 orang per bulan bisa saja tidak tepat jika semakin banyak ditemukan mobil yang lebih kecil, ringan dan irit bahan bakar serta peningkatan pemakaian sepeda motor dan skuter.&lt;br /&gt;Ditlow memaparkan, terdapat bayak faktor dipengaruhi oleh meningkatnya harga bahan bakar. Remaja yang tidak memiliki banyak uang, sehingga mengurangi angka pengendara paling berisiko. Orang-orang akan mengganti kendaraan yang lebih besar atau berumur lebih tua, dan mengendarai lebih lambat karena akan mengirit bahan bakar. “Dari sudut pandang sosial, meningatnya harga bahan bakar dapat menimbulkan banyak keuntungan, dan salah satu yang paling penting adalah berkurangnya kecelakaan lalu lintas,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-8713279534916651344?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/8713279534916651344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=8713279534916651344&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8713279534916651344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8713279534916651344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/bbm-naik-kematian-turun.html' title='BBM Naik, Kematian Turun'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-8581774878757304771</id><published>2008-07-10T18:06:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:03:19.320+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qism I&apos;lam'/><title type='text'>Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Gontory</title><content type='html'>Layaknya sebuah pohon kecil yang mempunyai akar yang kuat. Di mana batangnya yang masih rapuh, bergoyang jika diterpa angin, dan layu jika kena sengatan matahari. Akan tetapi karena pohon itu adalah bibit unggul yang ditanam oleh para petani handal, pohon tersebut memiliki cita-cita, suatu saat nanti akan menjadi pohon yang kokoh, tegar, dan abadi: ka syajaratin thayyibatin asluha tsabitun wa far'uhaa fi as-samaa' (QS. Ibrahim: 24). Itulah ibarat cita-cita sebuah pondok yang benama al-Kautsar al-Gontory ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya pondok ini didirikan dengan meminjam tanah seluas 4x4 m. Beratapkan daun-daun tebu, berlantaikan tanah. Santri/santriwatinya saat itu hanya beberapa gelintir saja. Pondok ini didirikan oleh salah satu alumni Pondok Modern Gontor bernama KH. Muhammad Noor. Berdiri di salah satu desa terpencil bernama Aiknyambuk Aikmel Lombok timur NTB. Dengan keigigihan beliau dan semangat para santri dan santriwatinya, pondok ini masih tetap bertahan dengan cita-cita dan semangat yang semakin tinggi. Karena bukanlah suatu pondok jika ia hanya berhenti sampai disini, begitulah wasiat beliau setiap kali acara Khutbatul ‘Arsy diadakan di pondok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pondok Al-kautsar ini tidaklah semegah pondok-pondok yang lain pada umumnya. Sebut saja Gontor, Mantingan atau Mawaddah dan pondok-pondok besar lainnya, yang mempunyai ruang kelas sendiri, memiliki ruang laboraturium sendiri dan juga kantor-kantor untuk setiap bagiannya. Akan tetapi, Pondok ini hanya memiliki ruangan yang full AC alami. Beratapkan langit dan berlantaikan bumi di setiap kelasnya. Ruang laboraturium raksasa berupa alam dan sekitarnya, serta sebuah kantor tempat berkumpul semua bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dengan banyaknya kekurangan-kekurangan tersebut, namun di mata santri Al-kautsar sendiri bukanlah suatu kekurangan yang dihadapi dengan keluh dan ratapan. Akan tetapi justru menjadi sebuah pelecut dan stimulus semangat untuk mewujudkan cita-cita pondok di atas. Hingga akhirnya sekarang, Alhamdulillah pondok al-Kautsar ini telah memiliki berbagai fasilitas yang bisa mendukung prestasi, kualitas dan kuantitas pondok ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dengan semakin meningkatnya jumlah santri tiap tahunnya, merupakan suatu tantangan buat pondok ini untuk selalu tabah dan sabar dalam menghadapi berbagai persoalan yang menimpanya. Penulis berharap, semoga semua persoalan dan kesulitan yang menimpa pondok ini, bisa mengantarkannya kepada apa yang ia cita-citakan. Untuk kemudian juga mampu mencetak kader-kader umat yang patut dibanggakan. Amin. Cakrawala/martina.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-8581774878757304771?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/8581774878757304771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=8581774878757304771&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8581774878757304771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8581774878757304771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/pondok-pesantren-al-kautsar-al-gontory.html' title='Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Gontory'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-6575215560973032342</id><published>2008-07-10T18:03:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:02:38.583+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kita'/><title type='text'>Panorama Matrouh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbaP--NYhrI/AAAAAAAAALw/xSFu-CowNf0/s1600-h/pantai_ajibah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbaP--NYhrI/AAAAAAAAALw/xSFu-CowNf0/s200/pantai_ajibah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311591122543871666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Serasa kurang dengan liburan ke Sinai, tak ada salahnya kita tengok pula teman-teman Nozha lain yang juga berlibur ke sebelah Barat Daya Kairo. Yups, tepatnya di daerah pantai Matrouh dan sekitarnya. Berikut laporan kru Cakrawala Alyaunnisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada edisi spesial liburan ini, kita akan membahas tentang lika-liku alias sepak terjang kita dalam mengisi liburan panjang musim panas kali ini. Tentu kita masih ingat, sebuah mahfudzat yang berbunyi, “Inna asy-syabâba wa al-farâgha wal jidata mafsadatun li al-mar’i ayya mafsadatin.” Nah, sudah barang tentu akan kita temui banyak hal yang bermanfaat yang bisa kita gunakan untuk mengisi kekosongan, agar liburan yang berarti masa kosong ini tidak menjadi mafsadat ataupun madharat buat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya dengan mengunjungi tempat tempat wisata dan bangunan bersejarah di bumi kinanah Mesir ini. Seperti yang kita tahu, Mesir adalah negeri  yang terletak di padang pasir. Di manapun kita memandang yang ada hanya gurun yang terbentang  dan warna coklat berdebu. Akan tetapi, sebenarnya apabila kita telusuri sedikit lebih jauh kita akan melihat sebuah pemandangan alam  yang sangat menggiurkan mata kita untuk menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mesir ternyata memiliki banyak pantai yang indah yang tak kalah dari negeri kita. Beberapa pantai itu di antaranya Pantai Marsa Matrouh. Terletak di sebuah kota kecil yang berada di tepian Laut Mediterania. Sekitar 103 km sebelah barat kota Alexandria. Meski hanya sebuah kota pariwisata domestik, Matrouh menawarkan kepada kita keindahan panorama pantai yang memikat hati. Tak saja berenang di laut, di sini kita juga dapat menggunakan waktu yang santai ini dengan  berolah raga, seperti bola volley ataupun sepak bola pantai. Selain itu, hanya dengan membayar 4 Le kita bisa menikmati jalanan keliling kota dengan sepeda santai. Sepeda santai murah ini khusus disediakan oleh para pelayan. Adapun jasa penyewaan sepeda ini dapat ditemui di sepanjang tepian pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikmati panorama pantai, kita lanjutkan perjalanan untuk mengintip keramaian  pasar Libya yang menawarkan aneka cindramata yang memukau. Harga yang ditawarkan sangat menarik karena tidak jauh berbeda dengan harga-harga yang sering kita temui di kota Kairo tercinta. Berkunjung ke kota Matrouh akan terasa belum lengkap tanpa mengujungi pantai lain di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum puas menikmati panorama Matrouh yang tak ada habisnya, namun selanjutnya kita harus melanjutkan perjalanan ke obyek selanjutnya. Tempat ini adalah tempat yang sangat bersejarah bagi bangsa Mesir dan bahkan dunia, yaitu tempat pemandian Cleopatra (Hammam Cleopatra). Semua orang pasti mengenal tentang wanita cantik yang satu ini. Seorang wanita yang dengan kecantikannya berhasil menundukkan hati Julius Caesar, seorang panglima perang Romawi yang gagah perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ratu cantik Cleopatra ini memiliki pemandian yang unik. Sebuah pemandian yang terbentuk dari batu karang yang berceruk. Apabila datang ombak akan memancarkan air yang mengisi ceruk tersebut. Hebatnya, di dalam ceruk ini terdapat sebuah lobang yang berfungsi sebagai shower pada zaman dahulu. Rupanya orang Mesir zaman dulu sudah lebih modern daripada pondok kita, soal hammam khususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan laut Mediterania selanjutnya disuguhkan oleh Pantai Agieba yang menawarkan keindahan gugusan karang yang memukau indera penglihatan kita untuk segera masuk dan berenang di dalamnya. Suasananya kian dipercantik dengan adanya tepian pantai yang tertutupi oleh rumput laut. Menari meliuk-liuk membuat kita makin berhasrat untuk masuk dan menikmati kesejukan air laut di tengah udara panas yang menyengat kulit. Setelah hari mulai menginjak malam kita memulai perjalanan pulang menuju Kairo dengan suatu kesyukuran karena telah merasakan kebesaran Tuhan di negeri kita yang kedua ini. Cakrawala/alya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-6575215560973032342?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/6575215560973032342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=6575215560973032342&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6575215560973032342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6575215560973032342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/panorama-matrouh.html' title='Panorama Matrouh'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbaP--NYhrI/AAAAAAAAALw/xSFu-CowNf0/s72-c/pantai_ajibah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-5052522108995115600</id><published>2008-07-10T17:57:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:02:27.460+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kita'/><title type='text'>Selami Ilmu, Sapa Alam, Titi Jejak Sejarah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbaPUMqFjEI/AAAAAAAAALo/o-lm7wEPk7A/s1600-h/IMG_0169+blog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbaPUMqFjEI/AAAAAAAAALo/o-lm7wEPk7A/s200/IMG_0169+blog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311590387687984194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam rangka menyambut musim panas 2008, DP IKPM tanggal 5 hingga 7 juli kemarin, telah mengadakan ”Discovering Egypt’s Summer” atau petualangan musim panas. Acara ini bertujuan selain sebagai pelepas penat setelah menghadapi ujian akhir semester juga untuk menambah ikatan cinta ukhuwah antar anggota IKPM. Maksud lainnya juga untuk mentadabburi keindahan alam Mesir sebagai sarana ketaatan kita kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun objek wisata yang dikunjungi pada tahun ini, panitia yang diketuai oleh Ahmad Nur Islahuddin dan Lalu Reza menetapkan tempat-tempat sebagai berikut: ‘Uyun Musa, Hammam Fir’aun, bukit Sinai, gereja St. Catherine, makam nabi Harun, makam nabi Sholeh, pantai Dahab, pantai Sharm el-Sheikh dan Suq Qodim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, dari seluruh rencana objek wisata yang akan dikunjungi hanya satu objek yang tidak dapat dikunjungi yaitu hammam Fir’aun dikarenakan keterbatasan waktu yang tidak memungkinkan. Meski demikian hal ini tidak membuat kecewa peserta rihlah “Discovering Egyppt’s Summer 2008” yang tahun ini berjumlah 53 orang termasuk panitia. Hal ini dikarenakan kepuasan mereka terhadap pelayanan panitia rihlah yang dipegang oleh anak-anak Nozha, meski kepanitiaan kali ini merupakan kepanitiaan perdana bagi mereka pada tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan diawali dengan mengunjungi kawasan ‘Uyun Musa. Di tempat ini terdapat dua belas mata air terpancar yang diperuntukkan bagi dua belas golongan dari kalangan Bani Israil. Namun kini, dari dua belas mata air hanya tertinggal dua buah sumur yang masih berair. Sementara yang lainnya sudah tertimbun oleh pasir. Di kawasan laut di sekitar ‘Uyun Musa ini pula, dipercaya bahwa di sinilah Fir’aun ditenggelamkan bersama pengikut-pengikutnya dalam pengejarannya menangkap nabi Musa. Sebagaimana dikisahkan dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat: 50. “Wa idz faraqna bikum al-bahra fa anjainakum wa aghraqna ala fir’auna wa antum tanzurun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian perjalanan dilanjutkan ke bukit Sinai atau dikenal juga sebagai Jabal Horeb atau bukit Musa atau Thursina. Terletak di semenanjung Sinai, bukit ini memiliki tinggi hingga 2.285 meter. Para peserta tour  tiba tepat pada pukul 12 malam di kaki bukit Sinai. Dan pendakian pun dibagi atas lima kloter. Kloter pertama diketuai oleh Arif Hidayat dan kloter terakhir dipimpin oleh Bang Yos, panggilan akrab Yusrizal, sebagai seorang sapu jagat, istilah untuk seorang penanggungjawab para peserta yang tertinggal. Meski melewati pendakian yang tak mudah, sulit, berliku dan kemiringan yang tajam, namun seluruh peserta dapat sampai pada puncak Sinai tepat sebelum adzan Subuh berkumandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini juga merupakan salah satu bukti sejarah, sebagaimana yang termaktub dalam al-Quran. Di mana dalam al-Quran diceritakan bahwa Allah berbicara kepada nabi Musa. Bukit Sinai merupakan tempat nabi Musa bermunajat selama 40 malam dan juga tempat pertama kali beliau menerima wahyu. Di puncak Sinai terdapat musholla dan gereja yang berdampingan, disinilah para pesrta rihlah IKPM menikmati keindahan mentari terbit dan mengabadikannya dalam kameranya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah menuruni bukit Sinai para peserta tour beristirahat sambil menikmati makan pagi yang disediakan oleh panitia. Tak lama setelah itu perjalanan dilanjutkan dengam menziarahi makam nabi Harun dan nabi Sholeh, kemudian dilanjutkan menuju pantai Dahab. Pantai ini dikenal dengan pasirnya yang berwarna kuning keemas-emasan dan kaya dengan jenis ikan hias berwarna emas. Sehingga kawasan ini disebut dengan kalimat Dahab (dalam bahasa ‘ammiyah mesir dari kata dzahab) yang berarti emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara puncak di Dahab pada malam hari, dari bagian acara yang diketuai oleh Redong panggilan akrab ketua Nozha dengan menyuguhkan bakar jagung dan games. Diantaranya adalah lomba joget tomat yang dimeriahkan juga oleh ketua IKPM cabang Kairo, Wara Kasum. Diiringi dengan nyanyian yang diringi debur ombak, dan angin malam pantai dahab kian menambah akrab dan meriahnya suasana malam itu.&lt;br /&gt;Perjalanan selanjutnya menuju ke pantai karang Sharm el-Sheikh. Merupakan sebuah kota yang terletak di semenanjung Sinai di sepanjang pesisir antara laut merah dan pegunungan Sinai. Sharm el-Sheikh juga dikenal sebagai pusat wisata, terutama dalam kegiatan air, misalnya snorkeling, diving atau menyelam. Disini para peserta rihlah dimanjakan dengan keindahan pemandangan pantai Sharm el-Sheikh dan ikan-ikan hias yang menghiasi tepian pantai. Berbagai hotel dan restaurant luar negri terdapat disini. Menurut pemberitaan dari BBC, Sharm el-Sheikh adalah kawasan yang popular di kalangan wisatawan Israel, Yordania, Mesir dan Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas dengan keindahan pantai Sharm el-Sheikh, para peserta bertolak menuju Suq Qodim yang merupakan objek wisata terakhir. Di sini peserta berkeliling pasar untuk membeli beberapa cinderamata, seperti baju, kaos, gelang, kalung dan sebagainya. “Berwisata ke Sharm el-Sheikh merupakan pengalaman yang menyenangkan dan pas sekali untuk kita setelah selesainya ujian,” ujar Islahuddin sambil melihat foto-foto kenangan di pantai karang yang sangat indah ini. Cakrawala/iqbal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-5052522108995115600?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/5052522108995115600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=5052522108995115600&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/5052522108995115600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/5052522108995115600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/selami-ilmu-sapa-alam-titi-jejak.html' title='Selami Ilmu, Sapa Alam, Titi Jejak Sejarah'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbaPUMqFjEI/AAAAAAAAALo/o-lm7wEPk7A/s72-c/IMG_0169+blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-831925434976322766</id><published>2008-07-10T17:54:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:02:17.065+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hiwar'/><title type='text'>Hiwar; Jaga Pergaulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbaNlIX_DDI/AAAAAAAAALY/dLLEtkHuPRs/s1600-h/foto+oya2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 174px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbaNlIX_DDI/AAAAAAAAALY/dLLEtkHuPRs/s200/foto+oya2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311588479572839474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Liburan, bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang wajib. Setelah berminggu-minggu otak kita bekerja keras, kini ia butuh sesuatu untuk me-refresh kembali. Dan itu adalah liburan. Apalagi saat musim panas seperti sekarang. Semua orang berlomba-lomba untuk mencari obyek wisata. Namun ternyata, tak semua orang bisa merasakan hal itu. Ada sebagian orang yang tidak bisa leluasa berlibur karena terbentur dengan tanggungjawab yang diemban. Ada peraturan-peraturan yang harus ditaati. Dan itu adalah konsekuensi bagi mereka yang tinggal di Madînah al-Bu‘ûts . Baik mahasiswi ataupun para staf yang bekerja di sana. Mengapa hal itu bisa terjadi? Berikut wawancara kru Cakrawala dengan koordinator bagian keamanan Madînah al-Bu‘ûts , Muna Sya'ban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan Madînah al-Bu‘ûts didirikan dan oleh siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ada banyak pelajar atau mahasiswa dari berbagai negara yang tersebar di banyak tempat. Maka pemerintah berinisiatif untuk menyatukan mereka agar lebih mudah dalam pengontrolan. Akhirnya pada tahun 1954 pemerintah menentukan tempat di mana Madînah al-Bu‘ûts akan dibangun. Lima tahun kemudian, yaitu pada tahun 1959, Madînah al-Bu‘ûts telah berdiri dan siap untuk menerima pelajar dan mahasiswa. Pada saat itu, Mesir di bawah pemerintahan Presiden Gamal A. Nasher. Baru pada tahun 1999 Madinatul Bu'uts putri berdiri. Madinatul Bu'uts didirikan oleh pemerintah Mesir dan pihak Azhar diamanati untuk mengajar dan mendidik para duta bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada mahasiswa yang tinggal di luar dan berniat untuk tinggal di Madînah al-Bu‘ûts, persyaratan apa saja yang harus ia penuhi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada persyaratan apapun selama dia penerima minhah Azhar. Dia hanya perlu membuat thalab ke Musyrif dan melakukan beberapa ijra’at maka dia dipersilahkan untuk tinggal di Madinatul Bu'uts. Tapi bagi yang bukan penerima minhah Azhar, dia harus mengajukan thalab minhah ke Masyikhah, Syekh Azhar, dan Muraqabah. Setelah itu baru bisa mengajukan thalab masuk Madînah al-Bu‘ûts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau para mahasiswa ada liburan musim panas, apakah para pekerja juga demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada agazah musim panas seperti halnya para mahasiswa bagi para pekerja. Mereka hanya diperbolehkan untuk berlibur selama 21 hari dalam setahun. Itupun mereka harus mengajukan thalab kepada Musyrif. Hal ini adalah peraturan yang ditetapkan oleh pemeintah dan berlaku bagi seluruh pekerja. Selain itu, para pekerja juga berhak mendapat bonus liburan selama 7 hari tanpa mengajukan thalab. Sedangkan hari Jum'at dan Sabtu, adalah hari libur mingguan bagi para pekerja (pegawai) namun tetap harus ada yang tinggal di Madînah al-Bu‘ûts untuk mengurus kebutuhan pokok para penghuni Madinatul Bu'uts. Jadi Madînah al-Bu‘ûts tetaplah hidup dan berjalan seperti biasanya. Dan permohonan agazah tersebut tergantung pada keputusan Musyrif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dengar, sampai tahun kemarin masih ada perizinan agazah (liburan dan menginap di luar bu'uts, red) sedang pada tahun ini tidak. Apa alasannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau agazah ke negara asal, boleh. Karena kalian masih punya keluarga dan kalian berhak untuk mengunjungi keluarga. Tapi di Mesir ini tidak ada lagi keluarga. Tidak ada yang bisa melindungi sepenuhnya. Maka hanya diizinkan untuk menginap di luar selama sehari saja dan tidak lebih. Dan itu harus ada sebab dharury (alasan yang mendesak). Misalnya sakit, atau menunggu teman sakit, dan lain-lain. Dan seperti biasa, harus dengan thalab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, Musyrif dan bagian keamanan memang memberikan izin untuk agazah tapi ada yang berbuat kesalahan. Dia melanggar peraturan dan menyalahgunakan perizinan. Ia izin pergi ke suatu tempat ternyata pergi ke tempat lain. Jadi kami tak ingin hal serupa terjadi lagi. Kami takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir mohon anda memberikan pesan bagi masisir, khususnya mahasiswi yang tinggal di Madînah al-Bu‘ûts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang hendaklah berpegang teguh pada ajaran Islam. Ia pun hendaknya mentaati peraturan. Karena apa yang kami tentukan pada dasarnya demi kemaslahatan bersama khususnya para mahasiswi yang tinggal di Madînah al-Bu‘ûts . Selain itu, hendaknya kita selalu mendoakan dan minta doa dari kedua orang tua. Karena doa orang tua sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan dan keberhasilan kita. Jangan menuruti hawa nafsu dan tetap jagalah pergaulan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profil&lt;br /&gt;Nama    : Mona Sya’ban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat   : Helwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan  : Bikalurius Khidmah Ijtima’iyah wa Diblumah Âmah fi  at-Tarbiyah Jami’ah Helwan 2001&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jabatan          : Bagian Keamanan Madinat al-Bu’uts Putri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cakrawala/oya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-831925434976322766?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/831925434976322766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=831925434976322766&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/831925434976322766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/831925434976322766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/hiwar-jaga-pergaulan.html' title='Hiwar; Jaga Pergaulan'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbaNlIX_DDI/AAAAAAAAALY/dLLEtkHuPRs/s72-c/foto+oya2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-4558450523579009020</id><published>2008-07-09T13:35:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:02:03.940+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fabaana'/><title type='text'>Life is Complicated</title><content type='html'>Rheina menatap kagum pada gadis di hadapannya. Kia, gadis berkaos biru muda itu tampak cantik dan anggun dalam balutan jilbab dengan warna senada. Rheina begitu asyik memperhatikan gerak-gerik Kia yang tampak memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asykia fahrani, begitu nama panjang gadis yang sangat dikagumi Rheina itu. Ia kini duduk di tingkat empat jurusan Ushuluddin. Kakak kelasnya itu memang cantik. Akan tetapi ia sama sekali tidak menyalahgunakan anugerah yang dikaruniakan oleh Allah padanya itu. Meski ia tidak memakai cadar, namun ia sungguh santun. Tak pernah sekalipun terlihat berduaan dengan laki-laki. Bahkan, ia sengaja memusiumkan handphone miliknya demi tidak membelokkan niat awal kedatangannya ke negri ini.&lt;br /&gt;Apalagi yang kurang dari wanita yang satu ini, begitu fikir Rhei dalam hati. Sudah cantik, pintar, baik, jago masak, terjaga pula nilai-nilai akademisnya. Dari tahun ke tahun ia selalu mendapat predikat jayyid jiddan. Meski bukan mumtaz, alias sempurna, namun itu sudah cukup membanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bengong aja Rhei. Diminum atuh, ashirnya," teguran Kia membuyarkan lamunan Rhei. Hari itu Rhei sengaja mengajak Kia ngashir karena ingin curhat pada Kakak kelasnya yang baik hati itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Eh, iya Kak," Rhei meneguk ashirnya perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kak, enak ya kayaknya jadi Kakak. Apa lagi coba yang kurang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua orang pasti punya kekurangan Rhei. Gak ada kali yang sempurna. Cuma Allah Rhei, yang Maha Sempurna."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, Kakak tuh, keliatannya perfect banget, gitu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rhei…Rhei…, setiap orang pasti menunjukkan yang baik-baik aja di depan orang lain. Gak mungkinlah kita nunjukin keburukan kita di hadapan orang lain. Rhei-nya aja yang belum tau Kakak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Rhei tau Kakak kok. Rhei kan, udah lama kenal Kakak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, di sini aja kan? Rhei kan gak tau gimana dulu waktu Kakak di Indo?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He.. he.. yaa gak lah Kak. Kan, Rhei baru kenal Kakak di sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, makanya Rhei jangan langsung mengklaim Kakak seperti itu. Dulu Kakak gak kaya gini Rhei. Beda jauh banget dari yang sekarang. Kakak tuh, dulu egois. Egois banget. Kakak gak pernah mau ngalah. Apa yang Kakak anggap betul harus betul. Apa yang gak sreg di hati Kakak bakal Kakak debat habis-habisan. Kalau ada guru yang salah nerangin pelajaran di depan kelas. Kakak tegur saat itu juga. Jahat banget kan Kakak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak juga dulu suka berantem. Siapa aja yang berani sama Kakak langsung Kakak pukul. Kebetulan Kakak pegang sabuk putih karate, jadi gak ada yang berani sama Kakak. Berkuasa banget deh waktu itu. Sampai pada suatu saat, Kakak harus kehilangan cita-cita yang Kakak impikan dan Kakak jaga dari kecil. Kakak ingin sekali jadi dokter. Dengan cita-cita itu Kakak selalu berusaha untuk dapat nilai tertinggi di setiap pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan anugerah otak yang diberikan Allah, Kakak selalu berhasil menjadi juara kelas tiap tahun. Tapi sayang, orang tua Kakak memaksa Kakak untuk kuliah di sini. Padahal, ketika itu Kakak sudah diterima di fakultas kedokteran di UI. Tadinya Kakak berontak. Tapi akhirnya Kakak sadar, orang tua Kakak pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Pasti ada pertimbangan tersendiri kenapa Kakak tidak dikuliahkan di kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa itu adalah masa terberat selama hidup Kakak. Sejak saat itulah Kakak mulai bisa memahami pendapat orang lain. Mulai belajar menerima yang lebih baik dari sebuah keputusan. Menjadi lebih menghargai orang lain, dan bisa meredam segala keegoisan Kakak. Dari situlah Kakak mulai berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhei, setiap manusia pasti akan mengalami goncangan demi goncangan dalam hidupnya. Namun apakah ia kuat atau tidak dalam menghadapinya, itulah hasil yang kan diperolehnya. Bagi yang kuat, ia kan terus berjalan dengan mengambil pelajaran darinya dan berusaha untuk berubah menjadi dia yang lebih baik. Sedang yang tidak kuat akan sebaliknya. Begitulah Rhei…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life is so complicated cause it's what life is, pokoknya ambil pelajaran aja dari cerita Kakak tadi. Hidup tuh sebuah proses Rhei. Proses untuk memilih, proses untuk berubah, dan proses segalanya deh..&lt;br /&gt;Oya, trus kamu pengin cerita apa tadi Rhei?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak jadi, Kak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah ketemu Kak jawabannya. Makasih ya, Kak.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya udah kalo gitu. Cepet dihabisin atuh kantolupnya, udah mau maghrib.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beres, Kak!"&lt;br /&gt;Cakrawala/hana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-4558450523579009020?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/4558450523579009020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=4558450523579009020&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4558450523579009020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4558450523579009020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/life-is-complicated.html' title='Life is Complicated'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-3315159989410893642</id><published>2008-07-09T13:32:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:01:56.313+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fikrah'/><title type='text'>Menjalani Sebuah Liburan</title><content type='html'>Liburan adalah  waktu yang sudah pasti dinantikan oleh banyak orang, mulai dari para orang tua yang letih bekerja di kantor, sampai para pelajar yang penat setelah melewati peperangan dalam ujian. Meskipun sering kita melihat respon yang berbeda antara anak dengan orang tua. Anak-anak dengan gembira dan semangatnya menyambut liburan mereka, sedangkan orang tua malah pusing dan bingung karena mereka harus memikirkan aktivitas apa saja yang dapat mengisi liburan, sehingga kegiatan anak tetap terarah dan berkualitas. Dan kebanyakan orang mengisi waktu liburnya dengan berbagai macam liburan yang menyenangkan. Sebenarnya, bagaimana pandangan Islam tentang liburan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liburan dalam Islam adalah sesuatu yang dapat memberi ketenangan dan kegembiraan kepada seseorang. Ia diharuskan dalam Islam dengan syarat tidak ada pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan, tidak melalaikan pemain dan pendengar daripada mengingat Allah SWT dan lain-lain perkara yang bertentangan dengan Islam.&lt;br /&gt;Islam adalah agama realis, tidak tenggelam dalam dunia khayal dan lamunan. Tetapi Islam berjalan bersama manusia di atas dunia realita dan alam kenyataan. Islam tidak memperlakukan manusia sebagai Malaikat yang bersayap dua, tiga dan empat. Tetapi Islam memperlakukan manusia sebagai manusia yang suka makan dan berjalan di pasar-pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, Islam justru tidak mengharuskan manusia agar dalam seluruh percakapannya itu berupa zikir, diamnya itu berarti berfikir, seluruh pendengarannya hanya kepada al-Quran dan seluruh senggangnya harus di masjid. Akan tetapi, Islam mengakui fitrah dan instink manusia sebagai makhluk yang dicipta Allah, di mana Allah membuat mereka sebagai makhluk yang suka bergembira, bersenang-senang, tertawa dan bermain-main, sebagaimana mereka dicipta suka makan dan minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, tidak ada salahnya untuk kita berlibur, karena  liburan itu adalah suatu nikmat karunia Allah SWT. Tetapi liburan dalam Islam ada caranya, apabila tidak sesuai dengan  caranya, maka akan  menjadi suatu kesalahan. Dan Islam melarang liburan yg melampaui batas. Adapun liburan yang dilarang oleh Islam diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan&lt;br /&gt;Musik yg melalaikan dan tarian yg merangsang nafsu&lt;br /&gt;Pakaian yang tidak senonoh dan memaparkan aurat&lt;br /&gt;Liburan yang melalaikan daripada melaksanakan ibadah&lt;br /&gt;Liburan yang diiringi minuman keras dan narkoba&lt;br /&gt;Liburan yang menyebabkan syirik kepada Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelarangan terhadap liburan-liburan yang dipaparkan di atas dibuktikan oleh sejarah, yang di mana kerajaan Islam Abbasiyah, Utsmaniyah dan Melayu Melaka runtuh disebabkan oleh kesenangan dan kemewahan hidup yang melalaikan. Pemerintah dan rakyat yang asyik dengan kesenangan dunia, dan mereka lupa akan kehidupan akhirat.&lt;br /&gt;Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasululallah SAW, yang artinya: “Sesiapa yang menyerupai sesuatu kaum, maka ia adalah sebagian daripada mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah SWT telah berfirman dalam surat Al-An’am, ayat 32 yang artinya: “Dan tidak (dinamakan) kehidupan dunia melainkan permainan yang sia-sia dan liburan yang melalaikan; dan sesungguhnya kehidupan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Oleh sebab itu, tidakkah kamu berfikir?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, kita harus dapat memilih liburan mana yang sepatutnya kita jalani, karena liburan yang yang melampaui batas dapat menjerumuskan kita ke dalam lembah kemaksiatan dan kemungkaran. Selain itu, liburan yang melalaikan juga dapat menyebabkan kekerasan hati dan kesukaran dalam menerima hidayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, pada hakikatnya Islam tidak melarang liburan yang sesuai dengan syariat, karena merupakan fitrah manusia yang menginginkan sedikit waktu untuk menghibur hati. Dan setiap orang perlu mendapatkan ruang yang cukup untuk menghibur hati dan beristirahat sejenak guna menghilangkan kepenatan, keletihan dan memperbaharui kecerdasan serta daya kerja otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa liburan musim panas yang amat panjang ini, mahasiswa mesir Indonesia banyak mengisinya dengan mengadakan berbagai macam kegiatan; baik yang positif maupun negatif. Contohnya kegiatan positif, seperti apa yang dilakukan mahasiswa mesir Indonesia dengan mengadakan kajian-kajian yang bermanfaat, pelatihan-pelatihan, mengadakan rihlah guna mempererat ukhuwwah serta tadabbur nikmat. Ada pula yang mengisi waktunya untuk talaqqi dengan para ulama, tahsin bacaan al-Qur’an, i’tikaf di masjid-masjid untuk mengulang hafalan al-Quran ataupun melanjutkan hafalan mereka dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan  kegiatan negatif yang biasa dilakukan para masisir di musim panas ini adalah  melanjutkan tidur di pagi hari setelah sholat Subuh. Atau yang lebih dikenal dengan istilah “adding”, alias tidur tambahan. Selain itu, ada juga yang menghabiskan waktu liburan mereka untuk ‘mengkhatamkan’ berbagai judul film. Ataupun mengisi hari-harinya, mengukir mimpi di atas kasur. Sampai-sampai tak pernah lagi menyaksikan terbit dan tenggelamnya matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang mahasiswa di sebuah universitas Al-azhar, seharusnya kita dapat lebih memanfaatkan masa liburan musim panas yang sangat panjang ini dengan berbagai kegiatan positif, khususnya yang berhubungan dengan keilmuan. Karena jika dibandingkan dengan masa-masa efektif kuliah sangatlah jauh. Di waktu liburan inilah kita dapat menggali banyak ilmu yang tidak sempat kita temukan di dalam muqorror. Semisal “darsu-l-hayat” yang dapat kita petik dari para Syeikh dalam sebuah majlis talaqqi, atau tentang ilmu-ilmu yang berkaitan dengan masalah kontemporer yang dapat kita temukan dalam kajian-kajian mahasiswa, juga beberapa kegiatan positif lainnya sebagaiamana telah penulis paparkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jika kita kembali ke tanah air nanti, bukan hanya muqorror yang akan ditanyakan oleh masyarakat. Bukan pula taqdir najah ataupun syu’bah yang akan diperdebatkan. Akan tetapi masyarakat akan mempertanyakan segala permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Pertanyaannya, “Sudah siapkah kita?”&lt;br /&gt;Maka dari itu, mari kita jadikan masa liburan panjang ini sebagai penunjang keilmuan kita dengan memanfaatkan setiap waktu sebaik-baiknya. Selanjutnya, tugas kita saat ini adalah berusaha untuk saling mengingatkan; baik kepada diri sendiri ataupun orang lain. Tak lupa, mempersiapkan diri kita untuk mewujudkan impian masyarakat yang juga menjadi tuntutan bagi kita bersama. Wallahu a’lam. Cakrawala/Hamidah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-3315159989410893642?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/3315159989410893642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=3315159989410893642&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3315159989410893642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3315159989410893642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/menjalani-sebuah-liburan.html' title='Menjalani Sebuah Liburan'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-4163488747385524343</id><published>2008-07-09T13:30:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:01:11.103+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>Jadi Aktifis atau Orang Rumahan?</title><content type='html'>Sebagaimana siklus tahunan yang lumrah terjadi dalam kehidupan Masisir saat musim panas tiba, aktifitas luar rumah menjadi pilihan para "duta bangsa" dalam menghabiskan liburan panjang ini. Seperti Sarbini, penghuni Asrama IMAM di bilangan Madrasah memilih menghabiskan hari-harinya dengan mengikuti kursus bahasa Arab gratis di distrik Makram 'Abied. Yang mengikuti kursus ini kebanyakan mahasiswa asing, khususnya dari Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kursusnya 4 kali seminggu, gak bayar lagi. Ttrus seminggu sekali ada tahsin bacaan Qur'an,"  ujarnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masak di negara Arab gak bisa bahasa Arab, kan rugi," tambah pemuda berkacamata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Sarbini diamini Ariz, mahasiswa fakultas Ushuluddin tingkat III. "Betul, bahasa Arab sangat penting sekali. Kebetulan saya juga sedang ikut program bahasa Arab di kawasan Giza, dekat Cairo University. Di sana selain dilatih kemampuan dasar bahasa asing seperti muhadatsah dan kitabah,  juga ada kelas shahafah (jurnalistik). Jadi mempelajari gaya bahasa koran dan majalah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang ikut jama'ah i'tikaf dari masjid ke masjid dari Kairo hingga luar daerah di seantero Negeri Piramid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teman seflat saya sudah dua hari ini ikut i'tikaf. Rencananya sampai empat puluh hari baru pulang," kata Abdul Mughits, berbicara tentang teman serumahnya yang berkecimpung dalam kegiatan i'tikaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan ada juga teman saya yang sampai i'tikaf ke Yordan sana," tambah lelaki berambut gondrong ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ketinggalan, sebagian lainnya tenggelam dalam aktifitas organisasi-organisasi Masisir. Bukan rahasia lagi kalau musim panas, memang merupakan saat ketika segudang aktifitas berlangsung dalam berbagai organisasi. Dari tur ke objek-objek wisata di berbagai penjuru negeri Mesir, kursus dan pelatihan, kajian-kajian dan diskusi, hingga regenerasi kepengurusan yang akan habis masa jabatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Kairo, salah satu organisasi almamater yang cukup berpengaruh di kalangan Masisir. Kalender kegiatan IKPM sudah penuh hingga akhir Juli nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah menjadi program tahunan IKPM mengadakan kegiatan musim panas; awal Juli tadi ada tur Sinai, dilanjutkan kursus komputer, kejuaraan IKPM Games, hingga quick training Fiqih Amaliyah," Muhammad Wara' Kasum, ketua IKPM menjelaskan kepada Cakrawala ketika ditemui disela-sela kesibukan kursus komputer yang diadakan IKPM.&lt;br /&gt;"Semua kegiatan ini intinya bertujuan untuk mengisi libur musim panas dengan sesuatu yang bermanfaat, selain itu juga mempererat tali silaturrahmi di antara kita," tukas pria asal Subang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi kekeluargaan umumnya juga mulai sibuk dengan rentetan agenda Sidang Permusyawaratan Anggota (SPA) yang meliputi laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan pemilihan ketua baru. Tak jauh berbeda, wadah afiliatif macam PCI-NU juga sedang mempersiapkan Konferensi Cabang V. Pun begitu dengan musyawarah cabang PCI Muhammadiyyah yang sedang digodok persiapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan panitia kegiatan-kegiatan organisasi di atas diambil dari mahasiswa baru yang duduk di tingkat pertama sebagai regenerasi estafet kepengurusan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhir bulan ini memang rata-rata organisasi baik itu kekeluargaan, afiliatif atau almamater sibuk dengan LPJ dan pergantian pengurus. Kami—Gamajatim, red—memang sengaja mengambil mayoritas personalia kepanitiaan dari mahasiswa baru sebagai ajang mereka untuk saling mengenal satu sama lain. Di samping itu adalah wujud kaderisasi bagi kepengurusan yang akan datang," jelas Budi Ahda, salah satu dewan pengurus Gamajatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Senang juga sih bisa aktif di kepanitiaan, jadi ada kegiatan. Tapi minggu-minggu ini saya malah kewalahan. Terlalu banyak panitia di sana-sini.&lt;br /&gt;Di samping golongan "aktifis luar rumah" tidak sedikit yang hanya berdiam di flat, tidak ke mana-mana. Menurut mereka, libur memang harus santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paling seminggu tiga kali masuk kerja, selebihnya di rumah saja. Mau ikut rihlah, kondisi kantong tidak mendukung," ujar Riadh yang memiliki profesi sambilan di salah satu rumah makan Indonesia di Gamie'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang penting kan memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Tinggal di rumah juga tidak masalah. Bisa baca buku, menghafal Al-Qur'an atau browsing situs-situs di internet yang berguna buat menambah pengetahuan. Sebenarnya terlalu sibuk di organisasi juga bisa merepotkan jika tidak bisa mengatur waktu dengan bijaksana," tegas Bang Wara' memberikan jawaban yang diplomatis. cakrawala/ amum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-4163488747385524343?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/4163488747385524343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=4163488747385524343&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4163488747385524343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4163488747385524343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/jadi-aktifis-atau-orang-rumahan.html' title='Jadi Aktifis atau Orang Rumahan?'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-5126188124021534908</id><published>2008-07-09T13:23:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:00:58.764+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qism Taswir'/><title type='text'>Fun Summer Holiday IKPM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbT9gLs2mpI/AAAAAAAAAK4/216ijC-PUcU/s1600-h/Project1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbT9gLs2mpI/AAAAAAAAAK4/216ijC-PUcU/s320/Project1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311148589915216530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik gambar untuk perbesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-5126188124021534908?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/5126188124021534908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=5126188124021534908&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/5126188124021534908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/5126188124021534908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/fun-summer-holiday-ikpm.html' title='Fun Summer Holiday IKPM'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/SbT9gLs2mpI/AAAAAAAAAK4/216ijC-PUcU/s72-c/Project1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-7182789847256491641</id><published>2008-07-09T13:20:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:00:45.039+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khulasoh'/><title type='text'>Resensi: at-Tarikh Ta'limuhu wa Ta'allumuhu</title><content type='html'>Cukupkah bekal kita untuk menyongsong masa depan? Masa di mana nanti kita akan hidup di dalamnya berbekalkan puzzle masa lalu, yang dari potongan-potongannya kemudian terbentuklah sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah menceritakan kita tentang kisah para nenek moyang kita di masa lampau yang terbagi menjadi beberapa kurun waktu. Kehidupan merekalah yang menjadi tolak ukur kita dalam menjalani hidup di era dewasa ini. Kita tak dapat memungkiri bahwa kehidupan kita di masa sekarang ini sangat erat hubungnnya dengan sejarah, kitapun akan menjadi bagian dari sejarah itu sendiri di masa mendatang saat kita tak lagi menjalani kehidupan fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Buku ini membahas permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan sejarah dan metode pembelajarannya oleh berbagai bangsa. Seperti negara Rumania yang menjadikan kitab-kitab kuno Yunani sebagai pedoman  dalam membukukan sejarah peradaban bangsa mereka. Mereka mengibaratkan sejarah sebagai seni yang beradab, yang kemudian mereka jadikan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah tingkat lanjutan. Buku ini juga membahas tentang kapan waktu yang tepat untuk mempelajari sejarah bagi usia dini, serta siapakah yang paling tepat mengajarkan ilmu ini kepada generasi muda. apakah ia diharuskan seseorang yang ahli dalam bidang tersebut atau siapapun yang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat pula pembahasan tentang pentingnya mempelajari sejarah serta metode pembelajaran yang mampu memahamkan publik secara menyeluruh.&lt;br /&gt;Metode yang dibahas dalam buku ini ada 2, pertama; kadang ia menjadi suatu bidang ilmu yang khusus yang kandungan di dalamnya hanya sebatas tentang bidang tersebut. Kedua; tergabung dengan dengan bidang yang lainnya yang tidak hanya membahas tentang sejarah tapi menyangkut bidang lain yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis berusaha menekankan kepada para generasi muda akan pentingnya mempelajari sejarah khususnya dalam membangun dan membentuk kredibilitas para penerus bangsa. Kebanyakan dari para ahli sejarah abad ke-19 berpendapat bahwa sejarah adalah sebuah karya seni, ada pula yang mensifatinya sebagai sebuah dinamika, dan sebagian menganggap sejarah sebagai salah satu mu’jizat dan kisah spiritual semata. Konsep-konsep tersebut semua menunjukkan bahwa tidak semua kalangan setuju akan pentingnya sejarah untuk dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita tekankan bahwa sejarah akan selalu ada dan abadi menjadi wahana kisah-kisah zaman dahulu tempat kita bernostalgia ke masa lampau. Dari itu semua kita mampu memetik pelajaran yang berguna dan bermanfaat.&lt;br /&gt;Dr. Hikmat Abu Zaid, pengarang buku ini mempunyai karakter yang berbeda dari pribadi bangsa Mesir modern kebanyakan. Ia mampu menciptakan sebuah karya tentang masa di mana ia sudah tidak berkecimpung di dalamnya dan menciptakan pemikiran-pemikiran yang mampu menggugah mental para generasi muda masa kini untuk kembali mereka ulang kejadian masa lampau, sebagaimana generasi setelah kita yang menelaah kembali kejadian masa yang kita lalui sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini sangat cocok untuk para pecinta sejarah yang ingin mengorek kehidupan masa jahily secara gamblang dengan bahasa yang ringan, serta penjelasan yang dituturkan penulis secara singkat dan jelas. Cakrawala/kurniawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul buku : Al-Tarikh; Ta’limuhu wa Ta’allumuhu (Sejarah dan Metode Pembelajarannya)   &lt;br /&gt;Penulis  : Dr. Hikmat Abu Zaid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit : Isdarat Khashah&lt;br /&gt;Tebal  : 367 Halaman&lt;br /&gt;Resentator : Kurniawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-7182789847256491641?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/7182789847256491641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=7182789847256491641&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/7182789847256491641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/7182789847256491641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/resensi-at-tarikh-talimuhu-wa.html' title='Resensi: at-Tarikh Ta&apos;limuhu wa Ta&apos;allumuhu'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-8652802710875656699</id><published>2008-07-09T13:18:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:00:33.697+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ensiklopedi'/><title type='text'>Sidik Jari: Sebuah Keajaiban Penciptaan</title><content type='html'>Ilmu pengetahuan modern menyingkap banyak hal yang membuat keimanan seorang mukmin terhadap keterangan Al Qur-an semakin mantap. Ayat-ayat Allah di dalam Al Qur-an menjadi benar-benar jelas tergambar dan terbukti kebenarannya manakala kita melihat bukti-bukti nyata dalam alam semesta dan kemajuan ilmu pengetahuan. Dalam kasus pembunuhan misalnya, Polisi dapat mengidentifikasi kejahatan berdasarkan sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku di tubuh korban. Hal ini disebabkan struktur sidik jari setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Bila kelak penjahat itu telah ditemukan maka untuk membuktikan kejahatannya sidik jarinya akan dicocokkan dengan sidik jari yang ada dalam tubuh korban. Maka si penjahat tidak dapat memungkiri perbuatannya di hadapan polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pula seorang yang mau menggunakan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di masa depan mungkin tidak perlu lagi menggunakan kode-kode PIN yang perlu dia ingat. Cukup dengan menaruh telapak tangan di atas mesin yang dapat mengidentifikasi dirinya. Jumlah uang yang diinginkan pun tidak perlu ditekan-tekan lagi tetapi cukup dengan diucapkan dan komputer akan menerjemahkannya dalam bahasa angka. Berapa jumlah uang yang Anda minta akan diberikan dan uang di rekening Anda akan dipotong dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu rumah di zaman yang akan datang tidak perlu lagi dikunci dengan alat kunci tradisional tetapi bisa dibuka oleh alat sensor yang hanya mengenal jari-jari orang tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga stir mobil akan mengenal hanya pengemudi tertentu saja karena ada sensor yang mengenal jari pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan pada jari jemari manusia menunjukkan kebenaran firman Allah yang menyatakan bahwa segala sesuatu ada bekasnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan bekas-bekas ini untuk dituntut di yaumil akhir nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 36. Yaasin:12). Cakrawala/dadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.harunyahya.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-8652802710875656699?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/8652802710875656699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=8652802710875656699&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8652802710875656699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8652802710875656699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/sidik-jari-sebuah-keajaiban-penciptaan.html' title='Sidik Jari: Sebuah Keajaiban Penciptaan'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-4016684839833340284</id><published>2008-07-09T13:15:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T19:00:22.996+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ensiklopedi'/><title type='text'>Global Warming dan Dampaknya</title><content type='html'>Bila alam sudah murka terhadap manusia maka bersiap-siaplah menuai berbagai bencana. Dalam berbagai lini kehidupan manusia dapat kita rasakan secara nyata sekarang ini dampak yang ditimbulkan oleh terjadinya Pemanasan Global akibat Efek Rumah Kaca yang pada akhirnya menyebabkan perubahan iklim secara global. Fenomena ini, yang dipopulerkan oleh kaum intelektual dan pers, sebetulnya sudah menunjukkan gejalanya semenjak menginjak era millennium. Momentum awalnya mungkin dapat kita saksikan pada beberapa dekade sebelumnya pada saat revolusi industri sedang gencar-gencarnya seraya dengan makin cepatnya tingkat perkembangan ilmu pengetahuan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat disayangkan dan disesalkan bila kemapanan dalam bidang sains justru merusak bumi yang menjadi pijakan manusia selama ini dan bukannya makin menjaga kelestariannya. Bukankah bumi ini diwariskan kepada kita untuk menjaga dan melestarikannya, bukan malah mengeksploitasinya seenak hati tanpa memikirkan dampak negatif yang akan terjadi. Lantas, bagaimana sikap kita dalam mengatasi konflik global yang berkepanjangan ini? Seberapa besar ancaman yang kita hadapi baik untuk saat ini maupun nantinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan global (global warming) sebagai bentuk ketidakseimbangan ekosistem bumi merupakan kondisi meningkatnya suhu rata-rata global permukaan bumi yang terjadi akibat meningkatnya emisi Gas Rumah Kaca (karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, sulfur heksafluorida) di atmosfer. Emisi ini dihasilkan terutama dari pembakaran bahan-bakar fosil (minyak bumi dan batu bara) serta penggundulan dan pembakaran hutan. Efek Rumah Kaca sebagai suatu bentuk sistem ekosistem di bumi justru sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup di bumi. Tanpanya bumi akan menjadi lebih dingin. Akan tetapi, sistem tersebut akan bersifat merusak jika berlebihan. Dalam artian Efek Rumah Kaca telah menghasilkan sejumlah panas yang berlebih dibandingkan dengan kondisi normalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan global memicu terjadinya sejumlah konsekuensi yang merugikan baik terhadap lingkungan maupun setiap bidang kehidupan manusia. Beberapa di antaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya permukaan air laut global disebabkan oleh mencairnya es di kutub utara dan selatan. Hal ini dapat mengakibatkan sejumlah pulau-pulau kecil tenggelam dan mengancam kehidupan sosal-ekonomi masyarakat pesisir.&lt;br /&gt;Meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim.&lt;br /&gt;Imigrasi dan punahnya berbagai jenis fauna.&lt;br /&gt;Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir.&lt;br /&gt;Ketinggian gunung-gunung tinggi berkurang akibat mencairnya es pada puncaknya.&lt;br /&gt;Terjadinya perubahan arus laut .&lt;br /&gt;Meluasnya berbagai penyakit tropis ke daerah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran iklim yang terjadi di Indonesia, seharusnya bulan September sudah memasuki musim penghujan bergeser ke bulan November, merupakan salah satu bukti makin seriusnya dampak yang disebabkan oleh pemanasan global. Belum lagi kenaikan permukaan laut Indonesia sebesar 0,8 cm per tahun merupakan ancaman bagi pulau-pulau kecil di nusantara. Telah diberitakan pula bahwa sebuah danau di Cile tiba-tiba hilang akibat melelehnya dinding es yang menjadi pembendung danau. Para pakar menyatakan setelah melakukan inspeksi bahwa hal ini disebabkan oleh pemanasan global. Kasus-kasus di atas hanyalah sebagian kecil dari sejumlah kasus yang ada. Pada intinya, pemanasan global memberikan nuansa baru yang mengerikan bagi kehidupan manusia di masa sekarang terlebih lagi untuk jangka waktu ke depannya bila tidak segera diatasi sedini mungkin. Oleh karena itu, walaupun boleh dikata sudah terlambat, sepatutnya kita membuat langkah-langkah strategis dalam mengatasi persoalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol Kyoto&lt;br /&gt;Menanggapi fenomena yang terjadi sebagian besar negara di dunia sepakat untuk mengambil langkah-langkah serius dalam menstabilkan emisi Gas Rumah Kaca, terutama karbondioksida. Sebagai langkah awal disusunlah Framework Convention on Climate Change pada tahun 1992 di Rio de Janeiro, Brazil, yang ditandatangani oleh 167 negara. Kerangka konvensi bertujuan agar negara-negara industri mengurangi emisi karbondioksida mereka. Walaupun hasil akhirnya hanya sedikit yang memenuhi target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berselang 5 tahun kemudian tepatnya pada bulan Desember 1997 sebanyak 160 negara mengadakan pertemuan untuk merumuskan perjanjian yang lebih mengikat secara internasional sebagai tindak lanjut dari beberapa kesepakatan sebelumnya. Perjanjian tersebut dikenal dengan nama Protokol Kyoto, dinamakan demikian karena perjanjian ini dibentuk di Kyoto, Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangka waktu penandatanganan persetujuan tersebut adalah satu tahun yang dimulai pada tanggal 16 Maret 1998 hingga 15 Maret 1999.&lt;br /&gt;Protokol ini mengharuskan negara-negara industri untuk menurunkan emisinya sebesar 5,2 persen di bawah tingkat emisi tahun 1990 dengan target waktu hingga 2012 dan baru memperoleh kekuatan hukumnya secara internasional pada tanggal 16 Februari 2005. Hingga 23 Oktober 2007 sudah 179 negara yang meratifikasi Protokol Kyoto tersebut. Kemudian pada tanggal 3-14 Desember 2007 di Bali diselenggarakanlah Konvensi Tingkat Tinggi yang digelar oleh UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) dan dihadiri hampir 10 ribu orang dari 185 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pertemuan tersebut diharapkan dapat mengevaluasi hasil kinerja dari Protokol Kyoto yang dibuat sebagai bukti komitmen negara-negara sedunia dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca demi menanggulangi permasalahan Pemanasan Global yang terjadi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Diolah dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-4016684839833340284?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/4016684839833340284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=4016684839833340284&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4016684839833340284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4016684839833340284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/bila-alam-sudah-murka-terhadap-manusia.html' title='Global Warming dan Dampaknya'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-5682002072700637448</id><published>2008-07-09T13:14:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T18:58:44.639+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ro&apos;yun Ghonam'/><title type='text'>Tips Liburan Musim Panas</title><content type='html'>Bismillah, liburan musim panas sedang kita jalani. Natijah pun sedang dinanti-nanti. Inilah liburan musim panas yang kali pertamanya bagi kami. Di negeri permai nan indah ini, negeri para anbiya yang penuh dengan sejarah dan misteri. Dengan alam yang indah, masyarakat yang ramah, seni yang begitu megah, sungguh ingin rasanya kami mengelilingi seluruh sudut indah Kairo ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagi temen-temen yang ingin berekreasi atau bertamasya bareng kawan-kawan yang lainnya, ke tempat-tempat bersejarah atau ke daerah yang belum pernah dikunjungi, di sini kami akan memberikan beberapa tips yang sekiranya perlu untuk diperhatikan. Diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kenali tempat tujuan wisata Anda dengan mencari informasi tentang daerah itu. seperti kondisi geografis, obyek wisata yang ingin dikunjugi, suhu udara, dll.&lt;br /&gt;Rencanakan liburan Anda; bikin sebuah daftar hal-hal atau objek yang akan dikunjungi. Taati dan disiplin dengan daftar program yang telah Anda buat dan sepakati dapat menghindari waktu terbuang percuma, karena setelah sampai di daerah tujuan bingung menentukan daerah mana yang akan dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawalah obat-obatan yang biasa kita konsumsi apabila ada, atau perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan; semacam obat antiseptik, alkohol, kapas, balsem penghangat, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi sekarang musim panas, lengkapi diri dengan kacamata hitam untuk melindungi mata dan cairan penahan tabir surya (sunblock) untuk melindungi kulit dari efek negatif sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaklah minum air supaya tidak terkena dehidrasi (kondisi kekurangan cairan tubuh). Pastikan air yang kita minum sudah steril, atau minimal mendidih. Kalau bisa hindari minum dari mubarridat yang biasa tersebar di pinggir-pinggir jalanan Kairo. Lebih aman mengkonsumsi air mineral dalam kemasan atau air yang dimasak sendiri dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah tempat makanan yang sudah terjamin kebersihan makanannya. Usahakan makanan tersebut baru dimasak pada saat kita pesan, bukan makanan kemarin yang dihangatkan kembali (bakteri lebih cepat berkembang biak dalam cuaca musim panas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersihkan badan minimal sehari sekali; terutama apabila kita sering berkeringat, berenang di air yang tidak terjamin kebersihannya atau memakai kamar mandi bersama.&lt;br /&gt;Bawahlah cukup dana ‘segar’; baik berupa cash, kartu ATM dan perangkat pembantu finansial lainnya, (ini yang paling penting boz!!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga liburan musim panas tahun ini membuka inspirasi baru bagi kita semua, dan menjadi pengalaman yang tak ternilai harganya. Dan yang terpenting, di hari-hari penantian natijah kita ini, jangan lupa isi kekosongan waktu dengan banyak berdoa, sholat sunnah, dan ibadah lainnya yang bisa mendekatkan diri kita dengan ALLAH SWT. Selamat mencoba!!! Ma'annajah. Cakrawala/azzhero.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-5682002072700637448?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/5682002072700637448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=5682002072700637448&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/5682002072700637448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/5682002072700637448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/tips-liburan-musim-panas.html' title='Tips Liburan Musim Panas'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-1257814620377404582</id><published>2008-07-09T13:12:00.001+03:00</published><updated>2009-03-10T18:58:32.579+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetry'/><title type='text'>Terdakwa</title><content type='html'>“Ketika dunia terasa menyesakkan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia teriak;&lt;br /&gt;"Kau buat pagi kecewa," lantangnya&lt;br /&gt;Malam pun ikut berseru&lt;br /&gt;Debu di sela kasur&lt;br /&gt;Air bak mandi&lt;br /&gt;Rombengan kain yang lusuh&lt;br /&gt;Semua menuding&lt;br /&gt;Mencecar nyaring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ciut&lt;br /&gt;Tersuruk di sudut sempit&lt;br /&gt;Tak sanggup bersilat kata&lt;br /&gt;Meratap penuh kesah pada Yang Hidup,&lt;br /&gt;"Masih adakah surga buatku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Nawawi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-1257814620377404582?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/1257814620377404582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=1257814620377404582&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1257814620377404582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1257814620377404582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/terdakwa.html' title='Terdakwa'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-1630767853446628744</id><published>2008-07-09T13:09:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T18:58:23.405+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetry'/><title type='text'>Djibril</title><content type='html'>Kau manusia,&lt;br /&gt;berusaha melintasi ruang waktuku&lt;br /&gt;yang aku sendiri takkan pernah pertanyakan dari-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau manusia,&lt;br /&gt;jiwamu lelah selami ilmu-Nya&lt;br /&gt;sedangkan aku sedang dahaga dari keringnya sahara merindu-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau manusia,&lt;br /&gt;angankan apa yang telah kau dapat&lt;br /&gt;sedangkan aku syukuri apa yang ada pada rahasia alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kau manusia,&lt;br /&gt;berhak atas sujudku tapi kau tamak&lt;br /&gt;aku di sini hanya cukup menjadi salah satu yang meramaikan gaibnya penciptaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau manusia,&lt;br /&gt;kau dicintai-Nya, disayangi-Nya&lt;br /&gt;tapi kau menghindar dari janji-Nya menuju murka-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau manusia,&lt;br /&gt;mencoba melintasi dimensi waktuku&lt;br /&gt;mencoba meraih diriku&lt;br /&gt;kau anggap diriku persembahan dari surga&lt;br /&gt;kau harap aku berikan kemenangan padamu&lt;br /&gt;Bukan pada-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau manusia,&lt;br /&gt;cukuplah apa yang ada padamu&lt;br /&gt;cukup pula bagiku bersua dengan rasulmu&lt;br /&gt;ikuti dia, cintai dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnuabîhi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-1630767853446628744?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/1630767853446628744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=1630767853446628744&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1630767853446628744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1630767853446628744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/djibril.html' title='Djibril'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-219065039780431315</id><published>2008-07-09T13:06:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T18:58:06.202+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Surah at-Tîn; Tentang Sebuah Penciptaan</title><content type='html'>Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui dari godaan syaithan yang terkutuk&lt;br /&gt;1.  Demi ([buah) Tin dan Zaitun,&lt;br /&gt;2.  demi bukit Tursina,&lt;br /&gt;3.  dan demi negeri (Mekah) yang aman ini.&lt;br /&gt;4.  Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;5.  Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.&lt;br /&gt;6.  Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akanmendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.&lt;br /&gt;7.  Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu.&lt;br /&gt;8.  Bukankah Allah hakim yang paling adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat at-Tîn, Allah sangat jelas sekali ketika ingin benar-benar mengatakan dan menetapkan bahwa manusia itu adalah makhluk ciptaan-Nya yang sempurna. Bila kita perhatikan ayat pertama, kedua dan ketiga, maka ketiga ayat tersebut diawali dengan kalimat sumpah semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah tentang buah Tin dan Zaitun, Bukit Tursina dan Negeri Makah.&lt;br /&gt;Sebagian mufassir mengartikan buah Tin dan Zaitun secara zhâhir seperti termaktub dalam al-Quran. Buah Tin dan Zaitun adalah buah yang banyak mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh, bahkan ada satu riwayat dari Abu Darda yang menyatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda bahwa, kalau seandainya ada buah yang turun dari langit maka itulah dia buah Tin dan buah Zaitun. Sebagaimana yang kita ketahui selain keduanya adalah buah yang memiliki banyak manfaat kesehatan, buah tersebut juga adalah buah yang diberkahi oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada juga yang meriwayatkan ketika Adam dan Hawa diturunkan dari langit dan dalam keadaan tanpa penutup aurat, mereka berdua mengambil dedaunan Zaitun untuk dijadikan sebagai penutup aurat. Tafsir yang disebut di atas adalah yang memaknai buah Tin dan Zaitun sebagai zhâhir al-âyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga yang memaknai Tin dan Zaitun di sini sebagai kalimat isti'arah yang menunjukan tempat. Bagi pendapat ini, Tin yang dimaksud di sini adalah tempat di mana pohon buah Tin banyak tumbuh yaitu di Damaskus. Sedangkan Zaitun yang dimaksud di sini adalah Baitul Muqaddas atau daerah Palestina. Pendapat yang mengatakan hal tersebut dikuatkan dengan ayat-ayat selanjutnya yang menerangkan tentang tempat-tempat di mana tiga agama samawi diturunkan oleh Allah sebelum diselewengkan oleh kaumnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Baitul Muqaddas adalah tempat di mana Nabi Isa AS diutus oleh Allah untuk kaum Nasrani,&lt;br /&gt;• Bukit Tursina adalah tempat dimana Nabi Musa AS diutus oleh Allah untuk kaum Yahudi,&lt;br /&gt;• Sedangkan Mekah adalah tempat dimana Sayyidina Muhammad SAW menerima wahyu Ilahi untuk kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiga sumpah (qasm) tersebut Allah memulai ayat keempat dengan jawaban sumpah (jawâb al-qasm, itulah bentuk lain dari penekanan bahwa manusia adalah ciptaan-Nya yang paling sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk ayat selanjutnya adalah keterangan rinci bahwa setelah sedemikian rupa Allah menganugerahkan penciptaannya yang sempurna kepada kita, kini tinggal bagaimana kita menyikapi karunia tersebut.  Allah juga menjelaskan tentang adanya kebaikan dan keburukan. Ternyata filosofi baik dan buruk bukan hanya ajaran agama samawi, agama buatan manusia sekalipun juga mengakui bahwa di sana ada kebaikan dan keburukan; Zoroaster dengan Tuhan Yazdan dan Ahraman, Majusi dengan Tuhan Cahaya dan kegelapan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui sedemikian rupa hakikat manusia dalam penciptaannya yang sempurna, lantas bagaimanakah sikap yang seharusnya manusia tersebut kerjakan? Sungguh, tidak ada dosa paling hina di dunia ini kecuali berkhianat kepada Yang Maha Mencipta. Rasul juga mengajari kita ketika hendak berkaca untuk membaca doa yang artinya; Ya Allah sebagaimana engkau menyempurnakan penciptaan jasadiyah kami maka sempurnakan pula lah ruhaniyah kami. Cakrawala/amin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-219065039780431315?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/219065039780431315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=219065039780431315&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/219065039780431315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/219065039780431315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/surah-at-tin-tentang-sebuah-penciptaan.html' title='Surah at-Tîn; Tentang Sebuah Penciptaan'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-5633415098347909558</id><published>2008-07-09T12:55:00.000+03:00</published><updated>2009-03-10T18:59:39.453+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Akhir'/><title type='text'>Yang Jadi Sejarah atau Tinggal Kenangan</title><content type='html'>Alhamdulillah, semoga itu kata yang pertama kali kita ucap sejenak setelah ujian terakhir kita lalui. Tanpa terasa, dua termin ujian sudah kita lalui. Dan segera, setelah melalui rintangan dan tantangan kerasnya ujian, seperti biasa kita pun menjalani sebuah liburan. Namun, lain dari apa yang dulu pernah kita rasakan, tak seperti biasanya liburan kali ini dan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unik memang melihat dinamika masisir di sini. Saat ujian tiba, semua organisasi berlomba-lomba, berpacu mengadakan berbagai jenis kursus dan bimbingan belajar untuk anggotanya. Dan lebih asik lagi, tak saja lembaga organisasi yang 'ribut', tapi juga hampir sebagian besar masisir mengadakan kelompok belajar sendiri. Ketika itu, sepertinya kita semua sedang dibangunkan dari mimpi, angan-angan dan padatnya kegiatan yang ada di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semua mata, telinga, hati dan pikiran kita difokuskan pada satu hal yang selama ini seringkali terlupakan, terjepit, dan atau terpinggirkan dengan beragam aktifitas. Semua tahu bahwa Mesir dan pada khususnya Kairo adalah gudangnya ilmu. Begitu banyak kita jumpai kitab-kitab, baik yang turâts ataupun kontemporer di sini. Berbicara tentang banyak hal. Mengkaji tentang dalamnya mata air pengetahuan. Akan tetapi, seribu sayang amat sedikit dari waktu, uang, tenaga dan kita yang mencoba mengaisnya. Hanya membiarkannya berlalu, teronggok di rak lemari buku kesayangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai ujian, liburan pun tiba. Gak main-main, empat bulan kita diberikan kesempatan oleh kampus tercinta untuk menikmatinya. Dari pertengahan Juni lalu, hingga pertengahan September nanti.&lt;br /&gt;Seakan merespon panasnya suasana ujian di musim panas, hampir seluruh organisasi, termasuk almamater dan kekeluargaan mengadakan rihlah musim panas. Summer Holiday Tour, begitu istilah bule-nya. Satu rombongan bertolak ke Sinai, seperti yang kemarin baru saja kita lalui bareng-bareng. Atau ada juga yang ke Matrouh, pantai Agieba dan Hammam Cleopatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kita lupakan hiruk pikuk kota Kairo. Berekreasi bersama ke objek-objek wisata indah di luar kota. Di Sinai, kita nikmati indahnya sunrise. Meski harus berjuang melawan dinginnya udara yang tak terduga. Kita lihat di sana juga indahnya ukiran ‘tangan’ Allah. Memahat batu-batu cadas Sinai, membentuk dan menyusunnya dengan tata aturan yang luar biasa indah. Plus, buliran warna dan coretannya di selisik pagi yang cerah itu. Tentunya setelah melalui perjuangan mendaki yang tak mudah. Gelap dan melelahkan. Perjuangan malam itu pun terbayar bersama terbitnya mentari menyibak tabir keindahan pegunungan alam Sinai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Dahab, kota pelabuhan di selatan provinsi Sinai, penulis takjub dengan keindahan tata kota di sini. Meski katanya tak seindah yang ada di Venezia atau Bali sekalipun. Yah, bisa jadi karena penulis tinggal di kota pelabuhan namun bukan pariwisata, tepatnya di Pekalongan. Di Dahab, jalan-jalan seolah mengajarkan kita tentang arti teratur. Deretan toko-toko berjajar rapi di pinggirnya.  Dan yang lebih wah, adanya pemandangan gunung yang langsung bisa dilihat dari laut. Jalan yang membelah toko, menyibak indahnya kabut pegunungan yang berhadapan dengannya. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Sharm el-Sheikh, rupanya tak kalah indah. Bahkan mungkin, inilah yang terindah. Terlepas dari banyaknya turis-turis asing yang membuka aurat, akan tetapi karang dan keindahan alam lautnya benar-benar menakjubkan. Seumur hidup baru kali ini penulis menyaksikan keindahan karang dibalut lelaku ikan warna-warni di dalamnya. Menyaksikan dalamnya laut, membuat bulu bergidik. Apa jadinya bila tenggelam di sana? Begitu pikir penulis. Tapi, tetap saja ia indah dengan komposisi warna dan kegarangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, liburan ke tempat pariwisata selalu berbalut indah. Mengisi kembali tenaga dan pikiran yang terkuras ketika ujian. Menyegarkan kembali suasana hati. Meneguk kesegaran dan membebaskan kreatifitas pikiran. Akan tetapi, tak selamanya pula liburan itu baik dan berguna. Sama seperti semua yang Allah anugerahkan pada kita. Ia bagai dua sisi mata uang, memiliki nilai positif juga negatif. Semua kembali bagaimana kita memperlakukan anugerah itu. Jadi sebuah nikmat, atau justru sebuah azab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih membekas dalam ingatan kita, sebuah mahfuzat yang berbunyi, “Inna al-syabâba wa al-farâgha wa al-jidata mafsadatun li al-mar’I ayya mafsadatin.”  Namun, sekali lagi Islam menjawab tantangan kompleks kehidupan manusia. Penulis teringat sebuah ayat dalam awal surat al-A‘râf, “Qul man harrama zînatallahi allatî akhraja li’ibadihi wa al-thayyibati min al-rizq” Liburan termasuk zînatullah yang Allah anugerahkan untuk kita. So, bukan salah kampus tercinta, bila liburan kali ini berakhir sia-sia. Kita habiskan dengan semalaman begadang, chatting dan berpoker-ria atau mengukirnya dengan tinta emas dalam lembaran sejarah kehidupan kita.&lt;br /&gt;Sekali lagi, terserah kita. Meninggalkan liburan kali ini dengan semata kenangan indah, atau kita ukir sejarah yang kan abadi dalam catatan amal kita. Wallahu a’lam bi ash-shawâb.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-5633415098347909558?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/5633415098347909558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=5633415098347909558&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/5633415098347909558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/5633415098347909558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2009/03/yang-jadi-sejarah-atau-tinggal-kenangan.html' title='Yang Jadi Sejarah atau Tinggal Kenangan'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-765052819643896536</id><published>2008-04-09T10:12:00.003+02:00</published><updated>2008-12-15T21:21:55.088+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fikrah'/><title type='text'>Merenungi Hakikat Ujian</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh M. Nur Tariq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hayy Asyir&lt;/span&gt;... di segala sudut terlihat berpasang-pasang mata yang tak berpaling dari lembaran muqorror. Baik di bus, halte, dan tempat keramaian lainnya. Sebagian yang lain menyibukkan diri dengan meringkas pelajaran, mencari batasan-batasan pelajaran, bahkan tak juga lelah menghadiri banyak bimbingan belajar agar mampu menguasai pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali seperti itulah suasana menjelang ujian dan aktifitas masisir pada umumnya dan mungkin juga dirasakan oleh semua pelajar di institusi manapun. Namun bagi mereka yang tengah melanjutkan studinya di rantau orang, boleh jadi sikap semacam ini disebabkan tekad yang kuat, rasa untuk tidak mengecewakan orang tua, beban biaya hidup, serta cita-cita yang tinggi amat mempengaruhi semangat mereka dalam perjuangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa dirasa kita sudah hampir tiba di penghujung termin dua dan akan mengikuti ujian yang kedua kalinya dalam tahun ini. Betapa singkatnya waktu. Sudah pasti banyak masisir yang sudah sedia payung sebelum hujan, bersiap sejak jauh-jauh hari.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat, jenuh dan repot. Namun, hal ini mau tidak mau harus kita lalui, karena bagaimanapun ujian adalah salah satu syarat yang harus kita tempuh untuk menuju ke jenjang selanjutnya. Layaknya sebuah game komputer, kita tidak akan bisa berada di level kedua, sebelum menyelesaikan level pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis, secara normatif ujian mempunyai tiga sifat yang saling berhubungan satu sama lain. Pertama, sebagaimana paparan di atas, bahwa ujian adalah rintangan atau syarat yang harus ditempuh demi mencapai tingkat selanjutnya. Ujian adalah salah satu jalan pengujian kemampuan. Ini menunjukkan bahwa ujian mempunyai sifat selektif dan kompetitif dengan adanya persaingan dari para peserta untuk menempati kedudukan yang dituju. Meminjam istilah Darwin, terjadi “seleksi alam”. Siapa yang dianggap layak, maka berhak  untuk menuju tingkat selanjutnya, dan yang tidak memenuhi kriteria, maka harus kembali menjalani “penggodokan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya sistem uji kualitas para peserta, menunjukkan bahwa ujian pun juga mempunyai sifat kedua, yaitu evaluatif, yaitu guna mengetahui sebatas mana penguasaan materi peserta. Kaitannya dengan yang pertama, bahwa  nilai hasil evaluasi tersebut menjadi bukti bahwa peserta layak berada di jenjang berikutnya.&lt;br /&gt;Ketiga, introspektif. Yaitu untuk mengetahui kelemahan yang dimiliki oleh peserta didik yang dengannya mereka mengetahui kelemahan masing-masing dan meningkatkan konsentrasi pada materi. Begitu pula dengan tenaga pengajar andai kata terjadi kekurangan dalam memberikan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun itu semua ada dalam koridor takdir Tuhan, perlu kita sadari pula bahwa semua itu tak  lain juga karena karunia dan kehendak Allah SWT. Apapun yang kita capai dan kita miliki semata-mata adalah kasih sayang-Nya dan bukan murni akibat usaha kita. Namun, ini tidak bisa dijadikan alasan pembenaran bagi kita untuk bermalas-malasan serta bersikap fatalistik. Tidak dibenarkan seseorang menjadikan “takdir Tuhan” sebagai sebuah alasan untuk meninggalkan usaha karena sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran, “Innallahu la yughayyiru ma bi qaumin hatta yughayyiru ma bi anfusihim”. Lain kata, langit takkan menurunkan hujan emas. Bila kita menginginkan kelulusan dan kesuksesan dalam menjawab soal ujian, maka belajar disertai do’a adalah jalan yang efektif untuk mewujudkan impian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lepas dari itu semua, kita patut meninjau kembali niat belajar dan ujian kita. Barangkali kita seringkali menafikan tujuan diadakannya ujian yang erat hubungannya dengan sifat-sifat ujian yang telah disebutkan di atas. Tanpa sadar ujian kita bertujuan agar dapat naik tingkat semata, tanpa memikirkan hakikat menuntut ilmu yang sebenarnya. Pada akhirnya, setelah mengikuti ujian kita kerap melupakan pelajaran-pelajaran yang sudah berlalu dan hanya bangga dengan predikat serta nilai yang kita dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah fenomena yang lumrah, akan tetapi bisa menjadi salah kaprah. Lumrah karena sangatlah manusiawi. Akan tetapi salah kaprah andai kita mementingkan predikat dan lupa dengan hakikat kewajiban mencari ilmu.&lt;br /&gt;Kita mungkin masih sering mendengar bahwa niat yang harus ditanamkan seorang mukmin dalam mencari ilmu; mencari Ridha Ilahi, menghilangkan kebodohan dan meninggikan agama Islam. Namun kenyataannya bertolak belakang. Kita masih menyibukkan diri belajar demi mendapatkan predikat tertentu dan bilamana kita sudah mendapatkannya, selesai sudah sampai disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh kita menukil, selayaknya kita berkaca pada munajat Rabi’ah Al-Adawiyah, seorang sufi wanita dari Bashrah dalam konteks berbeda, “Ya Allah, kalau aku mencari ilmu hanya karena ingin nilai dan mendapatkan kelulusan, jauhkan nilai dan derajat itu dariku. Dan jika aku mencarinya karena takut tidak diluluskan dalam ujian, jangan luluskan aku dalam ujian. Namun bila aku mencarinya semata-mata hanya mencari ridha-Mu, maka jangan cabut cahaya-Mu ini dariku dan ikatkanlah kuat-kuat dalam dadaku”. Bisakah kita berprinsip demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun demikian, sebenarnya niat-niat yang bersifat sementara itu dapat ditujukan ke arah yang lebih baik. Seperti, kita bertujuan agar di luluskan dalam ujian agar kita lebih cepat memperoleh ilmu dengan waktu yang efisien dan menyegerakan diri untuk berjuang di negeri kita. Atau, kita berniat mencapai predikat yang tinggi supaya dapat meninggikan agama Islam dan mampu mengangkat derajat saudara kita yang lain hingga mampu berada di jalan yang lurus di zaman yang penuh dengan godaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, patut kita catat pula, bahwa selain di universitas Al-Azhar tercinta ini, kita juga sedang menjalani ujian yang lebih berat, yaitu ujian kehidupan. Dan kecemasan yang kita hadapi lebih hebat lagi karena kita dituntut untuk menjalani takdir kita masing-masing yang kita tidak mengetahuinya, serta harus menyantap menu yang dihidangkan untuk kita, bagaimanapun pahitnya. Tak lain cara untuk menyingkirkan kegelisahan itu adalah  memposisikan diri baina al-Khauf wa al-Roja’. Harap-harap cemas. Tidak terlalu pesimis, namun tidak ambisius pula. Selain beramal, kita tak lupa untuk bertawakkal. Wa Allahu Al-Muwafiq .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-765052819643896536?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/765052819643896536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=765052819643896536&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/765052819643896536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/765052819643896536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/04/merenungi-hakikat-ujian.html' title='Merenungi Hakikat Ujian'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-4647495951937731921</id><published>2008-04-09T10:09:00.003+02:00</published><updated>2008-12-15T21:21:29.649+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>Sehat Dulu Belajar Kemudian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R_x6bD8vvbI/AAAAAAAAAHs/crHwIaBEFHY/s1600-h/DSC05959.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R_x6bD8vvbI/AAAAAAAAAHs/crHwIaBEFHY/s200/DSC05959.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187155476159118770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bulan Maret diwarnai geliat Masisir dengan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah pelatihan kepenulisan yang dilakukan oleh beberapa buletin Masisir yang ada di Kairo. Setelah mengadakan training jurnalistik beberapa waktu yang lalu, Informatika media buletin yang berada di bawah koordinasi ICMI ini mengadakan penjaringan kru redaksi baru. Terobosan pun melakukan hal serupa. Dengan tema "Menyegarkan Kembali Pers Mahasiswa", media informasi, komunikasi dan opini Masisir ini yang sudah berusia 17 tahun ini mengadakan pelatihan jurnalistik selama dua hari (22-23 Maret), sekaligus seleksi dan up grading kru baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah era tulis-menulis selesai, rutinitas kegiatan non-akademik masih diramaikan beberapa kompetisi olahraga. KMM Cup memulai rentetan kegiatan ini 19 Maret yang lalu di Nadi Abbasiyah. Seolah tidak mau kalah, turnamen Jawa Cup yang tahun ini dipanitiai KPMJB (Kerukunan Pelajar dan Mahasiswa Jawa Barat), juga digulirkan. Setelah melewati babak kualifikasi yang mengambil tempat di lapangan sepakbola asrama Bu'uts, Kelompok Studi Walisongo (KSW) berhasil mempertahankan gelar juara yang diraih setahun lalu setelah di final menghentikan kejutan KPMJB. Dalam partai puncak yang digelar di lapangan Nadi Abbasiyah tersebut, kekeluargaan mahasiswa asal Jawa Tengah ini sukses menggelontor 3 gol tanpa balas gawang anak-anak Siliwangi, tim sepakbola KPMJB.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang disayangkan beberapa rekan Maba, pertandingan-pertandingan tersebut seringkali dilaksanakan pada jam-jam kuliah. Sebut saja Jawa Cup yang di laksanakan pada jam 08.00 WK dari pagi hingga siang. Selepas Zhuhur, masih ada kejuaraan basket antar kekeluargaan dari jam 14.00 siang hingga menjelang magrib.&lt;br /&gt;"Kalau kita kuliah tiap hari kita gak perlu repot ngadepin ujian, jadi gak perlu lagi begadang semalaman pas hari ujian sudah dekat," ujar Muwafiq sambil menikmati perjalanan di atas tramco menuju Darrasah. Mantan pemimpin redaksi buletin bahasa Arab Pondok Modern Al-Amien, Madura ini yang juga sempat ambil bagian dalam kontes Public Speaking KPMJB beberapa waktu yang lalu menegaskan, baginya kuliah tetap prioritas utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Masisir yang turut berkecimpung dalam kompetisi-kompetisi di atas juga tidak melupakan belajar. Mereka masih peduli terhadap tumpukan diktat. "Bimbingan belajar khan belum diadakan, nanti kalau sudah bimbingan belajar belajar akan terbantu…" kata Hafidz Adriansyah, salah satu andalan tim basket KPJ Jakarta setelah ikut membawa kekekuargaannya mengalahkan KM Jambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Bang M. Isa Anshori mungkin bisa dijadikan penengah. Menurut Pemimpin Redaksi Majalah La Tansa ini, lingkungan yang penuh dengan aktifitas dan kurang "aura" belajar jangan dikambing hitamkan penghalang untuk menelaah lembaran-lembaran muqarrar. Semuanya kembali kepada diri kita sendiri, apakah punya tekad  yang kuat atau tidak. Dengan komitmen yang teguh dan konsisten, dalam suasana apapun belajar akan terus jalan. Pria berkacamata ini menegaskan bahwa kitalah yang harus menyiasati kondisi sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian bukan prioritas utama dalam menuntut ilmu, belajar bukan untuk ujian tapi ujian untuk menguji apa yang kita pelajari. Tapi kenyataan yang ada malah sebaliknya bahwa mayoritas pelajar belajar untuk ujian. Hal tersebut tidak dipungkiri oleh senior kita Bang Mustofa Kamil, bahkan beliau menegaskan, "Kita belajar itu memang benar untuk ujian dan setiap ilmu yang kita pelajari pasti akan mendapat ujian. Baik oleh lembaga pendidikan maupun diuji oleh masyarakat dan lingkungan sekitar, maka kita harus menyiapkan diri sebelum diuji. Belajar itulah jawaban tantangan tersebut, " jelasnya sambil tersenyum. Bi-al imtihani yukramu al-mar’u au yuhanu.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; cakrawala/gits&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-4647495951937731921?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/4647495951937731921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=4647495951937731921&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4647495951937731921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4647495951937731921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/04/sehat-dulu-belajar-kemudian.html' title='Sehat Dulu Belajar Kemudian'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R_x6bD8vvbI/AAAAAAAAAHs/crHwIaBEFHY/s72-c/DSC05959.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-3871518382164177472</id><published>2008-04-09T10:04:00.004+02:00</published><updated>2008-12-15T21:31:32.947+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fabaana'/><title type='text'>Di Balik Himpit Cobaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R_x5Zj8vvaI/AAAAAAAAAHk/lhXo__Rw7Co/s1600-h/kursi+roda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R_x5Zj8vvaI/AAAAAAAAAHk/lhXo__Rw7Co/s200/kursi+roda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187154350877687202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seiring dengan berjalannya waktu, malam berganti siang, dan siang berakhir malam, begitupun seterusnya. Hingga ketika ada seorang laki-laki berjalan menelusuri pinggiran jalan kota Tub Romly, di bawah terik panasnya mentari. Ia berjalan tertatih-tatih, sambil mengayunkan kedua tongkat yang dia gunakan sebagai alat bantu dalam memudahkannya untuk berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah lakunya yang sangat ramah terhadap sesama dan senyumannya yang begitu sejuk dan memukau menjadikanku kian bersemangat untuk terus menelusuri lebih dalam tentang siapakah dia sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun aku pun terus mengikutinya dari belakang. Perlahan demi perlahan, bagaikan air yang mengalir mengikuti arusnya dari hulu ke hilir. Setelah beberapa menit kemudian sampailah dia ke tempat yang dituju, sebuah masjid yang sering ia gunakan untuk talaqqi dengan beberapa syaikh setiap hari Ahad, Rabu dan Jum'at. Dengan rasa lelah dia pun menaiki satu demi satu tangga sampai akhirnya iapun sampai anak tangga ke 13. Setibanya di sana dia pun bergegas masuk dan memenuhi shaff  paling depan yang masih kosong.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai sholat akupun berusaha mendekatinya dan menyapanya. Sebuah senyuman kutebarkan tulus padanya, Pria ini membalas senyumku dengan mengatakan "Assalamualaikum" lalu secara spontan saya pun menjawab salamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah kami jadi kenal. Kami kerap terlibat dalam diskusi tentang pengetahuan agama dan tukar pengalaman. Dia sering  menceritakan masa lalunya saat menimba ilmu selama beberapa tahun di sebuah ma'had, masih di sekitar kota Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, ketika kami sedang bercanda di suatu kesempatan, pdalam pembicaraannya sebuah cerita tentang kejadian-kejadian pahit yang dulu pernah ia jalani sewaktu ia masih muda. Setiap harinya ia tak mampu lepas dari narkoba, minuman keras dan perampokan yang seperti sudah menjadi pekerjaan tetapnya. Sampai suatu hari ketika dia berjalan di trotoar tiba-tiba saja ada sebuah mobil dari arah belakang yang melaju dengan kecepatan tinggi dan menabraknya hingga ia terpental jauh sampai beberapa meter dari tempat kejadian. Kecelekaan yang menyebabkan dia mengalami koma hingga beberapa hari dan tergolek tanpa daya di rumah sakit untuk beberapa minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun ternyata cobaan itu tidak hanya sampai di sana, benturan keras dalam kecelakaan tersebut membuat tulang kedua kakinya remuk. Dia pun harus rela kehilangan dua kaki untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kejadian yang menimpanya saat itu, justru yang kemudian membuatnya sadar dan menumbuhkan semangatnya untuk bisa kembali ke jalan yang benar. Cobaan itu telah membuatnya mampu mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Hingga akhirnya dia pun berikrar bahwasanya dia tidak akan mengulangi lagi perbuatan-parbuatan yang merugikan dirinya sendiri, orang lain dan menjauhi perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pelajaran yang sangat menyentuh hati kita. Bagaimana tidak, sedang dia sendiri yang sudah tidak mempunyai kedua kakinya pun masih sempat berjuang dan bersusah payah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari rumahnya untuk dapat berjamaah sholat lima waktu di masjid. Namun kenapa kita yang masih diberi kesempurnaan oleh Allah begitu enggan mendengar azan dari masjid? Pengalaman pahitnya diamputasi telah memberi dia sebuah hikmah. Atau mungkinkah kita perlu juga mengalami cobaan tersebut baru kita semua akan tergugah? Na'udzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah cerita di atas menjadi pelecut semangat kita untuk kembali menata dan merumuskan hidup kita agar lebih bermakna. Dengan meletakkan ajaran Allah dan Rasul-Nya sebagai pegangan dan pedoman jalan hidup kita. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cakrawala/mams&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-3871518382164177472?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/3871518382164177472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=3871518382164177472&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3871518382164177472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3871518382164177472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/04/di-balik-himpit-cobaan.html' title='Di Balik Himpit Cobaan'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R_x5Zj8vvaI/AAAAAAAAAHk/lhXo__Rw7Co/s72-c/kursi+roda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-673089545717279107</id><published>2008-04-09T10:00:00.002+02:00</published><updated>2008-04-09T10:04:36.119+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ro&apos;yun Ghonam'/><title type='text'>Kiat Pede Hadapi Ujian</title><content type='html'>Duch... ujian bentar lagi menjelang, padahal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;maddahnya&lt;/span&gt; banyak banget. So, gimana ya?&lt;br /&gt;Ujian memang butuh banyak persiapan, mental, fisik, jasmani de-el-el, de es be. Tapi jangan pesimis dulu donk, kalo kita belajar insya Allah kita bisa ngadepinnya dengan penuh percaya diri dan sukses, Amin…&lt;br /&gt;Nah temen-temen untuk edisi kali ini kami punya beberapa kiat-kiat belajar yang mungkin berguna buat ngadepin yang namanya ujian, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sebaiknya buku yang akan dipelajari dibaca daftar isinya terlebih dahulu. Istilahnya, membaca kasar supaya menghadirkan gambaran umum tentang isi sebuah buku. Diharapkan dengan ini, kita akan lebih bisa merumuskan apa yang sedang kita pelajari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menuliskan apa yang sudah dihapal. Untuk membantu kemampuan menghapal, alangkah lebih baiknya kalau apa yang udah dihapal ditulis agar supaya hapalannya lebih melekat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika memahami pelajaran, coba deh kita cari poin inti dari apa yang kita baca. Coz, kadang-kadang ada isi buku yang kalimatnya sering diulang-ulang dan itu yang bikin kita bingung padahal sebenernya intinya cuman sedikit. Dengan ini, kita tidak akan membuang sia-sia tenaga dan fikiran kita untuk hal yang cuman diulang-ulang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buat yang suka men-talkhis, gak ada salahnya kalo khulasoh-nya dibuat semenarik mungkin. Bisa dengan warna, atau gambar-gambar sketsa. Agar ketika kita baca khulasoh itu, gak bikin kepala tambah puyeng. Belum puyeng soal hapal, eh.. udah dibikin puyeng ngeliat khulasoh… cape, deh. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trus yang gak kalah pentingnya, adalah memberi target dan manajemen waktu. Soalnya, kalo gak ditarget bisa-bisa sebulan cuman dapet satu buku, padahal kan tau sendiri, maddah-nya buanyaaak banget…&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sesuaikan waktu dengan kegiatan. Katanya sich, waktu yang pas dan enak buat ngapal ketika pagi. So…daripada adem ayem di bawah selimut, mending buat ngapalin maddah imtihan. Apalagi kita dah tau kalo "naumatu as-shubhi tuuritsu al-faqra," tul gak? Emang mau jadi orang fakir dan miskin rizki?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Next,…. diskusi ama temen bisa juga lho dijadiin sarana buat belajar. Jadi saling tukar pendapat atau informasi atas apa yang udah kita pahami tentang pelajaran yang dibahas dalam diskusi itu. Lebih banyak, lebih cepat, tes pemahaman dan efisiensi waktu gitu, lho…&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalo misalnya ada waktu kosong, mending digunain buat mengulang apa yang udah dipelajari, biar ingatannya makin tajam dan lengket. Jadi, semakin tajam hapalan kita, bikin kita lebih mudah mendekati masa-masa ujian nanti.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan yang perlu diingat juga, hapalan ma yanfasy kalo kita gak paham dengan apa yang kita hapal. Pokoknya badzlul juhdi deh buat memahami tuh buku. Keep fighting, tanya sana-sini dan jangan pernah menyerah buat memahaminya. Kalo masih dalam bentuk buku, itu bukan ilmu namanya… tapi apa yang udah kita pahami dan kita dapetin, itu baru ilmu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nah yang satu ini gak boleh dilupain, doa sebelum dan sesudah belajar. Memang kelihatannya sepele dan mudah. Namun, penulis yakin setiap kita pasti pernah merasakan dahsyatnya sebuah doa berperan dalam kehidupan kita. Masih inget kan, waktu ujian dulu? &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Nah sekarang tinggal bagaimana usaha kita, setengah-setengahkah or sungguh-sungguh? Dan nantinya kita sendirilah yang akan dapetin sesuai dengan keras dan maksimalnya usaha kita. Met belajar… 'asallah an yusahhilana amiin….&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cakrawala /najda&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-673089545717279107?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/673089545717279107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=673089545717279107&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/673089545717279107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/673089545717279107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/04/kiat-pede-hadapi-ujian.html' title='Kiat Pede Hadapi Ujian'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-2397700457720557930</id><published>2008-04-09T09:53:00.002+02:00</published><updated>2008-04-09T10:00:03.344+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hiwar'/><title type='text'>Aminah Nur Fida: Dinamika Bahasa Arab Masisir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R_x3Xj8vvZI/AAAAAAAAAHc/brko8tcLues/s1600-h/Picture2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R_x3Xj8vvZI/AAAAAAAAAHc/brko8tcLues/s200/Picture2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187152117494693266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an yang merupakan sebuah sumber ilmu pengetahuan. Bahasa Arab seringkali dianggap sebagai momok yang menakutkan dan juga terkadang malah dipandang sebelah mata seperti halnya semut dalam timbunan pasir. Padahal ia adalah kunci ilmu pengetahuan, ilmu agama, kultur, sejarah, dan lain sebagainya. Terutama bagi kita—Masisir—yang dengan niat suci datang mencari ilmu ke negeri yang bahasa kesehariannya adalah bahasa Arab. Namun benarkah seluruh kalangan Masisir sadar akan pentingnya bahasa Arab? Berawal dari pertanyaan ini, akhir Maret lalu Senat Mahasiswa Fakultas Bahasa Arab (SEMA-FBA) 2007-2008 mengadakan acara Dauroh Lughowiyah. Seperti apa acaranya? Berikut ini wawancara kru Cakrawala dengan salah seorang steering committee acara Dauroh Lughowiyah, Aminah Nur Fida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sering kami mendengar kata Dauroh Lughowiyah namun terkadang kami, khususnya mahasiswa baru belum mengenal apa itu Dauroh Lughowiyah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dauroh Lughowiyah adalah pelatihan bahasa Arab yang diadakan oleh senat mahasiswa fakultas bahasa Arab (SEMA-FBA). Acara ini merupakan agenda tahunan SEMA-FBA.&lt;br /&gt;                                    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa tujuan diadakannya Dauroh Lughowiyah ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan empat jenis maharoh (kecakapan) Masisir khususnya mahasiswa/I tingkat satu dan dua. Yaitu maharotul-kitabah, maharotul-qiro’ah, maharotul-istima’, dan maharotut-ta’bir. Karena bahasa yang aktif tidak akan terlepas dari empat maharoh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejak kapan Dauroh Lughowiyah ini diadakan secara kontinyu dan siapa yang memprakarsainya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dauroh Lughowiyah ini pertama kali diadakan pada tahun 2005 oleh para pengurus senat bahasa Arab yang pada masa itu yang diketuai oleh Arbi Muhammad Ali. Sejak saat itu, Dauroh Lughowiyah ditetapkan sebagai agenda tahunan SEMA-FBA.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapa saja yang terlibat langsung dengan kegiatan acara Dauroh Lughowiyah ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun ini sedikit berbeda dengan dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2005, SEMA-FBA bekerja sama dengan Lisanul Arab dan Ma’had Qurtubi serta PPMI. Dan muhadhir pada waktu itu adalah Dr. Hani dari Lisanul Arab dan Dr. Wail dari Ma’had Qurtubi.&lt;br /&gt;Sedang pada tahun 2006 acara hanya dilaksanakan pada satu hari. Sama seperti tahun sebelumnya, SEMA-FBA bekerja sama dengan Lisanul Arab dan Ma’had Qurtubi serta PPMI. Ketika itu, tema yang diusung adalah al-lughatul-'arabiyyah wa kayfa natadzawwaquha nadzhariyyan wa tathbiqiyyan.&lt;br /&gt;Dan pada tahun 2007-2008 ini, SEMA-FBA bekerja sama dengan Majma’ Lughah Republik Arab Mesir yang sekarang dikepalai oleh Dr. Mahmud Hafidz sedang dua periode sebelumnya dikepalai oleh Dr. Syauqudh Dhoif dan Dr. Taha Husain. Selain itu juga bekerja sama dengan Lisanul Arab yang dikepalai oleh Dr. Hani. Dan tema kali ini adalah al-lughatul-'arabiyyah baynal-waaqi' wal-amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa hasil yang diharapkan dari acara tersebut?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, kami harap dengan acara ini dapat menumbuhkan dalam diri para peserta kesadaran akan kemampuan diri mereka sehingga mereka terdorong untuk meningkatkan potensi diri serta mengembangkan talenta mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bisakah ustadzah memberikan sedikit gambaran tentang konsep acara Dauroh Lughowiyah pada tahun ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Acara diadakan selama empat hari. Hari pertama materi tentang kecakapan menulis, yaitu tentang kaidah penulisan bahts. Setelah itu simulasi, yaitu bedah bahts yang dibawa peserta. Di sini para peserta akan tahu sejauh mana kualitas bahts yang telah mereka buat.&lt;br /&gt;Hari kedua, materi tentang kecakapan membaca, yaitu tentang kiat-kiat membaca efektif kemudian dilanjutkan dengan simulasi yaitu dua orang dari masing-masing kelompok membaca koran berbahasa Arab. Lalu mengungkapkan, menterjemahkan, serta mencari hilah nahwiyah-nya.&lt;br /&gt;Hari ketiga, materi tentang kecakapan mendengar. Para peserta tidak hanya mendengar tapi juga melihat berita dan film kartun, meski dalam durasi singkat. Kemudian mereka dipersilahkan untuk menceritakan kembali apa yang mereka lihat dan mereka dengar.&lt;br /&gt;Hari keempat, materi tentang maharatut-ta'bir yaitu tentang tata cara men-ta’bir atau mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata yang dilanjutkan dengan simulasi yaitu talkshow di mana setiap kelompok maju dan ditanya oleh petugas acara. Mereka diajarkan untuk menjawab dan mengungkapkan apa yang ada dalam hati dan pikiran mereka seperti halnya bintang tamu dalam acara talkshow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa target dari acara Dauroh Lughowiyah pada tahun ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Target kita tahun ini adalah kesadaran Masisir akan pentingnya bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapan dan di mana acara Dauroh Lughowiyah dilaksanakan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Acara ini dilaksanakan pada tanggal 29 Maret hingga 01 April 2008 di Wisma Nusantara pada pukul 13.00-18.00 WK dan dihadiri oleh utusan dari kekeluargaan, afiliatif, senat dan WIHDAH. Acara ini juga terbuka untuk umum namun peserta dibatasi kurang lebih 80 orang saja. Untuk pembukaan, dihadiri oleh Bapak Abdurrahman Muhammad Fachir yang merupakan Duta Besar Indonesia untuk Mesir.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa pesan ustadzah bagi kawan-kawan Masisir?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Arab adalah bahasa yang kaya akan berbagai pengetahuan. Oleh karena itu mari kita perdalami bahasa Arab. Salah satunya adalah dengan berperan aktif dalam mensukseskan acara ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cakrawala/oya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-2397700457720557930?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/2397700457720557930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=2397700457720557930&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2397700457720557930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2397700457720557930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/04/aminah-nur-fida-dinamika-bahasa-arab.html' title='Aminah Nur Fida: Dinamika Bahasa Arab Masisir'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R_x3Xj8vvZI/AAAAAAAAAHc/brko8tcLues/s72-c/Picture2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-6040977209311141846</id><published>2008-04-09T09:46:00.002+02:00</published><updated>2008-04-09T09:52:33.963+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Senja Merah di Kota Surabaya</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R_x1hz8vvYI/AAAAAAAAAHU/pVmtjYJBVls/s1600-h/sby.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R_x1hz8vvYI/AAAAAAAAAHU/pVmtjYJBVls/s200/sby.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187150094565096834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;oleh Riezky H. G.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;Lalu lalang manusia &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;siang hari ini tampak sangat padat sekali, tak seperti biasanya hari ini terasa amat sesak sekali. Aktifitas penduduk &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt; yang beraneka ragam serta ditambah lagi dengan banyaknya kendaraan roda empat dan roda dua di jalan raya yang penuh sesak berebut jalan saling mendahului, makin menambah kacaunya suasana &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; siang hari itu. Seandainya saja setiap individu dari mereka memiliki kesadaran untuk lebih tertib di jalan raya, kemacetan in tidak akan terjadi. &lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt; adalah &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; terpadat kedua di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setelah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Banyak sekali pendatang dari luar &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt; yang mengadu nasibnya di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tempat lahirku ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;Aku berada tepat diantara ramainya kerumunan kendaraan itu, “Huuuuuhhh”, tak bisa dibayangkan betapa stresnya otak ini. Tapi demi sesuap nasi aku harus rela melakukan ini semua. Ya namaku Maulana, tapi sejak kecil teman-teman lebih akrab memanggilku Molen. Aku hanyalah seorang penjual koran asongan di jalanan. Setiap hari aku harus rela kepanansan, kusut, kusam dan kucel. Malahan terkadang aku juga harus kedinginan berada di kehidupan jalanan yang keras. Itu semua aku lakukan agar aku bisa menyambung hidupku setiap hari. Hasilnya sich tak seberapa, hanya bisa untuk beli “sego kucing” yang cuma mampu untuk mengganjal lambung sebelah kiriku saja. Tapi itu semua harus aku syukuri, karena nasibku lebih beruntung daripada pengemis di jalanan,yang menggantungkan nasibnya hanya dari belas kasih orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;“Len,”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terdengar suara lelaki memanggilku dari kejauhan. Ternyata Cak Prapto, teman senasibku berjualan koran di jalanan. Tapi dia lebih dahulu berjualan koran daripada aku. Cak Prapto inilah yang awalnya menawariku untuk berjualan koran di jalanan semenjak kedua orang tuaku meninggal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;5 tahun silam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;“Ono opo, cak?” tanyaku dengan bahasa jawa kental khas Surabaya, sambil mengusap keringat di dahi yang mengucur deras. Panasnya mentari siang hari ini bikin aku seperti habis mandi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;“Udah habis berapa koranmu, len. Masih banyak ta ?" tanya Cak Prapto sambil berjalan menuju ke arahku. Setiap hari aku dan Cak prapto selalu bersaing dalam menjajakan koran kami, tapi bukan berarti kami bermusuhan. Itu hanya taktik kami untuk lebih semangat dalam menjual koran. Karena nanti hasilnya akan kami kumpulkan untuk makan kami sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;“Lumayan &lt;i&gt;akeh &lt;/i&gt;se, cak. Tinggal 3 koran lagi. Sampeyan &lt;i&gt;dewe&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;piye&lt;/i&gt;, cak. Tinggal berapa koran lagi?” tanyaku lanjut dengan antusias.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;“Alhamdulillah, len. Hari ini semuanya habis laku terjual, maklumlah beritanya kan lagi hangat banget nich,” jawab Cak Prapto sambil tersenyum lebar dan puas.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;Sudah hampir dua bulan lebih ini, berita tentang lumpur Lapindo yang semakin parah memenuhi halaman depan &lt;i&gt;headline&lt;/i&gt; setiap koran di Surabaya. Termasuk koran yang sedang kujual saat ini. Entah kenapa sudah hampir dua tahun lebih, masalah lumpur Lapindo ini masih juga belum menemukan titik temu pemecahannya. Padahal jumlah korban sudah semakin banyak, baik itu berupa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harta dan juga nyawa. Sebagai sesama rakyat kecil aku hanya bisa ikut berdoa agar Allah sudi kiranya memaafkan dan memberikan jalan keluar secepatnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Len, sepertinya hari ini kita sudah dulu ya jualannya, sebentar lagi kan sudah hampir masuk waktu maghrib. Gimana kalau kita beristirahat sebentar di masjid Al-Falah depan KBS sana, sambil menanti saat buka puasa." ajak Cak Prapto.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;Tanpa kata, kamipun berjalan beriringan, sambil sesekali terdengar canda tawa. Sedikit obat pelepas dan penghancur peluh dan lelah setelah seharian berjualan di bawah terik mentari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;lama kemudian, “Allohu Akbar-Allohu Akbar……,terdengar suara adzan maghrib dari menara masjid yang berada tepat dijantung kota Surabaya ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;“Alhamdulillah…akhirnya datang juga waktu buka puasa, Len,” kata Cak Prapto kepadaku dengan nada lega.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Iya kang, akhirnya selesai juga puasa kita hari ini." sahutku pelan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;Setelah selesai meneguk segelas teh hangat dan dua buah gorengan “ote-ote”, kami berdua bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan sholat maghrib berjamaah bersama dengan warga Surabaya yang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;Suara imam masjid ini sangat merdu sekali, kataku dalam hati. Seluruh jiwa dan ragaku ikut terhanyut dalam lantunan surat Al-Ashr yang ditartilkannya secara sempurna. Sungguh bacaan yang sangat indah, tak pernah aku mendengarkan sebelumnya. Terbayang dalam benakku, jika suatu saat nanti aku mati dan berada di akhirat aku bertemu dan menghadap ALLAH, sang Maha Perkasa. Sanggupkah diriku mempertanggungjawabkan semua perbuatanku selama ini?? &lt;i&gt;“Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, melainkan orang yang beriman dan beramal sholeh”.&lt;/i&gt; Tak terasa air mata menetes membasahi pipiku. Terharu hati ini, ingin rasanya memutar kembali waktu dan memperbaiki semua hidupku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selesai sholat berjamaah aku duduk di emperan masjid dekat pintu keluar. Aku melamun lama di sana. Pikiranku menerawang jauh ke masa lalu. Masa di mana masih ada bapak dan ibu yang menemaniku, menimangku, memanjakanku. Walaupun dulu kami hanya hidup bertiga, dengan keadaan yang pas-pasan, namun kami tetap merasakan bahagia. Karena aku mempunyai orang tua yang sholih dan sholihah serta bijaksana. Bapak yang selalu mengajariku mengaji membaca Al-Qur’an, ibu yang selalu menemani dan membelaiku ketika aku tidur. Sampai akhirnya datang hari itu, hari dimana sebuah truk dengan sopir yang mabuk menabrak kedua orang tuaku yang sedang berjualan nasi pecel di warung pinggir jalan. Seketika itu nyawa kedua orang tuaku melayang. Tanpa terasa di tengah-tengah lamunanku, aku tertidur pulas di depan teras masjid. Beban kehidupan jalanan yang terasa begitu berat di pundakku, kini terasa sedikit lega….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;“Len….Len…!" suara Cak Prapto membuatku terperanjat dari tidur pulasku.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;"Astaghfirulloh, cak. &lt;i&gt;Sepurane sing akeh yo&lt;/i&gt;..” maaf banget lho cak, tadi aku ketiduran disini habis sholat maghrib. “Jam berapa sekarang, cak? Udah sholat Isya ya?” tanyaku kebingungan sambil mengucek-ngucek mata.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;“Ya jelas sudah dari tadi to Len, ini kan dah jam 8 malam…, ayo kamu mau pulang ga ke rumah?” Tanya Cak Prapto kepadaku sambil menjulurkan tangannya ke arahku.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;“Cak, aku pengen banget bisa menjadi seorang kyai seperti Zainudin.MZ. Bisa memberikan ilmu agama ke sesama muslim, menjadi panutan dan contoh bagi masyarakat. Tapi &lt;i&gt;opo iso yo cak?&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Wong&lt;/i&gt; sekolah dasar aja aku ga lulus. “Belajar di pondok juga aku ga pernah, gimana bisa jadi kyai?” tanyaku membuka percakapan malam itu.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;"&lt;i&gt;Walah&lt;/i&gt;, Len. Kamu itu pinter, &lt;i&gt;le&lt;/i&gt;. Walaupun kamu ga pernah sekolah, tapi kamu kan pinter baca Al-Qur’an, hafal 30 juz lagi. Dibandingkan sama aku, ya aku itu gak ada apa-apanya &lt;i&gt;le&lt;/i&gt;," Jawab Cak Prapto membesarkan hatiku.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;"Iya, cak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini semua berkat almarhum Bapak yang selalu mengajariku dan membimbingku dalam mengaji Al-Qur’an."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ingatanku kembali ke saat dulu, saat ayahku masih hidup dan mengajariku dengan ketegasan dan perhatian beliau atasku. Sejenak aku termenung dan sedikit mengumpulkan kekuatan untuk kembali sadar dari kesedihan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(bersambung)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 28.3pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span lang="EN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-weight: bold;"&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-6040977209311141846?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/6040977209311141846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=6040977209311141846&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6040977209311141846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6040977209311141846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/04/senja-merah-di-kota-surabaya.html' title='Senja Merah di Kota Surabaya'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R_x1hz8vvYI/AAAAAAAAAHU/pVmtjYJBVls/s72-c/sby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-6186853304027513315</id><published>2008-04-09T09:42:00.001+02:00</published><updated>2008-04-09T09:46:12.860+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Poetry</title><content type='html'>by Simple girl neef&lt;br /&gt;                                &lt;br /&gt;FOR ‘UR  AIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Long distance has been acrossed&lt;br /&gt;Thousand miles has been seized&lt;br /&gt;Million hopes has been created&lt;br /&gt;Your future in your hand&lt;br /&gt;      Fighting with all of power&lt;br /&gt;      Effort with all of soul&lt;br /&gt;      Reaching last purpose&lt;br /&gt;      with hundred smile…..&lt;br /&gt;for your aim&lt;br /&gt;for your parents hope&lt;br /&gt;for your family smile&lt;br /&gt;      became a looser?&lt;br /&gt;      Or to be a winner?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   SEPERTI INI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekeping ragu…..&lt;br /&gt;Segenggam harap….&lt;br /&gt;Sepotong asa….&lt;br /&gt;Selaksa mimpi….&lt;br /&gt;                         Terjalin, terpaut&lt;br /&gt;                         Tercipta, terkisah&lt;br /&gt;Lelah dalam harap&lt;br /&gt;Rapuh dalam diam&lt;br /&gt;                  Selalu….&lt;br /&gt;                  Selalu….&lt;br /&gt;Seperti ini&lt;br /&gt;Dan terus&lt;br /&gt;Seperti ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                LAGU RINDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seuntai rasa di kalbuku&lt;br /&gt;Mungkin dapat dimaknai rindu&lt;br /&gt;Akan canda yang kian pudar&lt;br /&gt;Dan cinta yang makin punah&lt;br /&gt;Dalam kelabu langit yang syahdu&lt;br /&gt;Ku rangkai indah sebuah lagu&lt;br /&gt;Melodi dari hati yang rapuh…&lt;br /&gt;Lantunkan resah dan keluh&lt;br /&gt;Bertemakan rindu….&lt;br /&gt;Pada embun yang tercipta pagi&lt;br /&gt;Pada daun yang tersusun rapi&lt;br /&gt;Pada awan yang berarak pergi&lt;br /&gt;Ku yakin ini hanya rasaku sendiri…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                 TEMBANG KITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku rasa kita….&lt;br /&gt;Semakin menjauh&lt;br /&gt;Semakin merenggang&lt;br /&gt;Semakin berjarak…&lt;br /&gt;Ku rasa kita ….&lt;br /&gt;Tak lagi saling peduli&lt;br /&gt;Tak lagi saling mengerti&lt;br /&gt;Tak lagi saling memahami&lt;br /&gt;Ku ingin kita…&lt;br /&gt;Seperti dulu lagi&lt;br /&gt;Merangkai hari&lt;br /&gt;Merajut asa&lt;br /&gt;Bersama…&lt;br /&gt;Dalam canda&lt;br /&gt;Dalam duka&lt;br /&gt;Dalam shimponi yang satu&lt;br /&gt;Mengalun merdu&lt;br /&gt;Dalam tembang kita&lt;br /&gt;Sebuah jalinan indah persahabatan…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-6186853304027513315?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/6186853304027513315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=6186853304027513315&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6186853304027513315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6186853304027513315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/04/poetry.html' title='Poetry'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-6058794574353821734</id><published>2008-04-09T09:37:00.002+02:00</published><updated>2008-04-09T09:42:23.533+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Akhir'/><title type='text'>Sebuah Titik di Hati Nurani</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Oleh Nailunni'am (Pemred Cakrawala)&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Prolog&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Suatu pagi yang cerah, dibarengi cicit burung di balik jendela Bawwabah III. Ranting pohon bergerak ditiup desir angin, memantulkan selarik cahaya mentari pagi. Dan daun-daun masih bergerak berirama pagi itu, ketika tiba-tiba seorang kawan menjawab, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;“Afwan bro, besok tanggal 18 ana gak bisa ikut… lagi mo konfirmasi tempat.…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Lalu di tempat lain, ada pula yang berkomentar, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;“Wah… &lt;i&gt;jawazat&lt;/i&gt; senin depan nih, mimpi buruk mulai lagi &lt;i&gt;deh&lt;/i&gt;...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Perputaran dinamika masisir di sini begitu cepat. Tak sadar, ketika kita baru saja selesai nonton &lt;i&gt;Transformers&lt;/i&gt;, dan jam di &lt;i&gt;hape&lt;/i&gt; udah pula nunjukkin pukul 1 malam. Sekilas berikutnya kita pun sudah terlelap tidur, untuk kemudian bangun lagi tunaikan sholat Subuh. Baca Qur’an sebentar, sambil menghapal dan satu jam pun terlewati. Kemudian membaca &lt;i&gt;muqorror&lt;/i&gt; kuliah hingga jam di dinding berdentang 8 kali. Setelah sarapan dan mandi… kita pun siap berjalan kaki ke &lt;i&gt;mahatthah&lt;/i&gt;, lalu berangkat ke &lt;i&gt;Darrasah&lt;/i&gt; untuk kuliah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Settingan tempat pun berpindah ke sebuah masjid dengan menara kembarnya. Berderet kata tersusun, terlontar begitu lepas dari mulut-mulut kita. Tak lupa diselingi canda dan tawa. Deret kata-kata itu pun lalu teralur, menjadi sebuah &lt;i&gt;siyaq&lt;/i&gt;, obrolan tentang kuliah, organisasi, muqorror, dan mungkin pula peta belanja rumah. Hingga ketika siang jadi semakin sore, dengan sisa-sisa tenaga, kita pun kembali berkutat dengan persaingan menuju bus idaman pulang, masih dengan 80 coret. Dan kursi berdebu itupun jadi tempat kita mengadu, memejamkan mata, dan merebahkan diri sejenak, berharap akan ada sebuah tenaga baru untuk berbagai tugas yang sudah siap menjemput kita di &lt;i&gt;mahattah&lt;/i&gt; tujuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Variasi meeting dan kumpul juklak yang sekarang jadi &lt;i&gt;lunch&lt;/i&gt; kita. Pertukaran ide dan aplikasi visi dan misi tujuan organisasi pun memenuhi ruang &lt;i&gt;solah&lt;/i&gt;, di sebuah &lt;i&gt;syaqqah&lt;/i&gt;. Pun tak jauh dari kawasan 10&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; Swessery, ada &lt;i&gt;syaqqah&lt;/i&gt; lain, saling berlempar dan bertukar ilmu dalam sebuah kajian dan kelompok studi. Satu orang berbicara, dan kemudian disanggah ataupun diberi masukan dan tambahan akan sebuah pokok masalah. Malam pun kemudian ditutup dengan sejenak bermain Monopoly, Zombie Shooter atau Feeding Frenzy 2. Dan tanpa terasa tubuh kita jadi terasa berat di atas &lt;i&gt;firosy&lt;/i&gt; dan bergumul dengan selimut. Satu hari yang indah kemudian berlalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Tapi, tunggu…. Sebelum ia benar-benar berlalu dan jadi pagi yang baru, &lt;i&gt;yuk&lt;/i&gt; kita intip kembali sesaat sebelum mata kita benar-benar terpejam 5 menit yang lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Kita inget-inget kembali beberapa istilah berikut; sibuk latihan basket dan bola di &lt;i&gt;nadi&lt;/i&gt; Salab atau Madrasah, kerja di organisasi siang malam, berebutan naik bus, berjuang demi kuliah, Lc (lancar &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;), friendster, dan download. Tak lupa pula, melirik dan cari calon&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pasangan hidup. Lalu yang ada hanya kosong dan tersiksa dalam hampa. Seolah-olah tubuh kita terseret kesana-kemari oleh padatnya aktifitas. Menyeret langkah tanpa nyawa, melewati sebuah titik jenuh….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Sederet pertanyaan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Dinamika dan pergulatan masisir begitu kompleks. Sekian banyak data deretan jadwal kegiatan dari seorang makhluk bergelar mahasiswa. Entah siapapun dia, selalu saja ada setumpuk kegiatan di depan matanya. Namun, pernahkah terbetik dalam setiap gerak langkah kita, tentang sebuah pertanyaan sederhana; siapa dan apa diri kita? Kemana sesungguhnya tujuan dari aktifitas padat kita ini? Lalu untuk apa, semua yang telah dan sedang kita perjuangkan? Dan sebenarnya, di mana nyawa dan ruh dari padatnya kesibukan kita? Mengapa terkadang kita merasa sampai pada titik jenuh?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Mengurai benang kusut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Sejenak mari kita tarik nafas dalam-dalam. Sekali…dua kali…sambil pejamkan mata. Lalu heningkan suasana di sekitar kita. Abaikan semua yang terjadi di sekeliling kita. Biarkan detik demi detiknya. Dan saat semuanya serasa terhenti, coba dengar sebuah suara. Satu suara yang dalam hari-hari kita semakin tak terdengar. Suara yang sekian lama ini tertutup oleh suara-suara duniawi kita. Suara yang makin tak bisa kita rasa, saat aktifitas dunia kita merenggutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Pandanglah titik putih itu, dan biarkan ia berbicara… dengarkan kata-katanya, sekali ini saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Pernahkah kita mendengarnya? Saat jantung kita berdetak, dan menyebut ‘subhanallah’… dan saat darah kita mengalir dan bertahmid ‘alhamdulillah’… atau saat oksigen dihirup paru-paru dan bertakbir ‘Allahu Akbar’… pernahkah kita mendengarnya? Atau kita yang tak pernah ingin mendengar mereka?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Titik cahaya itu pun menyorot keluar dari bilik relung hati kita, dan bertanya, “&lt;i&gt;fa ainallah&lt;/i&gt;?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Ya, di manakah Allah dalam setiap ketikan kata dalam &lt;i&gt;chat room&lt;/i&gt;? Di manakah Allah dalam deru langkah kita menggocek bola? Atau di manakah Allah saat kita berdebat tentang sebuah agenda program kerja? Lalu di mana pula kita letakkan nama indah-Nya saat beradu mata dengan makhluk ciptaan-Nya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Sebuah bus tua 3 &lt;i&gt;jim&lt;/i&gt; melaju pelan. Diiringi teriakan sang Astoh, “Rab’ah…Rab’ah….” Dan debu musim panas berterbangan kian tak tentu arah. Di ujung atap bus reot itupun tertulis dalam tinta merah, “&lt;i&gt;La tansa dzikrallah…”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;Ya, kini saatnya meletakkan kebesaran nama-Nya dalam setiap langkah kita. Awali setiap aktifitas kita dengan basmalah, dan akhiri dengan hamdalah. Niatkan semua yang kita perjuangkan, dalam organisasi, kuliah, bahkan refreshing main game, hanya karena Allah semata, bukan karena si dia, &lt;i&gt;gak&lt;/i&gt; enak ama temen, apalagi karena berharap pujian manusia. Dan kemudian, temukan kelapangan barokah dan nyawa dalam setiap aktifitas kita, agar ia tak lagi sia-sia. Karena harapan kita hanya tertuju pada-Nya, sang Pembalas segala amal baik hamba-Nya. Insya Allah…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="EN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;..!!!&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="EN"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-6058794574353821734?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/6058794574353821734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=6058794574353821734&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6058794574353821734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6058794574353821734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/04/sebuah-titik-di-hati-nurani.html' title='Sebuah Titik di Hati Nurani'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-6686080296314785953</id><published>2008-03-19T19:44:00.004+02:00</published><updated>2008-03-19T19:55:44.004+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Matbakh &apos;Am'/><title type='text'>Akhirnya Terbit Juga!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FRfj3GdxI/AAAAAAAAAHE/imbhdHniR5k/s1600-h/CAKRAWALA+perdana-edited.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FRfj3GdxI/AAAAAAAAAHE/imbhdHniR5k/s320/CAKRAWALA+perdana-edited.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179510649096926994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ditingkahi deru angin sore dan rerumputan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hadiqah Dauliyah&lt;/span&gt;, tiga ketua baru terpilih sebagai dirigen yang akan mengawal perjalanan angkatan mahasiswa baru (Maba) 2007-2008 Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM). Selang beberapa hari kemudian tepatnya Kamis, 21 Februari 2008, di digelar rapat akbar yang bertempat di kawasan Bawabah. Pertemuan yang dihadiri keluarga besar angkatan baru ini menelurkan Nozha (Nadwatul Ummah lil ‘izzah waz zakah bil hidayah) sebagai nama angkatan baru ini. Hari itu pula, kami ditahbiskan sebagai kru Cakrawala yang baru, sebagai corong angkatan Maba IKPM untuk berbaur dalam dunia perbuletinan Masisir yang penuh warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas yang tidak mudah untuk mengambil alih estafet perjuangan. Harus diakui bahwa sedikit banyak kami terbebani prestasi bagus yang dulu ditorehkan para pendahulu. Sempitnya tenggat waktu yang ada untuk mengejar terbitnya edisi perdana menjadi momok lain yang menghadang. Kami dituntut untuk bisa menelurkan sebuah edisi perdana yang maksimal. Namun kami sadar, kami masih terlalu hijau untuk bisa ikut meramaikan dunia pers dan publikasi di alam Masisir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kami sadar, merenungi belitan problematika yang ada tidak akan menyelesaikan masalah. Terminologi menyerah dan putus asa harus dibuang jauh-jauh. Haram bertekuk lutut sebelum mengerahkan seluruh kemampuan. Selama beberapa hari tim redaksi harus pontang-panting mengejar tenggat terbit. Jatah istirahat di malam hari pun sampai ikut dikorbankan diganti dengan ketukan tuts keyboard dan kopi pahit serta panganan seadanya. Akhirnya dengan segala kekurangan dan ketidaksempurnaan, edisi perdana Cakrawala periode Nozha berhasil menyapa khalayak pembaca dilanjutkan dengan versi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;on line &lt;/span&gt;di &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;cakrawalaikpm.blogspot.com.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dengan segala kerendahan hati Cakrawala mengucapkan selamat membaca kepada anda. Teriring doa dan harapan semoga edisi selanjutnya tampil lebih baik lagi. Kami pun selalu membuka pintu, menyambut keikutsertaan pembaca memberikan sumbangan karya tulis, ide, saran dan kritik kepada Cakrawala. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;No pain, no gain.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-6686080296314785953?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/6686080296314785953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=6686080296314785953&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6686080296314785953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6686080296314785953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/03/akhirnya-terbit-juga.html' title='Akhirnya Terbit Juga!'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FRfj3GdxI/AAAAAAAAAHE/imbhdHniR5k/s72-c/CAKRAWALA+perdana-edited.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-2495269986893597805</id><published>2008-03-19T19:39:00.002+02:00</published><updated>2008-03-19T19:42:10.865+02:00</updated><title type='text'>Cermin Hati</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:  Lalu Reza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FQWj3GdvI/AAAAAAAAAG0/ZS3nTSbvGLg/s1600-h/tausiyah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FQWj3GdvI/AAAAAAAAAG0/ZS3nTSbvGLg/s200/tausiyah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179509394966476530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hati itu bagaikan kaca mata. Kalau kita menggunakan kaca mata yang bening, apa yang kita lihat akan ta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mpak apa adanya. Yang putih akan jelas putihnya, yang coklat muda akan jelas warna aslinya. Namun kalau kita menggunakan kaca mata hitam, apa yang kita lihat tidak akan sesuai aslinya. Yang putih akan kelihatan abu muda dan warna coklat muda akan menjadi coklat tua. Demikian &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;juga hati, kalau hati jernih, kita akan melihat realita itu apa adanya, sementara kalau hati kita kotor atau hitam, kita akan melihat realita itu tidak seperti sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda :“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta-hata kamu tapi melihat hati dan perbuatanmu. (H.R. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini memberikan ilustrasi yang sangat indah. Hati manusia itu sesungguhnya bersih atau bersinar, namun suka tertutupi oleh awan kemaksitan hingga sinarnya menjadi tidak tampak. Oleh sebab itu, kita harus berusaha menghilangkan awan yang menutupi cahaya hati kita. Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Introspeksi diri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perbaikan Diri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tadabbur Al Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menjaga Kelangsungan Amal Saleh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengisi Waktu dengan Zikir&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bergaul dengan Orang-Orang Saleh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berbagi Kasih dengan Fakir, Miskin, dan Yatim&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengingat Mati&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menghadiri Majelis Ilmu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berdo'a kepada Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, hati merupakan panglima untuk seluruh anggota jasad kita. Kalau hati bening, kelakuan kita pun akan beres. Tapi kalau hati kita busuk, seluruh amaliah pun busuk. Ada sepuluh cara agar kita memiliki hati yang suci, yaitu; Introspeksi diri, perbaikan diri, tadabbur Qur'an, menjaga kelangsungan amal saleh, mengisi waktu dengan zikir, bergaul dengan orang-orang saleh, berbagi kasih dengan fakir miskin dan anak yatim, mengingat mati, menghadiri majelis ta'lim, dan berdo'a kepada Allah swt. Mudah-mudahan Allah swt. selalu memberi kepada kita hati yang bening. Amiin . Wallahu'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-2495269986893597805?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/2495269986893597805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=2495269986893597805&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2495269986893597805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2495269986893597805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/03/cermin-hati.html' title='Cermin Hati'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FQWj3GdvI/AAAAAAAAAG0/ZS3nTSbvGLg/s72-c/tausiyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-3512227171196042826</id><published>2008-03-19T19:38:00.002+02:00</published><updated>2008-03-19T19:58:16.744+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Akhir'/><title type='text'>Ayo Kuliah...!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FSqT3GdyI/AAAAAAAAAHM/9csOolzuzf4/s1600-h/Cairo-al-Azhar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FSqT3GdyI/AAAAAAAAAHM/9csOolzuzf4/s320/Cairo-al-Azhar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179511933292148514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oleh: Nailunni'am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buat apa sih kuliah?"&lt;br /&gt;"Lagi OL nih, tanggung.."&lt;br /&gt;"Kuliah? Mending cari laptop di Shorog..."&lt;br /&gt;Beberapa komentar yang secara spontan terlontar dari mulut kita. Kita tidak menafikan manfaat kuliah dalam hati dan lisan kita. Namun tetap saja, kuliah masih menjadi yang nomor dua. Ia di bawah kepentingan organisasi. Ia di belakang antrian padat jadwal kepentingan pribadi. Pun, ia masih kalah dibanding prioritas jalan bareng temen-temen sendiri.&lt;br /&gt;"Kuliah? Jauh banget man..."&lt;br /&gt;"Hah, capeknya doang, gak tau doktornya ngomong apa..."&lt;br /&gt;"Dingin... ntar siang-an aja..."&lt;br /&gt;Fakta&lt;br /&gt;Berbeda dengan suasana kuliah di Indonesia, nidzam dan suasana lingkungan kuliah di Kairo ini, Azhar khususnya, emang beda. Kuliah di sini tak pernah dituntut untuk selalu hadir di muhadarah. Jalan menuju ke kampus pun relatif sama, 80 coret, yang senantiasa membuat suasana berangkat dan pulang jadi tak enak, bersaing naik bus. Belum lagi bagi mahasiswa baru kayak kita nie, pengantar bahasa muhadoroh dengan bahasa 'amiyah bikin kita ngantuk, termasuk godaan online 24 jam di depan komputer.&lt;br /&gt;So, tak salah bila faktor-faktor di atas membuat kuliah jadi yang nomor dua di kalangan Masisir. Seolah-olah, ke kuliah itu penuh dengan rintangan, kesulitan, dan segala hal yang sia-sia saja bila kita perjuangkan. Hanya menghabiskan waktu buat perjalanannya, merenggut tenaga kita untuk muhadarah yang belum tentu pahamnya, dan akhirnya sia-sia saja.&lt;br /&gt;Kalo begitu, apa benar kuliah jadi tak berarti sama sekali?&lt;br /&gt;Suatu siang penulis berjalan menyusuri trotoar menuju Bawwabah. Lalu dikejutkan oleh suara temen yang memanggil dan bertanya,"Mo kemana? Nggak kuliah?"&lt;br /&gt;"Kuliah?" batinku. Suatu kata yang tak pernah lagi kudengar dari teriakan prioritas di hati. Sebegitu pentingkah?&lt;br /&gt;Yuk, kita renungi bareng-bareng....&lt;br /&gt;Pertama, ke Azhar apa yang kau cari?&lt;br /&gt;Sepertinya kita perlu mengulang kembali pelajaran kepondokmodernan dulu, dengan konteks yang berbeda tentunya. Apa tujuan kita semula sebelum datang ke sini? Berorganisasikah, cari rumah enakkah? makan 'isy kah? Jalan-jalan ke Nil kah? Atau apa?&lt;br /&gt;Dengan mengingat kembali apa yang jadi tujuan kita semula, sudah sepantasnya kita menata kembali hidup kita sekarang. Apa yang jadi prioritas kita saat ini. Sudahkah belajar, membaca muqorror, dan hadir di kuliah jadi yang nomor satu dalam kalender kegiatan kita?&lt;br /&gt;Tak perlu takut akhi… tak mampu memahami pelajaran itu biasa. Jauh dari kampus itu wajar. Godaan malas dan senang-senang itu temen kita sehari-hari. So, ia bukanlah penyakit yang perlu kita takuti dan lantas kita maklumi, tanpa perlu diobati. Ingatlah, bahwa malas, godaan, dan kesulitan adalah tantangan yang wajib kita akui adanya. Kita tak kan pernah bisa lari darinya. Hidup adalah kumpulan kata dari sinonim perjuangan. Hadapilah, dan kau akan tahu jalan keluarnya. Bukankah dalam mahfudzot kita masih hapal, Jarrib wa laahidz takun ‘arifan.&lt;br /&gt;Saya ingat ucapan seorang temen selepas pulang dari kuliah, “Iya, gak paham. Tapi kalau gak paham lantas kita lari darinya, kapan kita akan bisa paham?” Ya, biasakanlah. Karena bahasa adalah skill. Dan skill terasah karena sering dipraktekkan. Masih ingat dulu waktu kita pertama kali membaca bahasa Arab, atau mengendarai motor? Semuanya kelihatan sulit, tapi apa sekarang, ia sudah menjadi hal yang biasa saja buat kita, tul kan?&lt;br /&gt;Yang kedua, ingatlah bahwa kita adalah seorang muslim. Tugas seorang muslim hanyalah ikhlas berusaha lalu tawakkal kepada-Nya. Nah, kalo toh seandainya kita sudah berusaha berangkat ke kuliah lalu masuk muhadarah dan belum juga mampu memahaminya, itu bukan berarti usaha kita akan sia-sia. Ingatlah bahwa sesungguhnya tak ada yang sia-sia dari usaha seorang muslim, bila 3 hal mendasar telah dikerjakannya: 1. Luruskan niat 2. Maksimalkan ikhtiar 3. Tawakkal&lt;br /&gt;Sudah ikhlaskah niat kita ke Mesir ini hanya karena Allah swt.?&lt;br /&gt;Seberapa maksimalkah usaha yang sudah kita lakukan untuk paham?&lt;br /&gt;Dan benarkah kita sudah bertawakkal kepada-Nya?&lt;br /&gt;Apabila ketiganya sudah benar-benar kita laksanakan, secara alami, akan terbentuklah buah yang tak diberikan Allah kepada sembarang orang. Yaitu buah manisnya iman. Sebagaimana yang disabdakan Rasululllah saw, “Alangkah bahagianya seorang mu’min. Bila ditimpa musibah (kesulitan) mereka bersabar, dan dengannya mereka mendapat pahala (bahagia). Sementara bila mereka mendapat kesenangan mereka bersyukur, lalu dengannya pula mereka mendapat pahala (bahagia).” (Hasan)&lt;br /&gt;Allah swt. bahkan berjanji dalam firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal soleh, sesungguhnya kami tak akan menyia-nyiakan usaha orang yang berbuat baik. (QS. Al-Kahfi)&lt;br /&gt;Next, apa lagi yang perlu kita tunggu? Segera letakkan kuliah dan ilmu adalah prioritas nomor satu dalam kalender kegiatan kita…. Dan bahagia itu akan datang bersama kesulitan yang kita hadapi. Ayo kuliah…..!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-3512227171196042826?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/3512227171196042826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=3512227171196042826&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3512227171196042826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3512227171196042826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/03/ayo-kuliah.html' title='Ayo Kuliah...!!!'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FSqT3GdyI/AAAAAAAAAHM/9csOolzuzf4/s72-c/Cairo-al-Azhar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-4215701800335398462</id><published>2008-03-19T19:12:00.003+02:00</published><updated>2008-03-19T19:35:42.952+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kita'/><title type='text'>Nozha; Trying to Be The Best</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FOuT3GduI/AAAAAAAAAGs/Lu8yID4f_tY/s1600-h/nozha1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 183px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FOuT3GduI/AAAAAAAAAGs/Lu8yID4f_tY/s200/nozha1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179507603965114082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN"  style="font-size:100%;"&gt;Mahasiswa angkatan baru, seharusnya membawa semangat baru. Meskipun di awal kedatangan mereka ke negeri Seribu menara ini harus di uji dengan keterlambatan dan rumitnya birokrasi, tentunya hal ini tidak boleh dijadikan alasan bagi mereka untuk tidak bisa berbuat apa-apa dan lantas menyalahkan keadaan. Justru dengan keadaan yang serba mendesak ini seharusnya mereka terpacu untuk bisa mengerjakan apa yang mereka mampu kerjakan dan tentunya dengan target yang maksimal. Walau harus bisa bertarung dengan adaptasi cuaca serta berlomba dengan waktu yang sempit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span lang="EN"  style="font-size:100%;"&gt;Tapi, seperti layaknya keberagaman manusia. Tidak semua orang yang mampu mengambil peluang diantara hal-hal kecil yang menyulitkan. Contohnya, ada saja yang mengerjakan aktifitas lain. Seperti melamun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span lang="EN"  style="font-size:100%;"&gt;Lha ko melamun ? Ya, melamunkan andai saja, andai begini, andai begitu, coba saja dan coba-coba lainnya. Tentunya kita sudah mengerti bahwa hal tersebut hanya akan membawa diri kepada kesia-siaan. Dan memang itulah fenomena yang ada sekarang. Fenomena yang dimana manusia bisa dan mau untuk terpuruk lama dalam duka dan kesedihan tanpa berusaha untuk bisa merubahnya untuk menjadi lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span lang="EN"  style="font-size:100%;"&gt;Tapi, insya Allah kita semua termasuk orang-orang yang ingin terus maju dan berlomba mengejar harapan dan cita-cita mereka, tidak hanya mau untuk berjalan di tempat saja. Buletin Cakrawala yang sedang anda baca saat ini menjadi saksi nyata tentang wujud keinginan kuat kami untuk maju dan berbuat lebih baik diantara kekurangan dan kelemahan kami. Mungkin belum banyak yang benar-benar mengetahui apa saja tentang mahasiswa angkatan baru almamater IKPM tahun ini. Kalau angkatan mahasiswa sebelumnya bernama Imtiyaz, Tanafuz dan lainnya. Maka angkatan baru ini kami beri nama Nozha. Nama takkan berarti apa-apa tanpa ada arti yang membuatnya lebih berfilosofis. Nama merupakan sebuah doa dan harapan yang ingin diraih oleh kita bersama. Nama juga diberikan bukan sekedar sebagai simbol atau alat panggilan, melainkan harus mempunyai makna yang lebih dalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span lang="EN"  style="font-size:100%;"&gt;Kata Nozha berasal dari asal kata Na Za Ha, yang berarti kesucian/kelurusan hati/dan kebersihan. Atau dalam makna lain Nazzaha yang bermakna menjauhkan dari hal yang keji. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span lang="EN"  style="font-size:100%;"&gt;Makna kata ini sebagai harapan untuk bisa menyucikan, meluruskan hati dan membersihkannya dari noda-noda kufur dan syirik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span lang="EN"  style="font-size:100%;"&gt;Kata Nozha sendiri merupakan singkatan dari Nadwatul Ummah lil 'izzah waz zakaah bihidayatillah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span lang="EN"  style="font-size:100%;"&gt;Yang berarti sebuah halaqah umat yang nantinya akan kembali menegakkan kemuliaan dan kesucian Islam dengan bernaung di bawah hidayah Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span lang="EN"  style="font-size:100%;"&gt;Amien...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span lang="EN"  style="font-size:100%;"&gt;Tapi, apa arti sebuah nama kalau seandainya tidak ada usaha untuk merealisasikan apa yang diusung dengan nama tersebut. Ya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;el-kalaam huwa nishfud du'aa&lt;/span&gt;. Ssemoga dengan permulaan yang baik ini, akan terus berlanjut baik hingga seterusnya. Amien.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN"&gt;"The good beginning makes the good ending". cakrawala/najda&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-EG"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-4215701800335398462?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/4215701800335398462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=4215701800335398462&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4215701800335398462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4215701800335398462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/03/nozha-trying-to-be-best.html' title='Nozha; Trying to Be The Best'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FOuT3GduI/AAAAAAAAAGs/Lu8yID4f_tY/s72-c/nozha1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-4743445071080510408</id><published>2008-03-19T19:10:00.001+02:00</published><updated>2008-03-19T19:17:18.999+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kita'/><title type='text'>Latihan Perdana Nozha FC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FKhT3GdmI/AAAAAAAAAFs/ClB8fGUM6sQ/s1600-h/DSC00668.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FKhT3GdmI/AAAAAAAAAFs/ClB8fGUM6sQ/s320/DSC00668.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179502982580303458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nozha FC, klub sepakbola bentukan marhalah kedatangan 2007 IKPM, melakukan latihan perdananya di nadi Madrasah, di bilangan Hay Asyir, Selasa kemarin (4/3) pagi. Acara yang dimulai pukul  09.00 ini diikuti oleh sebagian besar Nozha putra. Sebanyak 20-an orang ikut dalam latihan perdana kali ini. Termasuk dua orang sesepuh kita, rais IKPM, pak Wara dan bung Arif juga terlihat dalam latihan pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dimulai dengan do’a dan lari-lari kecil mengitari lapangan sebanyak 2 kali, dipimpin oleh rois Nozha, Redong. Selanjutnya pemanasan di hari yang masih dingin itu, dilanjutkan dengan senam yang dihitung secara bergantian. Dan diakhiri dengan permainan kucing-kucingan. Yang menarik, sesepuh kita, pak Wara juga sempat jadi kucingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun latihan itu sendiri, sebagai ajang seleksi pemain dan pencarian formasi yang pas. Maka dibentuklah 3 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 7 orang, yakni kelompok A, B dan C. Kelompok A dan B memulai latihan, dengan bola pertama kali dipegang oleh kelompok B. Tak disangka, ketika pertandingan baru berjalan 5 menit sebuah tendangan keras dan terarah dari Lalu berhasil ditangkap Hidayat, kelompok A. Pemain yang kelihatannya biasa saja ini ternyata menyimpan bakat jadi kiper pengganti Petr Cech.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan 0-0 tak bertahan lama, karena kemudian 3 gol yang bersarang di gawang Redong, dari kelompok B, tak berhasil dibalas hingga menjelang peluit akhir pertandingan. Tiga gol itu sendiri dicetak oleh Mughits, bung Arif dan Iqbal. Dan pertandingan pun berakhir 3-1 untuk kemenangan kelompok A, ketika Lalu mencetak gol hiburan beberapa menit sebelum pertandingan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kelompok A pun meneruskan kemenangan selanjutnya atas kelompok C, dengan kemenangan meyakinkan 3-0. Meski akhirnya harus mengakui kekalahan di pertandingan terakhir melawan gabungan kelompok B dan C, 4-2, setelah keluarnya Salman. Gol-golnya  sendiri dicetak oleh Aan dengan dua gol, lalu Ramdhan, juga dengan 2 gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan ini dilaksanakan sebagai langkah awal klub ini, guna menghadapi pertandingan penting melawan tanfuz FC, yang hingga berita ini diturunkan masih dalam proses perundingan. Pertandingan yang sedianya akan dilangsungkan di Qotomiyah hari sabtu ini, terpaksa dirundingkan kembali, mengingat banyaknya acara ketika itu, kata Rois kita, Redong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan pun ditutup dengan beberapa patah kata dari Ramdhan dan Islahudin selaku penanggung jawab seksi olahraga Nozha, sambil minum teh buatan temen-temen putri dari Madrasah, Alya dkk. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cakrawala/neilhoja&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-4743445071080510408?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/4743445071080510408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=4743445071080510408&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4743445071080510408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4743445071080510408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/03/latihan-perdana-nozha-fc.html' title='Latihan Perdana Nozha FC'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FKhT3GdmI/AAAAAAAAAFs/ClB8fGUM6sQ/s72-c/DSC00668.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-8638635038191019014</id><published>2008-03-19T19:09:00.002+02:00</published><updated>2008-03-19T19:21:00.613+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ro&apos;yun Ghonam'/><title type='text'>Menghafal Al Qur’an</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FLIT3GdnI/AAAAAAAAAF0/3HgiUps8xm0/s1600-h/qu%27ran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FLIT3GdnI/AAAAAAAAAF0/3HgiUps8xm0/s320/qu%27ran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179503652595201650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Ibnuabiihi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian Al-Quran? Tidak dapat dipungkiri, ini merupakan momok bagi sebagian masisir. Mahasiswa baru khususnya. Soalnya, mereka belum mengetahui tata cara ujiannya dan apa saja materi yang harus disetorkan kepada sang Duktur nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu rubrik di Buletin Cakrawala ini. Ro'yun Ghonam sudah mencoba merumuskan cara-cara efektif menghafalkan Al-Quran dengan baik dan benar. Tentunya dengan merujuk kepada sumber yang bisa di pertanggung jawabkan. Cara tersebut antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebaiknya kita mencoba memahami dulu ayat-ayat atau surat-surat yang akan dihafalkan. Tentunya dengan merujuk kepada kitab-kitab Tafsir yang benar dan jelas. Karena cara inilah yang dulu digunakan oleh para ulama salaf dalam menghafalkan Al-Quran. Dan kalau bisa, cari tahu juga tentang sebab-sebab turunnya ayat ini (Asbabun Nuzul). Karena, dengan mengetahui sebab ayat ini turun. Kita semakin mudah memahami arti dibalik ayat-ayat itu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalau bisa, dan kalau punya. Kita gunakan MP3 untuk mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Quran. Karena sarana pendengaran memegang peran penting dalam menghafal. Coba deh, klo kamu sering dengar lagu Un9u. Hafal ga ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Seringnya mengulang hafalan juga bisa dibuktikan sebagai salah satu sarana yang bagus untuk menghafal. Yah, jangan cuma waktu talaqqi atau murajaah saja. Di bus 3 Jim juga bisa ko…&lt;br /&gt;4. Gunakan shalat-shalat sunnah dan rawatib sebagai tempat untuk melakukan muraja'ah. Yah, beberapa ayat dalam satu raka'at kan udah cukup buat mengulang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wah, klo udah melakukan semua cara diatas. Biar lebih mantaf, coba klo kita kurangi maksiat. Ya, maksiat mata, telinga, mulut, kaki, tangan dan hati. Soalnya, maksiat itu bisa menyebabkan tertutupnya hati dan menyulitkan kita buat menghafal. Inget gak? Sama pelajaran Mahfudzhot kelas 3 KMI. Yang isinya adalah curhat Imam Syafi'I kepada Guru beliau yaitu Imam Waqi' tentang musykilah yang beliau hadapi dalam menghafal. Apa coba isinya ? Masih inget ga ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kalau bisa, kita juga mesti memahami struktur bahasa yang di gunakan Al-Quran. Selain bisa digunakan untuk belajar bahasa Kitab Suci, kita juga bisa semakin mengerti akan isi dari apa yang di wahyukan kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jangan terlalu memaksakan diri, jangan juga meremehkan hafalan. Sebaiknya kita mengetahui kemampuan kita menghafal. Karena tidak semua orang yang mempunyai kapasitas memori 500 Gb dan prosesor Core 2 Duo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jangan lupa, sesuatu yang kecil akan begitu berarti dalam saat yang sempit. Ya, kalau ada bawalah Al-Quran kecil kemanapun anda pergi. Tapi, harus tetap menjaga kemuliaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau semua cara-cara diatas sudah bisa direalisasikan. Insya Allah, imtihan Al-Quran mafisy musykilah. Ma'an najah!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-8638635038191019014?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/8638635038191019014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=8638635038191019014&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8638635038191019014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8638635038191019014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/03/menghafal-al-quran.html' title='Menghafal Al Qur’an'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FLIT3GdnI/AAAAAAAAAF0/3HgiUps8xm0/s72-c/qu%27ran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-5824428619057729964</id><published>2008-03-19T19:06:00.002+02:00</published><updated>2008-03-19T19:58:34.917+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Hana Hanifah, Profil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FMzj3GdpI/AAAAAAAAAGE/abr_9mbVRKc/s1600-h/hana.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 187px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FMzj3GdpI/AAAAAAAAAGE/abr_9mbVRKc/s200/hana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179505495136171666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siang itu di kawasan Hayy Ashir, kendaraan lalu-lalang dan masyarakat sibuk dengan aktifitas masing-maisng di jalan Swessry seperti hari-hari sebelumnya. Sesekali suara klakson terdengar bersahutan. Tidak ada yang luar biasa memang. Hanya saja, kami kru Cakrawala harus bersedia menunggu seseorang yang nantinya akan kami sorot dalam rubrik profil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tak lama setelah jarum panjang menunjuk ke angka sembilandari jam 2 siang itu. Kami mendapati sesosok kecil mungil berjilbab putih dan berjaket coklat dengan terengah-engah menghampiri kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah Hana Hanifah. Salah seorang mahasiswi dari Fakultas Syari'ah Islamiyah di Universitas Al-Azhar lil Banat. Akhwat Nozha yang berprestasi ini akan menjadi fokus sorotan kita pada edisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini nama dara kelahiran Jakarta  tanggal 12 Juni 1989 ini melambung berkat gelar juara I pidato bahasa Inggris putri dalam Public Speaking Contest yang diadakan Keluarga Pelajar &amp;amp; Mahasiswa Jawa Barat (KPMJB) di Griya KPMJB, 23 Februari silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hana mengaku tidak menyangka akan menyabet gelar juara dalam lomba tersebut. Menurutnya peserta yang lain tampil lebih baik. Persiapannya pun bisa dibilang minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk menghadapi lomba, saya hanya menghafal naskah yang diambil dari arsip koleksi pribadi. Tidak ada sugesti khusus sebelum lomba,” bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ketika evaluasi dari dewan juri, dirinya mendapat kritik yang cukup keras, terutama masalah grammar dan pelafalan kalimat. Ketika namanya disebut sebagai terbaik pertama, dia tidak dapat menyembunyikan rasa terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak nyangka sama sekali deh…” katanya sambil tersenyum kecil. Sambil sesekali menyeruput cocktail yang kami pesankan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental berpidato putri pertama dari dari 7 bersaudara ini memang sudah terasah sejak duduk di bangku santriwati KMI Gontor Putri 1 Mantingan. Tahun 2002 ketika ada lomba pidato antar rayon se-Darussalam, gelar juara pertama berhasil digondol staf kantin OPPM 2006 ini.&lt;br /&gt;Menurutnya, ketenangan adalah salah satu kunci sukses berbicara di depan umum di samping persiapan materi yang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelum berbicara, saya biasanya menarik nafas beberapa kali hingga perasaan tenang. Setelah kondisi mental stabil, barulah pidato dimulai. Lalu, ketika tampil saya menatap mata para hadirin yang ada di depan saya. Akhirnya rasa grogi itu hilang sendiri,” ujarnya menjelaskan resep yang biasa dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi teman kita yang satu ini mengikuti berbagai kegiatan adalah keinginan yang kuat untuk mendapat pengalaman dan pengetahuan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita harus punya keinginan yang kuat untuk berprestasi. Paling tidak mengambil semuanya menjadi pengalaman. Insya Allah dari segala sesuatu banyak hikmah dan manfaat yang bisa diambil,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, dukungan orang tua juga menjadi salah satu faktor penunjang yang penting untuk melejitkan motivasi, tambahnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya pengalaman paling berkesan adalah ketika menjadi musyrifah pembimbing bagian kantin OPPM PMDG Putri Mantingan tahun 2007 silam. Ketika itu dia banyak belajar tentang tanggung jawab dan pentingnya administrasi yang rapi bagi sebuah organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir perbincangan, gadis yang murah senyum sedikit mengkritisi kondisi negara Mesir khususnya  kota Kairo. Melihat kesemrawutan kota—terutama kebersihan— dan ketidakrapian administrasi yang acapkali merepotkan kehidupan masisir, Hana menyebutkan bangsa kita lebih baik dalam hal-hal tersebut diatas. Menurutnya, sudah selayaknya kita bangga sebagai bangsa Indonesia. Meski tanah air kita masih dirundung krisis multidimensi, tak menutup pintu bagi kita untuk bersyukur kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harus bersyukur bisa terlahir sebagai orang Indonesia, walau keadaan bangsa kita seperti itu. Kita harus bisa mengambil peluang dari hal ini". ungkapnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cakrawala/ibnuabiihi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-5824428619057729964?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/5824428619057729964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=5824428619057729964&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/5824428619057729964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/5824428619057729964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/03/hana-hanifah-profil.html' title='Hana Hanifah, Profil'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FMzj3GdpI/AAAAAAAAAGE/abr_9mbVRKc/s72-c/hana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-4418305237966956626</id><published>2008-03-19T19:04:00.001+02:00</published><updated>2008-03-19T19:28:31.610+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>Ke Mana Setelah Libur?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FNFj3GdqI/AAAAAAAAAGM/odLioOxdVf4/s1600-h/Alexandria-Extension-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FNFj3GdqI/AAAAAAAAAGM/odLioOxdVf4/s200/Alexandria-Extension-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179505804373816994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhir Februari merupakan hari-hari terakhir dari liburan ujian termin pertama Universitas Al Azhar. Nadi kegiatan perkuliahan yang sempat mengalami jeda kembali berdenyut. Kampus mulai ramai dikunjungi para mahasiswa untuk mendengar kuliah dari dosen atau sekedar melengkapi diktat pelajaran (muqarrar).&lt;br /&gt;Rata-rata responden yang dihubungi Cakrawala memang memilih fokus kembali ke bangku kuliah. Meski ujian termin kedua masih beberapa bulan lagi, teman-teman mahasiswa baru (maba) cenderung mulai berkutat dengan muqarrar sejak jauh-jauh hari. Rupanya mereka tidak ingin kejadian seperti ujian termin pertama terulang kembali.&lt;br /&gt;  “Tujuan kita jauh-jauh ke sini dari Indonesia kan untuk belajar. Saya merasa bersalah kepada orang tua jika tidak hadir kuliah,” kata responden yang minta identitasnya dirahasiakan, ketika ditemui Cakrawala di bilangan Rabea el-Adawea.&lt;br /&gt;Apalagi bagi mahasiswa-mahasiswa fakultas yang cukup ketat dalam hal absen dan kehadiran seperti Bahasa Arab.&lt;br /&gt;“Karena mahasiswanya sedikit, presentasi kehadiran cukup penting di fakultas ini,” ujar Mardhiyah, mahasiswi fakultas Bahasa Arab.&lt;br /&gt;  Organisasi menjadi lahan kedua yang diminati kaum maba. Organisasi afiliatif, almamater maupun kekeluargaan memang merupakan sarana yang baik untuk belajar berorganisasi. Apalagi saat libur singkat beberapa waktu lalu, organisasi-organisai gencar melakukan gerakan pengkaderan dengan menggelar orientasi anggota baru. Otomatis, akhir-akhir ini banyak kegiatan yang melibatkan mahasiswa angkatan baru. Sebut saja PCI Nahdhatul Ulama dan PCI Muhammadiyyah, dua organisasi afiliatif yang cukup berpengaruh di blantika kehidupan organisasi Masisir.&lt;br /&gt;  Mudahnya kesempatan untuk bisa melakukan akses internet di Mesir juga Muhammad  Burhanuddin mahasiswa tingkat I Fakultas  Ushuluddin mengakui, selain aktif hadir di ruang kuliah, ia juga menjadi aktifis di dunia maya. Tak tanggung-tanggung, anak muda asal Jawa Timur ini menjadi administrator situs El Husnamy, angkatan maba PCI NU 2008 di Friendster dan Multiply.&lt;br /&gt;Bagi Burhanuddin, intenet tidak hanya sebagai ajang chatting atau download belaka. Lebih dari itu, berselancar di dunia maya juga amat bermanfaat sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan potensi diri. Ini terbukti dengan keaktifan penghuni Bawabah III ini mengikuti forum dan milis diskusi. Selain itu ia juga rajin memposting artikel-artikel yang bersifat pemikiran terutama di situs multiply.&lt;br /&gt;“Akses internet yang cukup murah dan mudah di sini membuat kesempatan kita jadi lebih luas untuk browsing. Kebetulan di flat kami ada jaringan wireless (nirkabel), jadi gak usah keluar biaya,” jelasnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Muhyiddin juga tak kalah sibuk. Sepulang kuliah, hamper setiap hari rekan satu kekeluargaan dengan Burhanuddin ini memelototi monitor komputer, menyelesaikan artikel yang rencananya akan diikutkan dalam lomba menulis PPMI 2208.&lt;br /&gt;“Lumayan mas, hadiahnya gede juga,” selorohnya sambil terbahak.&lt;br /&gt;Selain itu, ada juga yang menjadikan talaqqi Al Qur’an sebagai kegiatan alternatif. Selain menunjang kegiatan akademis, halaqah setoran hafalan Al Qur’an di masjid-masjid dianggap sebagai penyaluran kegiatan di jalur yang positif.&lt;br /&gt;Urusan birokrasi imigrasi seperti visa dan kekonsuleran di KBRI yang cukup njelimet dan membutuhkan kesabaran tinggi juga menjadi hal yang diperhatikan maba pasca libur. Antrian panjang guna mendapatkan perpanjangan izin menetap (iqamah) di kantor imigrasi Bu'uts ternyata menjadi sasaran untuk mengisi kegiatan pasca liburan, terutama bagi maba. Tapi hal ini cukup mengejutkan bagi mahasiswa baru. Karena, seperti yang mereka ungkapkan bahwa mereka kesulitan untuk bisa beradaptasi dengan instansi yang tidak memiliki sistem mekanisme pelayanan yang baik. Belum lagi kurang rapinya administrasi dan etos kerja di negara ini acap kali merepotkan dan membikin kesal mahasiswa yang membutuhkan pelayanan keimigrasian.&lt;br /&gt;Sempitnya waktu antara kedatangan mahasiswa baru dan ujian termin pertama disinyalir menjadi sebab utama yang membuat urusan imigrasi dikesampingkan setelah belajar. Menghadapi ujian. Kebanyakan maba yang terlambat datang, memang mengurus berbagai ijra’at setelah ujian selesai. Meski harus diakui, sebenarnya urusan imigrasi memiliki peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata  dan harus diutamakan untuk kalangan mahasiswa wafidin.&lt;br /&gt;Apapun aktifitas mahasiswa tidak ada masalah selama mendukung tujuan menuntut ilmu.  Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengoptimalkan berbagai kegiatan tersebut sebagai wahana pembentukan dan pengembangan diri.&lt;br /&gt;Sebagaimana yang pernah ditegaskan Duta Besar Republik Indonesia dalam orientasi mahasiswa baru PPMI awal Februari lalu bahwa yang terpenting adalah menyiapkan apa yang bisa disumbangkan bagi masa depan bangsa Indonesia. Sebab kesempatan belajar di Al Azhar sangat mahal dan langka dan tidak patut untuk  kita sia-siakan.cakrawala/amum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-4418305237966956626?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/4418305237966956626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=4418305237966956626&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4418305237966956626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4418305237966956626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/03/ke-mana-setelah-libur.html' title='Ke Mana Setelah Libur?'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FNFj3GdqI/AAAAAAAAAGM/odLioOxdVf4/s72-c/Alexandria-Extension-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-7533727457222988278</id><published>2008-03-19T18:58:00.002+02:00</published><updated>2008-03-19T19:44:17.665+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ensiklopedi'/><title type='text'>Ada virus di Susu Formula</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FQ5D3GdwI/AAAAAAAAAG8/9R4Qlg8wm9Q/s1600-h/bottle030307DM_400x825.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FQ5D3GdwI/AAAAAAAAAG8/9R4Qlg8wm9Q/s200/bottle030307DM_400x825.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179509987671963394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kurniawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil riset yang dipublikasikan beberapa waktu lalu di situs resmi Institut Pertanian Bogor (IPB) www.ipb.ac.id menyebutkan bahwa tim peneliti mendapati 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April - Juni 2006 mengandung bakteri Enterobacter sakazakii. Bakteri jenis ini bisa amat berbahaya karena bisa menyebabkan radang selaput otak (meningitis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bakteri Sakazakii juga ditemukan bakteri E. colli, sikela dan salmonella. Bakteri E. colli  adalah bakteri penyebab muntaber. Sedang dua nama terakhir merupakan penyebab diare dan tipes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran bakteri dalam susu sudah pernah merebak sebelumnya. Tahun 2003, menurut riset yang digagas Nestle, peneliti dari Wageningen University, Belanda menemukan bahwa delapan dari sembilan pabrik susunya tercemar oleh bakteri E. sakazakii. Mead Johnson salah satu perusahaan susu formula dunia (EnfaGrow, EnfaPro), Januari tahun lalu menarik produk mereka khususnya susu formula untuk bayi karena mengandung bakteri E. sakazakii yang mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2006 pembahasan bakteri ini  sempat muncul di tanah air. Majalah Trust pernah memuat  E. sakzakii meski baru sebatas isu saja. Namun begitu, beberapa merk susu formula sempat tidak beredar beberapa bulan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakteri ini dapat menyebabkan meningitis, infeksi pembuluh darah dan peradangan sistem pencerrnaan akut, baik bagi bayi maupun orang dewasa. Menurut penelitian, meningitis menyebabkan kematian pada 33%-80% kasus. Di samping itu, sangat cepat menginfeksi bayi yang baru lahir kurang dari 4 minggu, bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) atau yang memiliki kekebalan tubuh lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya bayi yang terinfeksi bakteri ini mengalami gejala-gejala diare akut, terdapat bintik merah pada kulit, suhu tubuh tinggi (demam), kadang disertai kejang-kejang.&lt;br /&gt;E. sakazakii sebenarnya sudah ada dalam tubuh manusia terutama pada bagian usus halus, feces, urine. bakteri ini sebenarnya berguna untuk membusukan makanan. Selain didalam tubuh manusia bakteri ini berada dalam susu kiloan dan susu formula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu yang disimpan dan cara penyajian yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri sakazakii bertambah pesat. Pemberian susu dengan menggunakan air yang bersuhu dibawah 70 derajat celcius juga dapat memicu perkembangan bakteri tersebut. Menurut United States Food and Drug Administration (US-FDA) penyajian susu dengan air bersuhu 30-40 derajat celcius membuat perkembangan bakteri ini bertambah pesat. Meski demikian, bakteri ini sudah mati dengan suhu diatas 70 derajat seperti proses pasteurisasi dalam industri makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap susu formula cukup tinggi. Sebagai panduan agar terhindar dari bakteri Sakazakii dalam susu formula adalah selalu menjaga kebersihan tangan, botol, dot dan perlengkapan bayi tetap steril. Bahkan jika perlu, botol, dot, disterilkan dengan cairan desinfektan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para orang tua diharapkan selalu memperhatikan petunjuk penyajian susu formula yang terdapat dalam kemasan. Gunakan air panas (lebih dari 70 derajat celcius). Namun harus diingat, penggunaan air yang mendidih juga tidak dianjurkan. Sebab dapat menyebabkan gizi dalam susu berkurang. Disamping itu susu yang sudah dibuat lebih dari dua jam harus dibuang dan jangan dikonsumsi bayi karena rawan perkembangbiakan bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain yang jauh lebih aman dan murah agar terhindar dari bakteri sakazakii adalah menggunakan Air Susu Ibu (ASI). ASI baik diberikan sampai bayi berumur 6 bulan bahkan sampai bayi berumur 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. ASI juga membantu berkembangnya bakteri “menguntungkan” yang baik bagi tubuh. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular serta memaksimalkan kinerjanya melindungi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI pun mudah diolah oleh sistem pencernaan bayi yang masih rentan meskipun sangat kaya akan zat gizi. Karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembangan organ.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-7533727457222988278?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/7533727457222988278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=7533727457222988278&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/7533727457222988278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/7533727457222988278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/03/ada-virus-di-susu-formula.html' title='Ada virus di Susu Formula'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FQ5D3GdwI/AAAAAAAAAG8/9R4Qlg8wm9Q/s72-c/bottle030307DM_400x825.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-4054501244287622909</id><published>2008-03-19T18:56:00.002+02:00</published><updated>2008-03-19T19:28:57.673+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hiwar'/><title type='text'>Aprina Levy Wulandari (Ketua Wihdah terpilih Periode 2008-2009)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FNSj3GdsI/AAAAAAAAAGc/77ner7VZQRk/s1600-h/mbak+aprina.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FNSj3GdsI/AAAAAAAAAGc/77ner7VZQRk/s200/mbak+aprina.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179506027712116418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Organisasi adalah wadah bagi siapa saja yang mau masuk di dalamnya untuk mengetahui jati dirinya serta lebih mengenal sejauh mana kemampuannya dalam berinteraksi dengan sesama. Kehidupan masisir yang begitu dinamis, secara alami telah melahirkan banyak organisasi dengan berbagai latar belakang yang berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebagian kalangan menggagap organisasi adalah wadah pengembangan potensi diri yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Sedang sebagian lain melihat organisasi dengan sudut pandang yang beraneka ragam. Ada pula yang memiliki kacamata negatif  terhadap organisasi hingga ada anggapan bahwa organisasi hanya akan mengganggu kelancaran pendidikan akademis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menyikapi hal ini, kami berhasil menemui Aprina Levy, ketua WIHDAH PPMI terpilih priode 2008-2010. Dara manis yang murah senyum ini telah lama melanglang buana dalam kancah organisasi  beserta seluk-beluknya. Berikut petikan dialog singkatnya dengan kru Cakrawala, Tsuroyya Al Luma'i.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menurut ustadzah seberapa penting arti keorganisasian itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Organisasi itu penting. Dari organisasi kita bisa lebih mengenal karakter orang sehingga bisa membantu kita dalam bermuamalah. Tapi kalau ditanya seberapa penting, ya, kembali ke diri masing-masing. Ada yang merasa organisasi itu sangat penting ada yang biasa-biasa saja. Tergantung minat dan kebutuhan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dalam organisasi pasti ada ketua sebagai pemimpin yang menatru . Dan ketua pasti disorot dari berbagai sisi. Kira-kira kriteria apa saja yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, khususnya organisasi sekaliber WIHDAH?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah mental. Karena ketika seseorang memutuskan untuk masuk dalam organisasi, berarti ia harus siap dengan segala resikonya. Sedang organisasi akan oleng kalau mental nakhodanya mudah goyah jika ditimpa masalah.&lt;br /&gt;Yang kedua adalah tanggung jawab. Ketika sang ketua telah dipilih dan dilantik maka ia telah diserahi tugas yang harus diemban dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kemudian ia harus berpandangan luas serta tidak berpikiran sempit. Dengan begitu, ia bisa melihat prospek ke depan, ke mana ia akan membawa organisasi yang dipimpinnya. Ia juga harus berjiwa ikhlas. Karena walau bagaimanapun, seorang pengurus pasti sibuk dan harus mengesampingkan kepentingan-kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seorang aktivis dalam organisasi sedikit banyak pasti mengorbankan kuliahnya. Bagi ustadzah sendiri, bagaimana caranya menyeimbangkan antara belajar/ kuliah dengan organisasi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita harus bisa menyusun strategi. Kita juga harus pandai-pandai mengatur jadwal belajar. Kita bisa membuat target, misalnya dalam satu hari kita harus baca berapa lembar atau berapa buku. Kalau siang hari kita sibuk dan tidak memungkinkan untuk belajar, kita bisa menggunakan waktu malam atau pagi hari sebelum berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kendala-kendala apa saja yang biasanya terjadi dalam suatu organisasi khususnya bagi seorang ketua?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu organisasi tidak mungkin lepas dari kendala. Dan biasanya, kondisi mental yang labil akan sangat berpengaruh. Oleh karena itu, kita harus berusaha agar kondisi kita selalu stabil. Kalau sudah stabil dan pikiran tenang semua akan bisa diselesaikan dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pernahkah ustadzah mengalami permasalahan serius dalam organisasi sedang pada saat yang sama ustadzah sedang mempunyai masalah pribadi yang cukup meresahkan? Apa yang ustadzah lakukan sebagai solusinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi pernah mengalaminya dan itu benar-benar mengganggu aktivitas keorganisasian. Yang pertama harus dilakukan adalah tenangkan pikiran dan cepat-cepat muhasabah diri. Apa penyebab permasalahan tersebut dan bagaimana solusinya. Kita harus bisa jadi dokter bagi diri kita sendiri. Kalau sakit, ya dicari apa sebabnya serta obatnya. Setelah masalah pribadi terselesaikan, barulah kita selesaikan masalah organisasi. Karena kita tidak mungkin bisa berpikir jernih apalagi menyelesaikan masalah organisasi kalau pikiran kita sedang kacau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Salah satu tujuan organisasi adalah mencetak kader umat yang militan. Menurut ustadzah bisakah orang yang prestasinya bagus dalam organisasi khususnya masisir—ketika kembali ke Indonesia—menembus organisasi-organisasi besar di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin. Karena organisasi itu mengajarkan pengalaman. Dan orang yang sudah terbiasa dengan keorganisasian, di manapun dia, pasti sudah terbentuk karakternya. Paling tidak dia sudah punya bekal untuk terjun dalam keorganisasian. Tapi semua itu tergantung pada orangnya. Kalau keaktifannya di sini (Mesir, red) dibawa ke Indonesia, Insya Allah bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terakhir, apa pesan ustadzah untuk rekan-rekan masisir khususnya mahasiswa baru?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pesan saya, Lakukan yang terbaik di manapun juga. Karena pekerjaan yang dilakukan setengah-setengah atau dengan hati yang kurang ikhlas, tidak akan menghasilkan kesempurnaan. Ketika kita mengeluh dengan pekerjaan kita, orang-orang di sekitar kita pun terkena imbasnya. Yang asalnya tulus ikhlas, jadi terganggu keikhlasannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cakrawala/oya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-4054501244287622909?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/4054501244287622909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=4054501244287622909&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4054501244287622909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4054501244287622909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/03/aprina-levy-wulandari.html' title='Aprina Levy Wulandari (Ketua Wihdah terpilih Periode 2008-2009)'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FNSj3GdsI/AAAAAAAAAGc/77ner7VZQRk/s72-c/mbak+aprina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-3530359973916472655</id><published>2008-03-19T18:47:00.003+02:00</published><updated>2008-03-19T19:34:00.308+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Coklat Mahmud</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FOcD3GdtI/AAAAAAAAAGk/LK7ZnRJQoSY/s1600-h/chocolates.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FOcD3GdtI/AAAAAAAAAGk/LK7ZnRJQoSY/s200/chocolates.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179507290432501458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup jauh memang, kali ini tujuan pertamaku adalah ke kawasan Saeda Zainab. Aku juga tidak mengetahui secara rinci alasan penamaan daerah itu. Yang jelas, salah seorang keluargaku tinggal disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah mahasiswa baru. Ya, baru datang kemarin. Setelah menanti lamanya pemberian izin untuk bisa belajar disini. Hmmm, pernah terpikir olehku. Buat belajar aja susah banget, mesti punya uang tabungan 25 juta lah, mesti gini lah, mesti gitu lah. Tapi, aku yakin dan bulatkan tekat untuk terus maju pantang mundur. Bukankah begitu yang harus kulakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba Saeda Zainab aku sedikit berbincang pendek. Sekedar silaturrahim dan menumpahkan rasa penasaranku akan letak rumahnya. Aku mulai beranjak menuju darrasah untuk kuliah.Yap, itulah tujuan utamaku. Selain jarak yang dekat dari Saeda Zainab, aku juga ingin minta sedikit gambaran tentang perkuliahan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di kawasan Universitas Azhar, tak mengambil pikir panjang. Aku langsung menuju gedung Fakultas Ushuluddin dan hanyut dalam suasana perkuliahan yang santai.&lt;br /&gt;………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiuuuh ! Akhirnya, jam kedua selesai. Wah, berat juga yah yang namanya Nudzum Islamiyah itu. Sudah bukunya tebal, materinya banyak lagi. Semoga imtihan nanti aku bisa dimudahkan. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung menuju Gami' Azhar. Ya, biasa. Shalat Dhuhur disana, dan nantinya makan siang dengan kibdah. Lumayan, cukup 200 piaster sudah bisa kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melahap habis kibdah. Aku dan teman-temanku melanjutkan perjalanan sambil menunggu bus. Sesekali perjalanan kami dibumbut canda dan tawa gelak para pemuda. Kami sampai melupakan bahwa kami sudah berkepala dua. Setidaknya, kamui tidak kehilangan sense of humor masa remaja kami. Hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, bus yang kami nanti belum juga lewat. Kami memutuskan untuk menuju ke terminal Darrasah. Tak terlalu jauh memang, hanya sekitar limaratus meter dari tempat kami berdiri sekarang. Setibanya disana, aku menyaksikan betapa ramainya terminal ini. Mengingatkan aku akan terminal kota ku dulu. Yah, disana aku sering menghabiskan waktu seusai jam pelajaran sekolah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamunanku tersentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa pandanganku menangkap sosok kecil menjajakan coklat kepada orang-orang yang seakan sibuk sendiri dengan aktifitas mereka.Hanya 25 piaster, coklat yang di tawarkan Mahmud-demikian ia memperkenalkan diri- di sela keramaian terminal Darrasah. Tubuh mungil-entah berapa umurnya, penampilan dekil dan celana butut dengan resleting yang tak bisa ditutup, rusak, mengiringi langkahnya dari bus ke bus. "Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu", terlintas di anganku lirik salah satu lagu Iwan Fals. Aku jadi merasa sangat beruntung bisa merasakan masa kecil lebih baik darinya. Dan merasa rugi kalau seandainya kesempatanku belajar di Al-Azhar ini aku sia-siakan. Buat apa aku jauh-jauh ke Mesir lantas akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya kenapa pakai celana yang tidak layak pakai tersebut, Mahmud hanya tersenyum. Senyum yang memiliki ribuan makna. Aku pun memindahkan pandangan dari resleting rusak tersebut. Disebelah kami, para gadis murid sekolah menengah tersenyum melihat kepolosan anak kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang uang yang kumiliki tinggal 125 piaster, hanya pas untuk ongkos pulang ke rumah. Ingin rasanya membantu meringankan beban hidup Mahmud dengan membeli barang satu atau dua bungkus dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-temanku tiba-tiba berlari. Rupanya bus yang ditunggu telah tiba. Aku tak mau kalah, bergegas naik, berjuang mendapatkan tempat duduk. Naik bus dari Darrasah ke Asyir memakan waktu hampir setengah jam, cukup melelahkan jika harus berdiri sepanjang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan bus berderak meninggalkan terminal, punggungku menyentuh jok yang terasa begitu empuk melebihi sofa mewah sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat ke luar jendela, Mahmud sudah tidak ada. Berbaur dengan dunianya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-3530359973916472655?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/3530359973916472655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=3530359973916472655&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3530359973916472655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3530359973916472655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/03/coklat-mahmud.html' title='Coklat Mahmud'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/R-FOcD3GdtI/AAAAAAAAAGk/LK7ZnRJQoSY/s72-c/chocolates.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-7283561390108963411</id><published>2008-03-19T18:05:00.002+02:00</published><updated>2008-03-19T18:38:54.144+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khulasoh'/><title type='text'>Asbabu Ziyadatil Iman wa Nuqshanihi</title><content type='html'>&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify; text-indent: 13.8pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Iman adalah pengikat hati dan perasaan yang akan menentukan kebahagiaan dan kesengsaraan hidup manusia. Karenanya, ia merupakan perkara paling penting, kewajiban paling utama dan kekayaan paling mahal dalam kehidupan seorang manusia. Kedudukannya begitu tinggi dan tempatnya begitu mulia. Ia—jika terbebas dari kesyirikan—adalah segala kebaikan hidup di dunia dan di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify; text-indent: 13.8pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Namun seperti kita ketahui, keadaan iman dalam diri kita sangatlah fluktuatif, terkadang tidak konsisten. Naik turun, bertambah dan berkurang. Banyak faktor yang menyebabkan keimanan bisa bertambah, menguat dan tumbuh berkembang sebagaimana banyak juga faktor penyebab keimanan berkurang hingga menjadi lemah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify; text-indent: 13.8pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Iman tak ubahnya pula seperti tanaman yang mesti kita jaga supaya keimanan itu bisa tumbuh dengan subur seiring dengan bergulirnya waktu. Namun banyak pula onak berduri yang selalu menjadi penghalang dan merusak keharmonisannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify; text-indent: 13.8pt; line-height: 10.4pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Maka daripada itu pada era globalisasi dewasa ini, tantangan yang dihadapi pun semakin besar. Serangan terhadap iman datang dari berbagai sudut. Setiap saat, manusia rawan terjerumus dalam jebakan setan dan hawa nafsu yang selalu menganga di atas jalan kehidupan. Melemparkan anak cucu Adam ke dalam jurang nista dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify; text-indent: 13.8pt; line-height: 10.4pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ada salah satu sabda Allah SWT yang perlu direnungi bersama. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify; text-indent: 13.8pt; line-height: 10.4pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;(QS, al-Hadid :20). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify; text-indent: 13.8pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Yang terjadi pada saat ini banyak kajian-kajian yang muncul dan membahas tema tersebut. sebab iman sangatlah erat kaitannya dengan status muslim sebagai khalifah di muka bumi. Di samping itu pula banyak sekali buku buku yang membahas masalah ini, salah satunya adalah agar iman selalu bertambah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify; text-indent: 13.8pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dalam buku ini menerangkan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah keimanan baik itu tentang sebab sebab bertambahnya keimanan seseorang, maupun cara-cara seseorang meningkatkan keimanannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify; text-indent: 13.8pt; line-height: 10.4pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Diantara salah satu contoh sebab melemahnya keimanan seseorang yang dibahas dalam buku ini adalah seringnya seseorang melakukan perbuatan maksiat. Dan adapun sebab bertambahnya keimanan seseorang adalah dengan cara mentaati apa yang telah diperintahkan Allah dan menjauhi larangannya. Karena salah satu indikator iman adalah amal perbuatan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap melalui lidah kita dan kemudian anggota tubuh kita.&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;cakrawala/mams&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify; text-indent: 13.8pt; line-height: 10.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-7283561390108963411?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/7283561390108963411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=7283561390108963411&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/7283561390108963411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/7283561390108963411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2008/03/asbabu-ziyadatil-iman-wa-nuqshanihi.html' title='Asbabu Ziyadatil Iman wa Nuqshanihi'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-4320473991502595303</id><published>2007-10-17T18:31:00.000+02:00</published><updated>2007-10-17T20:49:00.941+02:00</updated><title type='text'>Hilangnya Sense Of  Crisis di Negeri Seribu Pulau</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Oleh: &lt;i&gt;Muhammad Nurdin Sarim&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kemiskina, pengangguran, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, tawuran para pelajar, maraknya aliran sesat dan korupsi rasanya sudah sangat bersahabat dengan negeri seribu pulau ini, mulai dari dahulu sampai sekarang. Milyaran bahkan triliunan sudah dihabiskan untuk menanggulangi permasalahan tersebut, namun hal itu seakan-akan tak pernah sirna, siapakah yang perlu disalahkan, Pemerintah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;rakyat ataukah Tuhan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sejarah telah mencatat dari segi kemiskinan bahwa: &lt;span style="font-size:11;"&gt;Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:11;"&gt;Indonesia pada bulan Maret 2006 sebesar 39,05 juta (17,75 persen). Dibandingkan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:11;"&gt;dengan penduduk miskin pada Februari 2005 yang berjumlah 35,10 juta (15,97&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:11;"&gt;persen), ini berarti jumlah penduduk miskin meningkat sebesar 3,95 juta. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Inilah sedikit gambaran tentang kemiskinan yang ada di Idonesia pada tahun 2005-2006, dan bagaimanakah dengan tahun ini?(2007), rasanya tak terlalu jauh berbeda. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ditengah kemiskinan yang luar biasa ini, ada hal yang sangat aneh (&lt;i&gt;fantastic&lt;/i&gt;) yang dilakukan oleh &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pejabat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusatenggara Timur, agaknya mereka sudah kehilangan &lt;em&gt;sense of crisis&lt;/em&gt;. Betapa tidak, dengan dalih untuk menghibur warga, pemerintah setempat menghamburkan uang jutaan rupiah hanya untuk mendatangkan penyanyi dangdut Inul Daratista, belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa ditebak, dengan pakaian ketat yang mempertontonkan lekuk-lekuk tubuhnya, Inul tampil heboh di atas panggung. Melihat pentas tersebut bisa menimbulkan persepsi yang salah bagi sebagian orang, seolah kondisi Kabupaten TTU sudah makmur sentosa, sehingga bisa mendatangkan artis sekaliber Inul. Padahal, yang terjadi di lapangan saat ini sungguh membuat miris. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Lihat saja, kondisi ribuan balita penderita gizi buruk di wilayah TTU hingga kini masih memprihatinkan. Seperti di Desa Oenenu, Kecamatan Miomafo Timur, mayoritas keluarga miskin merawat buah hatinya di rumah karena tak punya biaya untuk membawa sang anak ke rumah sakit. Penderitaan itu masih ditambah dengan mimpi buruk kelaparan akibat gagal panen serta ketiadaan bantuan dari pemerintah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum jelas, kenapa anggaran untuk mendatangkan Inul tidak dialihkan saja bagi anggaran tanggap darurat gizi buruk. Sebab, menurut Kepala Dinas Kesehatan TTU, Mikhael Suri, dengan jumlah penderita gizi buruk lebih dari 1.500 anak, dibutuhkan dana sekitar Rp 4,5 miliar [baca: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.liputan6.com/daerah/?id=147683"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bupati Bantah Status KLB Gizi Buruk&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;]. Dan lagi, kedatangan Inul ternyata sama sekali tidak membuat penderitaan korban gizi buruk menjadi berkurang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selain dari pada itu manufer politik dan korupsi menjalar dimana-mana, tak heran jika milyaran anggaran raib entah kemana, banyak pihak yang merasa sudah menyalurkannya kepada yang berhak, namun fakta dilapangan sangat jauh berbeda dengan apa yang mereka sampaikan. Mungkin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka buta atau pura-pura buta betapa banyaknya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;penderitaan/kepedihan rakyai bangsa ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di bidang politik, kita dapat melihat, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Safari Wakil Presiden yusuf Kalla ke 9 propinsi ternyata hanya taktik untuk medapatkan dukungan dari semua pihak, karena ia ber asumsi untuk maju pada pemilu 2009 mendatang, safari itu adalah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;politik yang dibungkus dengan Silaturrahim, dan seorang yang dianggap bersih dari korupsi ternyata malah jadi pecundang, tak salah lagi komisi Yudisial benar-benar sedang dilanda kesialan, lantara salah satu anggatanya dinyatakan bersih dari korupsi ternyata ditangkap, penagkapan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Irawady Joenoes, anggota Komisi Yudisial (KY), bak halilintar di siang terik. Ironis. Sebab, sebagai bagian dari lembaga itu, Irawady diharapkan mampu membikin lembaga peradilan menjadi bersih namun hal itu bak bualan di siang bolong.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Yang paling aneh lagi, ketika Rohmin Dahuri menjabat sebagai Mentri Kelautan dan Perikanan, ia telah banyak menelan uang rakyat dan hal itu ternyata tidak hanya dia yang memakannya, ternyata semua cawapres dan capres pada pemilu 2004 yang lalu juga mendapat kucuran dana ini, namun setelah semuanya jelas, Amin Rais dan Gus sholah telah memaparkan kesaksiannya dan mereka telah mengakui tindakan sembrono mereka (menerima uang dari Rogmin Dahuri) kini beritanya hilang ditelan bumi, entah lantaran penguasa yang berbuat serong, hukum menjadi lemah tak berdaya. Inilah yang ditakutkan Rasulullah 14 abad silam dalam sebuah haditnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Yang menarik lagi, ketika pelantikan Gubernur DKI Jakarta beberapa minggu yang lalu, hal tersebut menghabiskan dana sekitar 2 milyar sangat luar biasa, untuk hal apakah uang sebanyak itu dihambur-hamburkan? Apakah pelantikan seorang wali &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; sampai menghabiskan dana begitu banyak, tidakkah dana tersebut bisa dialaokasikan buat pembangunan ibu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tersebut, saya tidak dapat membayangkan bagaimana ketika kompetisi pemilihan Presiden dan Wakilnya pada 2009 mendatang? Akankah pulau akan dijual buat menyokong hal tersebut? &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Rasanya Negara kita memang sedang di hinggapi berbagai macam penyakit kronis, mulai dari dalam negri sampai ke luar negri, lihatlah kejadiain di Malaysa, hubungan kedua negara memang selalu diwarnai pasang surut. Dimulai dari konfrontasi keduanya di masa Bung Karno, pencaplokan Pulau Sipadan-Ligitan, hingga sengketa kepulauaan Ambalat. Mulai dari penyiksaan pembantu rumah tangga, hingga penjiplakan lagu Rasa Sayange. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Anehnya, meski selalu diwarnai pertikaian, baik politik maupun perselisihan antarwarga negara, tapi pemimpin kedua negara selalu mengelu-elukan bahwa antara &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; dengan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; adalah negara serumpun. &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt; dan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Kuala Lumpur&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; selalu menyebut-nyebut bahwa budaya kedua negara memiliki akar yang sama, budaya Melayu. Banyak lagu yang dibuat diilhami dari budaya kedua negara. Salah satunya adalah lagu yang dinyanyikan grup band D’lloyd, berjudul &lt;em&gt;Semalam di Malaysia&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dan pembaikotan maskapei penerbangan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang dilakukan oleh beberapa Negara, ini menandakan Negara kita memang sedang dilanda penyakit kronis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Akankah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; terus dilanda oleh krisis multidemensi yang tiada akhir? Inilah tugas kita di kemudian hari, sebagai kader dan utusan bangsa kita diharapkan dapat membantu memperbaiki Bangsa dan Negara kita. Semoga kita benar-benar bisa menjadi duta bangsa yang mengerti akan penyakit yang kini menyerang kubuh pertahanan bangsa kita. &lt;i&gt;Amiiinn&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; text-indent: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1026"  style="'position:absolute;font-size:21600,21600;" from="9pt,9.05pt" to="450pt,9.05pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td height="11" width="11"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-4320473991502595303?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/4320473991502595303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=4320473991502595303&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4320473991502595303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4320473991502595303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/hilangnya-sense-of-crisis-di-negeri.html' title='Hilangnya Sense Of  Crisis di Negeri Seribu Pulau'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-6649027716843947018</id><published>2007-10-10T22:50:00.000+02:00</published><updated>2007-10-10T23:01:46.413+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cakrawalamania'/><title type='text'>The Last (Printed) Edition</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;Assalamualaikum Wr.Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The show must go on”, mengejar deadline, terbit on time serta memberi kepuasan disetiap edisinya menjadi hal yang lazim dipikirkan oleh para kru sebuah media, seakan semua “kuli tinta” itu sepakat ingin memberikan yang terbaik bagi pembacanya. Begitupula keinginan kru bulletin Cakrawala yang sekarang anda baca ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat Cakrawala , dengan keterbatasan waktu, tenaga, dan materi “jujur” prinsip “ The Show Must Go On” memotivasi kami untuk bisa menerbitan edisi yang ke empat yang sekaligus edisi terakhir dan pamungkas ini. Kenapa harus edisi terakhir? Pasti semua sobat pembaca bertanya-tanya tentang hal ini, karena sebenarnya kami juga berat untuk mengatakan ini apalagi berpisah dengan teman-teman sobat pembaca Cakrawala (hik..hik..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ala kullihal karena pergantian status dan wewenang jugalah kami harus menyudahi keredaksian Cakrawala pada tahun ini. Meski sempat ada keraguan apakah bulletin Cakrawala masih ada untuk kepengurusan selanjutnya, ataupun apakah Cakrawala masih menjadi bulletin khusus yang dikelola olah para mahasiswa angkatan baru? Terlepas dari itu kami masih ingin sobat semua bisa tetap semangat untuk membaca, menulis dan berkarya karena long live education.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar harapan agar keredaksian yang kami embank dapat berakhir dengan “khusnul khotimah”, sekaligus dapat menjadi sweet memory, sebuah kenangan bahwa dulu kita pernah bersilaturrohim dan berkarya, dan semoga ukhuwah dan semangat kita masih terus terjaga.Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, rasa terimakasih serta apresiasi yang setingginya tidak lupa kami berikan kepada segenap teman-teman kru atas segala pengorbanan dan kontribusinya baik tenaga, pikiran, maupun materi. Jangan sampai ukhuwah kita terputus (kapan neh mo ifthor he2) ada Romlah,Jatri, dan Aaf yang puteng nyari iklan (walau pernah dicuekin jel..) trus Adel dan Yasir, sang editor yang sering dikejar berita dan lihai meracik tulisan para kru (tetep semangat berkarya ya..) kemudian special buat Angga sang Layouter tunggal yang banyak berkorban dan setia memberikan kontribusi buat Cakrawala (jazakallah wa taqobbalallah bro!) juga Nurdin yang masih semangat mempublikasikan Cakrawala lewat -dunia maya –blog (jangan lupa di update terus ya he2) kemudian Budi Ahda n Jamil atas dukungan dan motivasinya (di tunggu karya-karya nya selanjutnya neh), juga Zanuba n Zahroh (konsuli jel..) Annisa Alawiyah n Annisa Rahmawati (bukan kembar, namanya aja mirip he..) juga Rizka. Tidak lupa Nidauddin sang pimred yang gak pernah kenalan sama yang namanya "capek" bin "males" (jazakallah khairan katsiran wa yassarakallah, pak). juga Fuad Hidayat, rois marhalah (jangan bosen perjuangkan Tanafuz so tetep jadi ketua ya he2) special buat sobat pembaca khususnya temen-temen Tanafuz (terima kasih atas kepercayaannya) dan rekan-rekan IKPM juga yang belum kesebut (wish Allah receive our good deeds Amin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan jadi pingin nangis neh. So pada edisi terakhir ini sahabat bisa nostalgia dengan kegiatan tanafuz selama setahun baik lewat catatan kegiatan dalam rubric fikroh fokus, dan info kita juga lewat album kenangan dalam rubrik Qismut Taswir disamping ada beberapa rubric yang kudu antum baca lainya seperti hiwar, juga fenomena yang kali ini menyoroti marosim, emang kenapa dengan marosim? Juga tulisan menarik lainya. Pokoknya dalam edisi pamungkas ini kita akan mengulas habis all about tanafuz.juga tetap ingin menampilkan hidangan yang bersifat edukasi dan intertainment. So sayang kalo  gak baca semuanya, apalagi hanya di jadikan pajangan (abis lay outanya bagus yah!) dan selamat membaca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: ohya, ni ada link buat sobat-sobat cakrawala yang pingin buletin cakrawala dalam bentuk PDF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/61639965/CAKRAWALA_TERAKHIR.part1.rar.html"&gt;http://rapidshare.com/files/61639965/CAKRAWALA_TERAKHIR.part1.rar.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/61641725/CAKRAWALA_TERAKHIR.part2.rar.html"&gt;http://rapidshare.com/files/61641725/CAKRAWALA_TERAKHIR.part2.rar.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/61643758/CAKRAWALA_TERAKHIR.part3.rar.html"&gt;http://rapidshare.com/files/61643758/CAKRAWALA_TERAKHIR.part3.rar.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/61646237/CAKRAWALA_TERAKHIR.part4.rar.html"&gt;http://rapidshare.com/files/61646237/CAKRAWALA_TERAKHIR.part4.rar.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/61653171/CAKRAWALA_TERAKHIR.part5.rar.html"&gt;http://rapidshare.com/files/61653171/CAKRAWALA_TERAKHIR.part5.rar.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/61655828/CAKRAWALA_TERAKHIR.part6.rar.html"&gt;http://rapidshare.com/files/61655828/CAKRAWALA_TERAKHIR.part6.rar.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-6649027716843947018?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/6649027716843947018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=6649027716843947018&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6649027716843947018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6649027716843947018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/last-printed-edition.html' title='The Last (Printed) Edition'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-4055879388784512535</id><published>2007-10-10T20:20:00.000+02:00</published><updated>2007-10-10T20:24:02.232+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>Thanta; Sweet Memories</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Oleh: Yasir Muhtar Ismail*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dengan acara pelepasan oleh IKPM bagi para pemain Tanafuz FC. Yang akan bertanding ke Thanta, saat itulah perjalanan kami dimulai. Meskipun banyak teman-teman yang tidak hadir pada acara tersebut, kami yakin bahwa doa mereka tetap mengiringi perjalanan kami yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dilalui dengan naik el-Tramco ke Ramsis kemudian sampainya disana kami menunaikan shalat Ashar di Masjid Al-Fath, setelah semuanya selesai menunaikan shalat beberapa pemain terlihat asyik melihat melihat-lihat barang-barang yang dijajakan oleh pedagang asongan didepan masjid. Dudi Kurniawan dan Fuad Hidayat akhirnya sepakat membeli sarung tangan dalam seharga 6 pound yang sebelumnnya ditawar Yasir seharga 3 pound, tukang asongan hanya bisa menggelengkan kepala sambil berkata berkata "Mus yanfa' ". ada lagi tukang jam yang menjual jam-jam tangan aspal (asli tapi palsu), dengan  suaranya yang keras berteriak "talata 'asyar kulla hagga", kami yang sedang menunggu Tramco ke Thanta akhirnya menghabiskan waktu untuk melihat jam aspal-nya sambil hanya bisa bertanya "za bikam ya 'Amm" tanpa membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu lamanya perjalanan yang katanya memakan waktu sampai 4 jam –padahal 1jam setengah-, cukup membuat kami resah, apalagi untuk Ahya Ulumiddin yang tidak kebagian tempat duduk yang akhirnya terpaksa harus duduk diatas mesin tramco yang 'hangat', dia hanya bisa duduk pasrah sambil mencari posisi 'ternyaman' diatas mesin dengan tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kilo perjalanan dilalui dengan diskusi dadakan mulai dibuka dari A sampai Z dengan pemakalah Fuad hidayat diskusi mulai berlangsung panas 'issu reshuffle kabinet' membuat kami tertawa, Rahmat Nasution yang kerap 'diisukan' hanya bisa tertawa dan mengangguk-angguk tanpa melakukan pembelaan. Perjalanan ke Thanta yang banyak melewati sawah mengobati rasa rindu kami akan Indonesia, beberapa kali pemain nyeletuk "kayak di Ponorogo ya?", tetapi Ahya dan Asrori terlihat paling amat sumringah dengan melihat pemandangan nan hijau sedemikian rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Thanta kami turun di Ma'rod di jemput oleh Novi dan satu temanya –keduanya marhalah kedatangan 2006- sambil menunggu mobil ke tempat kami bermalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kota Thanta yang Ramah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keadaan Thanta amat kontras dengan Kairo, disana kita tidak mendapatkan tukang bis yang berteriak berisik mencari penumpang, keadaan kotanya juga relatif bersih, setiap bis berhenti sempurna untuk menurunkan penumpang, adu mulut juga tidak penulis dapatkan ketika berkunjung ke pusat perbelanjaan Thanta yang modern maupun tradisional sekalipun, beberapa pedagang pasar tradisional terlihat dengan sabar melayani pembeli -tidak seperti di 'Atabah yang dipaksa membeli setelah bertanya-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersihan Thanta juga amat menarik perhatian penulis, apabila berjalan di 'Atabah kita sering kali berjalan diatas tumpukan sampah hal demikian tidak terjadi di pasar tradisional Thanta. Melewati pasar tersebut seperti kita berjalan di jalan protocol yang selalu dijaga kebersihanya walaupun ribuan orang melakukan transaksi saat itu. Orang Mesir Thanta lebih menjaga kebersihan dirinya, bau tidak sedap yang sering kita dapatkan apabila berdekatan dengan 'Ammu-'ammu Kairo juga tidak lagi berlaku di Thanta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya keramahan penduduknya mungkin dipengaruhi oleh tidak begitu mahalnya kebutuhan hidup di Thanta dibandingkan di Kairo, karena selalu saja kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan hidup dengan mudah membuat watak manusia cenderung bersifat keras, seperti yang terjadi di Kairo. Dengan tanpa disadari manusia yang hidup dalam keterhimpitan ekonomi memposisikan siapa saja yang disekitarnya sebagai rival baginya dan bukan kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masjid Ahmady Badawy  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masjid yang cukup terletak dipusat kota dan dihimpit oleh pasar tradisional al-Khally terlihat amat berwibawa, warna dindingnya yang seperti kuning pasir gurun menambah keanggunanya dimalam hari. Nama masjid tersebut diambil dari seorang tokoh sufi yang dimakamkan di dalam masjid tersebut bernama Syaikh Ahmad Badawy, yang konon merupakan salah seorang guru tokoh sufi Irak yang terkenal dan paling berpengaruh di sentero dunia Islam Syaikh Abdul Qadir Jaelani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid yang didirikan diatas tanah seluas 700 meter persegi dan dihiasi oleh 1 buah kubah utama, 2 buah menara utama setinggi 25 sampai 30 meter dan 2 menara yang terletak di belakang masjid setinggi 15 meter memang menjadi denyut kehidupan kota Thanta dimalam hari terlihat sekitar seribu orang menjadikan halaman masjid yang ditengahnya terdapat air mancur sebagai tempat rekreasi santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang kami mengunjungi masjid tersebut hampir mendekati tengah malam sehingga kesempatan untuk berziarah ke makam tokoh sufi tersebut tidak bisa terwujud, tetapi kami tetap bisa menikmati desain pahatan klasik tiang-tiang didepan masjid yang sangat indah. Memandang masjid dari sudut dimana tiang-tiang itu berada, kita seperti merasa berada di Istana Islam Cordova Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 11.00 malam air mancur dihalaman masjid dimatikan oleh penjaga masjid, secara berangsur-angsur para peziarah mulai meninggalkan kompleks halaman masjid&lt;br /&gt;Akhir Perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memakai kostum baru beberapa pemain melakukan selebrasi norak yang dipimpin oleh Abid sambil difoto dilapangan sebelum pertandingan, tragedi 'Kibdah Sibrawy' berkali-kali menjadi bahan pembicaraan diselingi dengan tawa dan canda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kick off dimulai pemain berjuang 90 menit tanpa letih, Jamil Abdul Latif yang bertugas menyuplai kebutuhan logistik tim, berkali-kali memberikan semangat bagi kawan-kawan dilapangan sampai kemenangan dapat kami raih dengan hasil akhir 4-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertandingan dan berbenah diri, pada siang hari selanjutnya kami mengadakan kunjungan silaturahmi sekaligus santap siang bersama jajaran pengurus baru PPMI Thanta, sambil melihat kampus Universitas Al-Azhar Thanta yang luasnya tidak kalah dengan Kampus Azhar di Darrasah bahkan gedung yang berada di Thanta lebih modern dibandingkan gedung yang berada di Darrasah. Setelah mengadakan silaturrahmi terbatas, kami akhirnya meninggalkan Thanta dengan penuh kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;* Warga Tanafuz, Editor Buletin Cakrawala&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-4055879388784512535?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/4055879388784512535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=4055879388784512535&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4055879388784512535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4055879388784512535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/thanta-sweet-memories.html' title='Thanta; Sweet Memories'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-2881056318423674657</id><published>2007-10-10T20:18:00.000+02:00</published><updated>2007-10-10T20:19:43.615+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kita'/><title type='text'>Tanafuz IKPM Berjaya di Thanta</title><content type='html'>Thanta- pertandingan persahabatan antara Tanafuz yang mewakili IKPM Cab. Kairo bersama Timnas Thanta pada tanggal 2 September 2007 kemarin berakhir dengan hasil 4-2 untuk kemenangan Tanafuz IKPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan yang diadakan di Nadi Thanta tersebut sebenarnya merupakan bentuk sosialisasi bagi IKPM Cab Kairo di daerah Thanta agar lebih dikenal oleh mahasiswa yang tinggal disana. "Ya! Memang IKPM agak kurang dikenal didaerah Thanta sehingga kami mengadakan pertandingan ini" tutur Yovi Saddan Kapten Tanafuz IKPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai sebab kekalahan yang ditelan Timnas Thanta kemarin, Presiden PPMI Thanta mengaku timnya belum mengeluarkan kemampuan maksimal dan bermain 'setengah hati'. "Pemain kami jarang mengadakan latihan sehingga lini tengah kami kurang solid" tandasnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mengaku bermain 'setengah hati', tetapi kenyataan dilapangan berbicara lain, terlihat beberapa kali manager mereka memarahi beberapa pemain yang melakukan kesalahan dalam membangun serangan apalagi dibabak kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan babak pertama berjalan amat ketat setelah Timnas Thanta di kejutkan dengan gol cepat yang dicetak oleh Adi Abdullah Muslim pada menit ke-3.&lt;br /&gt;Gol pertama berawal dari kesalahan pemain belakang Timnas Thanta yang gagal mengawal Rahmat Nasution. Setelah mendapatkan umpan terobosan menyusur tanah dari Arsil, Rahmat berlari menuju sisi kanan gawang dan langsung melancarkan shoot keras yang berhasil di tepis oleh kiper, muntahan bola yamg persis dimulut gawang tidak disia-siakan oleh Adi Abdullah yang langsung menendang masuk bola muntahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gol cepat menit pertama membuat Timnas Thanta bermain ngotot, kurang lebih 15 menit kemudian Tanafuz IKPM dikurung didaerah pertahanan mereka, Striker Tanafuz Yasir Muhtar dan Rahmat Nasution dikawal dengan ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyerang cukup lama Timnas Thanta akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-15 dan unggul beberapa saat pada menit ke-20. Gol balasan tercipta setelah gelandang serang mereka melakukan shoot menyilang dari tengah lapangan yang tidak mampu ditepis oleh Fuad Hidayat Kiper Tanafuz. Sedangkan gol kedua mereka dicetak melalui tendangan bebas yang akurat dari sisi kiri kanan lapangan menuju pojok kanan atas gawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan Timnas Thanta tidak bertahan lama, berselang dua menit  kemudian Yasir Muhtar mencetak gol guna menyamakan kedudukan –menit 22-. Mendapat umpan dari tengah lapangan dan berhasil lolos dari perangkap off-side Yasir Muhtar melakukan solo run yang kemudian tinggal berhadapan dengan kiper Thanta dan berhasil mencetak gol.&lt;br /&gt;Berhasil menyamakan membuat Tanafuz IKPM menemukan kembali irama permainan mereka, sehingga pada menit ke-40 Rahmat Nasution berhasil membawa Tanafuz  IKPM unggul, setelah shoot kerasnya dapat merobek jaring gawang Timnas Thanta. Kedudukan sementara 3-2 untuk Tanafuz IKPM sampai usai babak  pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki babak tim Tanafuz IKPM melakukan pergantian sejumlah pemain khususnya lini belakang. Ahya Ulumudin dan sofwan Hadi digantikan oleh Asrori dan Ikhwan Fikri, sedangkan Ari Vernando keluar digantikan oleh Majdi untuk mengisi posisi stopper, dan Lutfi Husin masuk mengantikan Adi Abdullah mengisi sayap kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti babak pertama yang cenderung kedua tim bermain tertutup, pada babak kedua permainan lebih terbuka passing jarak jauh banyak dilakukan oleh kedua tim. Serangan yang dibangun Timnas Thanta terlihat kurang berbahaya tercatat hanya tiga shoot yang dilancarkan ke gawang Tanafuz IKPM sepanjang babak kedua. Sebaliknya Tanafuz IKPM yang mengaktifkan serangan lewat sayap kiri dan kanan beberapa kali mendapatkan kesempatan emas untuk kembali membuahkan gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki menit ke-55 Dudi Kurniawan mengantikan Fuad Hidayat kiper Tanafuz IKPM. Penampilan gemilang Dudi Kurniawan dibawah mistar gawang  berhasil mementahkan satu-satunya kesempatan emas yang diperoleh Timnas Thanta melalui tendangan keras mendatar kearah kanan gawang pada menit-63.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada menit 70 Rahmat Nasution kembali memperbesar keunggulan, berawal dari bola yang disodorkan oleh Yovi Saddan dari tengah lapangan kepada Rahmat Nasution, kemudian ia melakukan one touch control, meskipun masih terkawal dua pemain belakang lawan tendangan terarahnya mampu memperdayai kiper Timnas Thanta yang hanya bisa diam melihat bola mengalir deras mengenai mistar gawang yang kemudian menghasilkan gol. Skor 4-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang mencetak gol juga kembali diperoleh Tanafuz IKPM pada menit 80, peluang didapatkan oleh Yasir Muhtar setelah berlari membayangi Rahmat Nasution yang sedang menggiring bola, Rahmat Nasution memberikan umpan matang kepadanya, sayang tendangan keras lewat kaki kirinya yang dicoba dihadang oleh bek terakhir Timnas Thanta, sedikit melebar meninggalkan mistar gawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan Tanafuz IKPM kali ini tidak lepas dari lini tengah mereka yang digalang oleh Yovi saddan dan Arsil, dua pemain tersebut mampu berduel dengan lima pemain tengah timnas Thanta dan memberikan umpan terobosan bagi striker-striker Tanafuz yang kerap kali menjadi penyebab terlahirnya gol Tim Tanafuz IKPM F.C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian juga layak diberikan kepada lini belakang Tanafuz IKPM yang digalang oleh Abid Setiawan, dengan bermain disiplin dan menjaga konsentrasi sepanjang 90 menit yang membuat kiper Tanafuz IKPM tidak harus 'bekerja keras'. Bravo Tanafuz. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Ysr)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-2881056318423674657?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/2881056318423674657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=2881056318423674657&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2881056318423674657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2881056318423674657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/tanafuz-ikpm-berjaya-di-thanta.html' title='Tanafuz IKPM Berjaya di Thanta'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-4529613061868209301</id><published>2007-10-10T20:13:00.000+02:00</published><updated>2007-10-10T20:15:07.887+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Mensyukuri Apa yang Ada</title><content type='html'>Sudah menjadi tabiat manusia bahwa ia selalu mengeluh, tamak dan terselubung emosi, tanpa disadari penyakit-penyakit hati mulai bersarang membuat hati kita pekat dan hitam dengan noda-noda yang semakin sulit untuk dihilangkan. Kita selalu lupa untuk mensyukuri hal-hal kecil yang ada di depan mata, orang-orang disekitar kita, lingkungan dimana kita berada bahkan sebaliknya kita menuntut agar Allah memberi apa yang kita minta. Alngkah naifnya dan egoisnya diri ini yang selalu meminta hak tanpa pernah melaksanakan kewajiban kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita bersyukur atas semua kesulitan-kesulitan, karena disana terdapat ladang untuk mengembangkan diri. Seharusnya kita bersyukur atas keterbatasan yang ada karena disana terdapat ladang untuk mengembangkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita mensyukuri kesalahan-kesalahan yang telah berlalu, karena disana terdapat pelajaran yang sangat berharga. Seharusnya kita bersyukur ketika rasa lelah dan bosan itu datang karena berarti kita telah berbuat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bersyukurlah karena rasa syukur kita bisa mengubah hal negatif menjadi positif. Sesusah apapun jalan jalan yang membentang dihadapan kita pasti ada yang jauh lebih susah. Sesedih apapun keadaan kita, pasti ada yang jauh lebih sedih daripada diri kita. Dan sekaya apapun diri kita, pasti ada yang lebih kaya. Maka rasakanlah cukup yang ada daripada apa yang tiada dan tetaplah meraih apa yang dicita sambil bersyukur apa yang ada... &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(rml)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-4529613061868209301?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/4529613061868209301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=4529613061868209301&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4529613061868209301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4529613061868209301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/mensyukuri-apa-yang-ada.html' title='Mensyukuri Apa yang Ada'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-2835031174056160084</id><published>2007-10-10T20:09:00.000+02:00</published><updated>2007-10-10T20:12:41.592+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kita'/><title type='text'>Golput; Polemik Tahunan Masisir</title><content type='html'>Dilema organisasi masisir seakan mendapat angin segar dengan selesainya segudang rentetan acara Panitia Pemilu Raya dan Sidang Umum (PPSU) 2007. Mulai dari Sidang Umum MPA II 2006-2007, pendaftaran calon presiden, Debat Kandidat, di daerah maupun di Kairo, Pemilu sebagai acara puncak dan Sidang Umum MPA I 2007-2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.000 Le –bukan jumlah yang sedikit-, total dana yang dianggarkan untuk mensukseskan rentetan acara pemilu raya ini, namun tetap belum bisa menyelesaikan berbagai polemik yang senantiasa melingkupi jalannya acara ini. Taruhlah disini salah satu contoh yang kerap terjadi setiap tahun, yaitu fenomena golput atau abstainnya suara masisir yang masih selalu mendominasi pada setiap pemilu yang berlangsung. “Padahal beraneka  upaya telah diupayakan untuk menyiasati untuk mencegah fenomena pahit tersebut,” tutur salah seorang kru buletin PPSU “Di antaranya adalah lebih mengaktifkan buletin PPSU, pamflet iklan, dan sarana informasi lainnya” lanjut sang news-hunter ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu beberapa TPS telah disediakan dibeberapa tempat strategis di Kairo, meski tahun ini panitia tidak menempatkan TPS di madinat Bu’ust, baik putra maupun putri, namun hal ini diharapkan tidak akan mengganggu kelancaran acara pencoblosan ini.Untuk itu salah satu solusi yang diberikan panitita adalah dengan memeberikan tenggang waktu yang cukup panjang untuk menyampaikan aspirasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kurang dari tujuh posko yang disebar di Kairo dan daerah sekitar untuk menyalurkan aspirasi masisir. TPS yang ditempatkan meliputi pasanggrahan KPMJB dengan perolehan lebih kurang 800 suara, Posko pencoblosan yang ditempatkan di markas Kemas 150 suara, Qotomiyah tidak kurang dari 160 suara dan Muqottom 30 suara. Begitu pula TPS yang ditempatkan di daerah meliputi Zagozig, Mansura, Dumyat dan Tonto mendapat perolehan +128 suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi penghitungan suara didapatlah hasil akhir total suara sah yang terjaring pada pemilu capres tahun ini, yaitu sebanyak 1368 suara. Jumlah ini jika presentasenya kita teliti lebih lanjut, ternyata hanya berkisar + 34 % dari jumlah keseluruhan suara masisir yang seharusnya didapat. Hal ini mengindikasikan bahwa lebih dari setengah jumlah masisir atau tepatnya 66% dari + 4024 jumlah keseluruhan mahasiswa Indonesia-Mesir tidak mengeluarkan suaranya alias golput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu fenomena pahit yang sangat disayangkan, jika hal ini terjadi dari tahun ke tahun. Sebab hal ini mengindikasikan akan rendahnya sense of belonging-nya para masisir terhadap wadah yang pada hakekatnya dibentuk untuk memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi kita sebagai mahasiswa pendatang di negeri kinanah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu pada masa mendatang diharapkan pelanjut tongkat estafet kepemimpinan yang dipegang oleh Talqis Nurdianto ini bisa menepis paradigma dan memeberikan sumbangsih nyata dengan benar-benar mengayomi dan menggenjot kualitas sumber daya  manusia masisir,  sehingga bisa menepis paradigma negatif terhadap PPMI, dikotomi organisasi, dan kesenjangan dalam tubuh masisir. Jika kondisi ideal ini bisa terwujudkan dengan indikasi terkolaborasikannya setiap elemen di masisir menjadi suatu harmonisasi yang indah, maka bisa diprediksikan rasa kepemilikan masisir tehadap PPMI bisa meningkat pada masa mendatang. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(@ir)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-2835031174056160084?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/2835031174056160084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=2835031174056160084&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2835031174056160084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2835031174056160084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/golput-polemik-tahunan-masisir.html' title='Golput; Polemik Tahunan Masisir'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-9123924970295308392</id><published>2007-10-10T20:04:00.000+02:00</published><updated>2007-10-10T20:09:13.817+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kita'/><title type='text'>Malam Kesyukuran 30 Tahun IKPM Cabang Kairo</title><content type='html'>“Sengsara membawa nikmat”. Harapan panitia untuk menjadikan Kulliatu al-ttib sebagai tempat untuk mengukir kenangan manis di penghujung acara peringatan 30 tahun IKPM cabang Kairo ini terpaksa patah sebelum berkembang. Berawal dari kesalah pahaman birokrasi antara salah satu organisasi mahasiswa Indonesia-Mesir dengan pihak pengelola Kulliyatu al-ttib, universitas Al-azhar, sehingga pemakaian auditorium tersebut dibatasi hanya untuk sore hari. Realita diluar perkiraan ini menuntut panitia segera memutar otak dan mengambil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;emegency decision&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata rintangan ini justru menjadi sebuah moment yang mendaulat IKPM untuk menjadi "pionir" bagi seluruh organisasi  ke-Indonesiaan dengan menjadikan City Gym Hall, Hai-Sadis, sebagai tempat untuk mengadakan event besar untuk pertama kali. Tidak mengherankan jika keadaan ini justru menjadi nilai plus yang menyedot perhatian sponsor, masisir, bahkan para staff  KBRI. Sehingga, walaupun acara harus diundur beberapa hari, karena padatnya jadwal pemakaian gedung dan acara yang harus diformat ulang dari awal, serta dana yang otomatis akan membengkak dari anggaran sebelumnya, namun semuanya bisa tertangani dengan baik. Khusus dalam hal keuangan, dari 3250 LE yang dianggarkan, event ini mendapat input sebesar 3676 LE, 750 LE diantaranya merupakan kucuran dana dari KBRI yang total dana yang diturunkan adalah 1500 LE, 1500 LE lainnya merupakan dana dari IKPM yang dialokasikan khusus untuk acara Malam  Kesyukuran, serta sisanya berasal dari sponsorship, sumbangan perorangan maupun kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul sepuluh, malam itu (Jum’at, 10/8) tribune yang berkapasitas dua kali lipat auditorium Kulliyatu al-ttib, beserta lebih kurang 500 orang penonton yang hadir ketika itu, menjadi saksi pemukulan gong pembuka acara Malam Kesyukuran sekaligus menutup acara peringatan 30 tahun IKPM cabang Cairo, oleh KUAI kedutaan besar Republik Indonesia, Bapak Drs. H. Agus Salim, S.Ag. Meskipun sebelum acara dimulai, terjadi insiden mengejutkan -patahnya background yang telah dipersiapkan sebagai setting panggung-, yang  ternyata tidak turut mematahkan semangat para panitia . Justru dari momen inilah terefleksi seberapa tangguh mental para anggota IKPM menghadapi keadaan darurat diluar dugaan, dan sejauh mana kesolidan team-work antar anggota dalam mensukseskan kegiatan yang menjadi hajat bersama. Terbukti acara berlangsung sukses dan penonton tidak beranjak dari tempat duduknya hingga akhir pertunjukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara pamungkas ini, kesinergian dan keharmonisan kekuatan umat yang menjadi visi utama dari keseluruhan acara peringatan 30 tahun IKPM cabang Cairo, direfleksikan dalam beberapa acara inti, diantaranya koor dari IKPM voice yang membawakan gita yang bertema kesyukuran, dan semangat solidaritas terhadap sesama bangsa Indonesia. Wayang orang yang disajikan dengan mengkolaborasikan tradisionalisme budaya Jawa dengan modernisme kehidupan masisir. Begitu juga dengan combination dance, yang merefleksikan fleksibilitas dalam bersikap dan bertindak.  Demikian halnya dengan kabaret, yang disajikan dengan komunikatif dan kocak namun sanggup mengobarkan semangat nasionalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari semua itu, buah kesuksesan tidaklah berasal dari hasil akhir sebuah perjuangan tapi berasal dari proses yang dijalani guna mencapai suatu yang dicita-citakan.  Meski malam kesyukuran ini bisa dikategorikan sebagai pionir dalam dunia pementasan masisir, tetaplah terdapat berbagai kekurangan, meskipun hal tersebut dikarenakan berbagai keterbatasan, seperti sempitnya waktu yang tersedia untuk peminjaman gedung sehingga durasi waktu yang ada untuk pemasangan background dan setting panggung, serta berbagai persiapan lainnya juga terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata ketangguhan mental serta semangat persatuan serta saling membantu justru semakin terasah. Demikian halnya dengan kesinergian umat yang menjadi cita-cita kita bersama guna mencapai kejayaan negeri tercinta Indonesia, tidaklah mudah. Mudah-mudahan dengan berbagai tekanan dan keterpurukan yang seakan beruntun menerpa bangsa kita, bisa menjadikan kita sebagai bangsa yang tangguh dan tidak terlena dengan berbagai kekayaan negri yang tersedia. Meski belum terwujud dalam waktu dekat ini, tapi mungkin satu atau dua dekade mendatang apa yang kita cita-citakan sebagai bangsa yang berdaulat bukan sebatas angan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(@ir)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-9123924970295308392?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/9123924970295308392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=9123924970295308392&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/9123924970295308392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/9123924970295308392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/malam-kesyukuran-30-tahun-ikpm-cabang.html' title='Malam Kesyukuran 30 Tahun IKPM Cabang Kairo'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-6739867880434643121</id><published>2007-10-10T19:52:00.000+02:00</published><updated>2007-10-10T19:58:55.667+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hiwar'/><title type='text'>Syarbini (Juara 1 Lomba Syair Lembaga Iqra’ El-Khairiyah): "Perbanyak Membaca dan Terus Melatih Otak..."</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ternyata tidaklah mudah untuk menjadi seorang penyair. Karena sebelum menjadi seorang penyair, banyak suka duka yang harus dirasa. Salah satu yang berhasil adalah al-ustadz Syarbini , pemenang lomba syair yang digelar oleh Lembaga Iqra' el Khoiriyah tempo hari. Untuk lebih mengenal dan mengetahui lebih lanjut tentang perjalanan sang penyair, marilah kita simak wawancara kru Cakrawala Zahrotun Nafisah dengan al-ustadz Syarbini Muhammad Syaridah di Sholah Tadris Universitar Al-Azhar Kairo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana perasaan anda ketika anda menjuarai perlombaan ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sungguh saya tidak menyangka saya akan menjuarai perlombaan ini. Alhamdulillah segala puji bagi-Nya yang telah memberikan nikmat ini. Karena saya sangat beruntung sekali bisa mendapatkan hadiah yang begitu besar dari panitia sendiri. Yang ini semua bisa memacu saya untuk tetap bersemangat dalam mengembangkan bakat saya dalam menulis syair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pernahkah anda mengikuti perlombaan sebelumnya? Prestasi apa saja yang anda dapatkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya sudah sering mengikuti lomba syi'ir yang dari situlah saya mendapatkan banyak berbagai pengalaman indah dalam hidup saya. Pengalaman untuk tetap meningkatkan bahasa maupun kemampuan untuk berimajinasi yang terus mengasah otak. Diantara prestasi yang pernah saya raih yakni juara terbaik karya ilmiah tahun 2001, Penyair muda terbaik di Lembaga Iqra' tahun 2003 serta Qoshidah terbaik di Nadi Turots tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa anda lebih memilih syair? Kapankah anda mulai mengarang syair?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Syair dalam pandangan saya itu merupakan hal yang unik untuk menjadi suatu karya. Ia bisa menumbuhkan emosional untuk berhalusinasi yang lebih indah. Mempunyai kata-kata yang indah dalam pengkiasannya, serta gaya bahasa yang terpilih di dalamnya mengacu saya untuk membayangkan hal-hal yang lebih indah dan romantis. Meski karya yang saya buat kebanyakan adalah tentang perjuangan Islam di masa-masa Irak, Palestina dan lain sebagainya. Tetapi saya mengibaratkan itu semua dengan kata-kata yang lebih meluluhkan pembaca untuk lebih tahu bagaimana keadaan sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai mengarang sejak kecil di bangku sekolah dasar. Karena memang saya suka membaca syair daripada cerpen dan yang lainnya. Tetapi saya mulai mengiikuti berbagai perlombaan sejak di Madrasah Tsanawiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapakah motivator terbesar anda dalam menelusuri karya ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bagi saya motivator terbesar adalah keluarga, terutama paman saya. Karena paman sayalah yang sejak kecil membimbing saya untuk terus lebih meningkatkan karya-karya saya. Meskipun beliau adalah seorang muhandis, tetapi beliau mempunyai bakat untuk mengarang syair yang handal. Tapi yang pasti adalah memotivasi diri sendiri untuk lebih memperbagus karya dan bakat, hari esok harus lebih baik dari hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana menurut anda tentang syair arab yang ada di Mesir sendiri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, untuk saat ini ternyata tdak sedikit dari pemuda Mesir sendiri yang menjadi peyair berbakat. Dan karya mereka pun juga tidakdiragukan. Banyak sekali peningkatan yang terjadi dalam dunia syair di negeri ini. Karena meski tidak ada sekolah khusus untuk menyelami dunia syair, tetapi pemuda Mesir bisa eksis dalam dunia penyair. Karena sebenarnya yang dibutuhklan dalam syi'ir adalah kemampuan seseorang dalam mengolah kata dan gaya bahasa arab yang balaghi. Disamping ia harus paham akan ilmu adab dan gramatikal araby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa pesan anda untuk kami para mahasiswa khususnya Indonesia untuk bisa lebih menghasilkan karya yang indah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya berpesan jikalau kalian memiliki suatu bakat maka kembangkanlah ia, jangan pendam ia selama kalian mumpuni untuk terus berkarya darinya. Menjadi penyair tidaklah mudah, tetapi bukanlah hal yang mustahil untuk dikerjakan. Perbanyak membaca dan terus melatih otak dalam mengembangkan seluruh kemampuan dan bakat kalian. Karena dari situlah kalian bisa memotivasi diri untuk tetap lebih maju serta akan menjadi generasi Islam yang handal.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Zay)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;Biografi&lt;br /&gt;Nama                   :Syarbini Muhammad Syaridah&lt;br /&gt;Tanggal Lahir     : 27 Agustus 1976&lt;br /&gt;Alamat                 : Masakin Tabath – Kairo&lt;br /&gt;Jabatan                : Direktur perpustakaan "Risalah Li Turats"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-6739867880434643121?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/6739867880434643121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=6739867880434643121&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6739867880434643121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6739867880434643121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/syarbini-juara-1-lomba-syair-lembaga.html' title='Syarbini (Juara 1 Lomba Syair Lembaga Iqra’ El-Khairiyah): &quot;Perbanyak Membaca dan Terus Melatih Otak...&quot;'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-6825789680109063278</id><published>2007-10-10T19:42:00.000+02:00</published><updated>2007-10-10T19:52:01.122+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><title type='text'>Belajar dari Marosim</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Muhammad Nidauddin*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Azan dzuhur selesai dikumandangkan, para santri pun terlihat tergesa-gesa dengan kantong sandal yang digenggamnya. Kadang baju mereka basah kuyup terkena percikan air wudhu. Meski secepat mereka berlari namun barisan panjang melebar itu telah menantinya, hingga akhirnya mereka harus rela dihukum demi keterlambatannya, didalam suatu "marosim" (semacam hukuman bagi yang terlambat, red) yang diadakan oleh para mudabir (pengurus) rayon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologis, marosim mempunyai artian upacara, sidang, atau acara seremonial, sehingga ro'isul marosim mempunyai artian sebagai MC. Terlepas dari itu semua, barisan memanjang yang didirikan oleh para mudabir rayon maupun pengurus OPPM sampai asatidz di bagian tertentu di Gontor disebut dengan marosim. Meski bisa juga dikonotasikan dengan waktu tertentu yang apabila melanggar batasan tersebut sang pelanggar akan dikenakan sangsi, sehingga marosim tidak harus berbentuk barisan memanjang bahkan seorang pun jika terlambat dapat dikenakan marosim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang marosim menjadi kenangan tersendiri bagi para alumni gontor, karena keseharian mereka tidak terlepas dari istilah ini, ataupun bahkan bisa dipastikan tidak ada dari mereka yang pernah nyantri di Gontor yang tidak pernah terkena marosim bagaimanapun bentuknya itu. Maka marosim dalam kehidupan Gontor bisa dikatakan sebagai simbol kedisiplinan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa marosim menjadi suatu simbol high discipline? Penulis memandang marosim sebagai icon yang denganya waktu menjadi berharga, para santri diajari untuk dapat menghargai pentingnya waktu, hingga para santri seakan takut untuk melewati waktu sedetikpun agar tidak terkena marosim, tentunya keterlambatan waktu menjadi hal yang ditakuti oleh mereka. Ataupun dengan marosim sebenarnya kita selaku alumni yang juga pernah nyantri di sana dituntut untuk berpikir ekstra bagaimana terhindar darinya dengan cara apapun, maksudnya dengan efisiensi waktu sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ketika sempitnya waktu makan dengan dekatnya jaros masuk kelas, supaya efisiensi waktu, kita terpaksa harus mandi terlebih dahulu, membawa buku-buku pelajaran hingga piring untuk dapat pergi ke dapur, kemudian memperhitungkan berapa menit waktu makan agar mempunyai waktu untuk dapat berjalan menuju kelas. Sebuah penyiasatan waktu yang sangat jeli hingga hidup pun menjadi teratur dan waktu pun tidak terpakai sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari fenomena marosim ini, penulis ingin mengaitkanya sebagai alternative solusi bagi fenomena buruk yang berkembang di kehidupan masisir, bahkan tidak hanya kehidupan masisir saja, bahkan menurut salah satu ibu pejabat KBRI yang dekat dengan penulis di tingkat pejabat KBRI atau di kehidupan masyarakat Indonesia yang ada di mesir ini, fenomena ini seakan menjadi virus yang harus di berantas.    Walaupun jujur ini suatu utopia semata jika marosim –dengan bentuk yang sama seperti di Gontor- digalakkan pada komunitas yang real -bukan di pondok- seperti saat ini-, namun bisa menjadi batu loncatan khususnya kita selaku alumni Gontor yang pernah merasakan kesaktian marosim ini dulu, untuk menerapkanya palng tidak dalam bentuk pemikiran atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mindset&lt;/span&gt;, sehingga kita takut untuk terlambat dengan berbagai konsekwensi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan tidak menutup kemungkinan jika marosim di terapkan pada suatu komunitas tertentu, yang sudah mempunya kesepakatan serta komitmen untuk menghargai waktu, sehingga terbentuklah peraturan yang mengikat pengikutnya untuk tidak terlambat pada acara yang mereka adakan, dengan konsekuensi memulai pertemuan tersebut tepat waktu meski jumlah yang sedikit ketika itu, dan memberikan sangsi bagi mereka yang terlambat -tentunya bukan karena udzur syar'i- sesuai dengan hukuman yang telah mereka sepakati. Hukuman yang diharapkan sang pelanggar jera untuk tidak mengulanginya lagi dan menjadi contoh anggota lainya untuk tidak terlambat pada pertemuan selanjutnya, sesuai dengan misi iqob yang termaktub dalam kitab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tarbiyah wa at-ta'lim&lt;/span&gt; yakni &lt;span style="font-style: italic;"&gt;at-ta'qib wa tamsil&lt;/span&gt; yang pernah kita pelajari dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Neo-marosim, juga bisa diterapkan dalam menghadapi kebiasaan waktu karet yang terjadi di mesir ini, dengan merubah cara berpikir kita, baik  dimulai dari sang peserta maupun panitia acara. Terkadang panitia sengaja memajukan waktu agar dapat dihadiri oleh peserta yang -sengaja- datang terlambat, atau istilah kasarnya menyediakan waktu molor, yang sebenarnya ini juga “bukan” merupakan tindakan efektif problem solving untuk masalah ini, malahan semakin memberi ruang molor bagi peserta dan mengajak mereka untuk tidak on time. Karena ketika itu juga panitia sudah mempunyai pikiran untuk molor dan tidak mempunyai disiplin serta komitmen yang tegas dengan acaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebenarnya dimulai dari panitia acara itu sendiri untuk bisa commit dengan waktu acaranya, sehingga bagaimanapun keadaanya acara bisa dilaksanakan tepat waktu. Kemudian faktor kedua bagi peserta untuk dapat merubah pandanganya mengenai timing waktu pertemuan, yakni jika dijanjikan akan dimulai pukul 3 sore misalnya, maka seharusnya tidak berpikir untuk mulai berangkat pada pukul 3 sore itu, tapi harus berpikir pada pukul 3 sudah sampai pada tujuan, agar dapat berangkat sebelumnya dan bisa datang on time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan menjadi alasan kita hidup di Mesir dengan masyarakatnya yang jarang bisa tepat waktu. Ataupun kadang kita heran lantas tersenyum sendiri dengan kebiasaan janji mereka, yang berkisar antara kalimat ba'da sa'at, bukroh, ba'da usbu' hingga kemudian malghi atau tidak jadi. Tentunya kita tidak mau disamakan dengan mereka, kita adalah bangsa yang sangat menghormati waktu, bahkan seyogyanya sebagai seorang muslim waktu sedetik pun serasa berharga, karena kelak akan dipertanggung jawabkan di akhirat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Al-waqtu ka as-sayfi in lam to'hu qoto'aka."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;* Warga Tanafuz, Pimred Buletin Cakrawala.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-6825789680109063278?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/6825789680109063278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=6825789680109063278&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6825789680109063278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6825789680109063278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/belajar-dari-marosim.html' title='Belajar dari Marosim'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-8352978377246532349</id><published>2007-10-10T19:24:00.000+02:00</published><updated>2007-10-10T19:35:24.642+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fikrah'/><title type='text'>Tanafuz di Persimpangan Jalan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Angga Prilakusuma*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 November 2006, tanggal bersejarah yang tak akan terhapus dari memori kita masing-masing. Memasuki bulan kesebelas —terhitung sejak kedatangan kita—, dengan mudah kita bisa menemukan nama rekan Tanafuz baik di IKPM sebagai almamater sekaligus induk Tanafuz, kekeluargaan, afiliatif, senat, PPMI dan beberapa organisasi lain. Ini menandakan bahwa personal Tanafuz bisa dibilang cukup mewarnai pergerakan di Masisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menoleh ke belakang, Tazkia Fi nailil Fauz boleh dikata memiliki sejarah yang istimewa. Perdebatan alot yang menghiasi penamaan marhalah antara Tazkiyah dan Nailil Fauz menggambarkan motivasi masing-masing pihak (Lih.: Cakrawala Ed.I th.4). Mau ke mana dan apa yang mereka rencanakan untuk marhalah. Shakespeare dalam Hamlet-nya boleh saja bilang, apalah arti sebuah nama. Namun bagi orang yang mempunyai misi, dan tujuan, nama bisa menjadi barang fatal. Sebab menurut hemat penulis, nama mencerminkan keinginan dan tujuan final yang ingin dicapai. Dengan kata lain, saat terjun ke dalam organisasi marhalah ini, setiap personal Tanafuz mempunyai idealisme masing-masing untuk maju ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, memelihara idealisme adalah tantangan bagi Tanafuz. Apalagi Tanafuz bisa dikata organisasi plural, anggotanya datang dari latarbelakang yang berbeda. Seperti angkatan kelulusan, pondok almamater, dan daerah. Tantangan pertama yang dihadapi adalah menyatukan sekian banyak suara dan jangan sampai idealisme tersebut diseret kepada kepentingan unsur tertentu. Namun dengan perkumpulan bulanan sebagai ajang silaturrahim dan sosialisasi program sekaligus penyamaan persepsi, keluarga Tanafuz yang plural bisa disatukan, tidak tersekat-sekat dalam kotak sempit, lalu berjalan terseok dan jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu dan dinamitas Tanafuz berdetak kencang. Terhitung sejak liburan musim panas dimulai hingga sekarang, beberapa acara yang diadakan dari level almamater, kekeluargaan, hingga masisir sedikit banyak melibatkan anggota Tanafuz, langsung maupun tak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamitas ini membuka potensi bagi Tanafuz untuk menjadi lebih daripada sekedar marhalah. Keakraban dan kemiripan kultur menjadi keunggulan tersendiri untuk menjalin harmoni lintas kekeluargaan, afiliatif, almamater, dan senat. Tinggal bagaimana kita membangun sinergi antar organisasi —lintas kekeluargaan, lintas afiliatif— demi kepentingan yang lebih besar lagi. Hingga akhirnya tercipta sebuah harmoni umum dalam skup yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, derasnya gerakan Tanafuz sedikit banyak memecah konsentrasi personelnya. Kekhawatiran mulai muncul takut-takut kalau marhalah tidak bisa selancar tahun ini. Hal tersebut bisa diraba, terbukti dalam beberapa agenda belakangan panitia agak susah dikumpulkan. Padahal anggota IKPM terkenal paling loyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya fenomena ini. Di antaranya, masing-masing mulai memikirkan masa depan dan memilih medium untuk berkembang. Sejalan dengan apa yang dipahami dari dan mengenai ego (jati diri). Pondok juga mengenalkan kita kepada “jaros”, agar para santrinya sadar, harga hidup tidak semurah “sekedar” mengikuti arus atau formalitas. Mental-mental &lt;span style="font-style: italic;"&gt;li ajli &lt;/span&gt;inilah yang selalu diberantas oleh pondok. Salah satu adagium yang masih saya rekam baik-baik, “jangan hanya ikut jaros”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhalah sebagai organisasi juga tidak bijak apabila bersikap egois. Yaitu dengan membakukan anggotanya dalam satu bentuk. Sebab fungsi utama marhalah sendiri adalah tempat untuk silaturahim. Toh tidak mungkin suatu organisasi—apapun itu—bisa mengakomodir semua kebutuhan seluruh anggotanya. Di sinilah perlu adanya pengertian untuk saling “berbagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di sisi lain, hendaknya&lt;span style="font-style: italic;"&gt; sense of belonging&lt;/span&gt; (rasa kepemilikan) terhadap marhalah harus tetap dijaga. Mengingat kesibukan setiap individu yang semakin kompleks dan semakin menjurus pada spesialisasi masing-masing, bukannya tidak mungkin marhalah tersisih. Oleh karena itu, setidaknya kegiatan yang mempu mengikat emosi anggota seperti perkumpulan bulanan, sepakbola, dan musik dipertahankan menjadi agenda tetap marhalah ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, eksistensi Tanafuz kembali pula kepada figur pemimpinnya. Hari ini Sabtu, 6 Oktober 2007 di Griya Jawa Tengah, Tanafuz memasuki momen yang krusial dan menentukan dalam perjalanannya sebagai marhalah. Kesalahan mengambil keputusan bisa saja berdampak fatal di kemudian hari. Tanafuz akan semakin maju atau justru berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tulisan ini terlalu muluk, atau terlampau dangkal dalam menganalisa permasalahan. Namun paling tidak bisa menjadi stimulan kita agar bisa berbuat lebih banyak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I‘malû fawqa mâ ‘amilû. Wa’lLâhu a‘lamu bi’s shawâb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;* warga Tanafuz, layouter Buletin Cakrawala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-8352978377246532349?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/8352978377246532349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=8352978377246532349&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8352978377246532349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8352978377246532349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/tanafuz-di-persimpangan-jalan.html' title='Tanafuz di Persimpangan Jalan'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-642673099727923696</id><published>2007-10-10T19:17:00.000+02:00</published><updated>2007-10-10T19:24:13.763+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kita'/><title type='text'>Al-Qudwah Special Edition</title><content type='html'>Akhirnya, motivasi yang diberikan beberapa "kaum peduli intelektual" berhasil juga membangkitkan Al-Qudwah dari mati surinya. Setelah vakum beberapa waktu karena padatnya kegiatan, Al-Qudwah bisa kembali hadir dengan edisi spesialnya. Sabtu sore, 25 Agustus 2007, bertempat di Sekretariat IKPM sekelompok minoritas kreatif ini saling sharing ilmu dan ide tentang polemik yang erat kaitannya dengan Islam dan Negara, khususnya negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada edisi spesial ini, forum diskusi Al-Qudwah yang biasanya hanya menghadirkan seorang pemakalah sekaligus presentator, kini hadir dengan kolaborasi unik, perpaduan antara umpan wacana dan presentator pemancing dari sebuah tim. Secara spesifik duet wacana yang diberikan pada pertemuan kali ini bertema Posisi Islam dan Kristen dalam Sekularisme, yang dipresentasikan oleh Edja Armaz serta Pemikiran dan Aliran Politik Islam Kontemporer, oleh Adelina Zuleika dengan think tank Yassir Mukhtar dan editor Angga Prilakusuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah pertama memberikan gambaran umum tentang sekularisme yang mewarnai berbagai kebijaksanaan suatu negara, khususnya negara-negara barat yang sekarang terbukti sedang berada di atas angin, dan tidak bisa dinafikan bahwa kebijaksanaan setiap negara erat kaitannya dengan keyakinan yang dianut oleh para penduduknya. Kemudian, pada makalah selanjutnya mindset para diskusan dikerucutkan kepada masalah yang lebih spesifik seputar pemikiran dan berbagai aliran politik yang berkembang dalam tubuh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalannya diskusi pada kesempatan ini pun terhitung lebih panas daripada kesempatan sebelumnya. Selain karena tema yang diangkat terhitung&lt;span style="font-style: italic;"&gt; up to date&lt;/span&gt;—dan memang seharusnya menjadi tanggung jawab kita sebagai generasi harapan bangsa untuk memikirkannya— juga karena kehadiran para diskusan yang lebih banyak daripada pertemuan sebelumnya. Mulai dari sesepuh alias founding father-nya Al-Qudwah sampai para cucu dan cicitnya. Sehingga tidak mengherankan ide dan wacana yang dilemparkan oleh setiap peserta diskusi pun beragam dan saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah gerahnya suasana diskusi —yang kali ini disponsori oleh angkatan Tanafuz— agak sedikit menyejuk dengan sajian es Bandung penganan kecil yang juga hasil kreasi bagian konsumtor Tanafuz. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang ada, misi utama dari even ini tetaplah peningkatan kualitas intelektual anggota IKPM dalam frame kebersamaan dan kekeluargaan. Sehingga, proses menuju umat bersinergi yang menjadi misi utama IKPM senantiasa berjalan dan tidak hanya sebatas wacana. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(@ir)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-642673099727923696?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/642673099727923696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=642673099727923696&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/642673099727923696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/642673099727923696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/al-qudwah-special-edition.html' title='Al-Qudwah Special Edition'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-8149205630167446982</id><published>2007-10-10T19:15:00.000+02:00</published><updated>2007-10-10T19:16:52.472+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kita'/><title type='text'>Tanafuz; Favourite Graduate of the Year</title><content type='html'>Partisipasi  yang telah ditunjukkan oleh angkatan Tanafuz (marhalah anggota IKPM 2006) pada Oimpiade IKPM 2007 lalu tidak disangsikan lagi. Kekompakan, sinergi, loyalitas yang ditunjukkan warga Tanafuz dalam memeriahkan salah satu rangkaian acara 30 tahun IKPM tersebut, memang patut diacungi jempol sehingga tidak mengherankan jika gelar Marhalah Favorit didaulatkan panitia kepada angkatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyabet juara favorit, setidaknya telah menunjukkan keberadaan dan juga sepak terjang warga Tanafus dalam lingkup IKPM. Walaupun beberapa delegasi angkatan ini hanya sempat mengecap semifinal atau terpaksa kandas di final pertandingan, namun peraihan juara favorit, cukup membanggakan warga Tanafuz sebagai angkatan yang terbilang masih bau kencur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turnamen bergengsi yang diprakarsai oleh IKPM ini diselenggarakan selama tiga hari di Nadi Salab, Zahro, memperlombakan beberapa cabang olahraga yang digandrungi oleh mayoritas komunitas masisir. Beberapa diantaranya adalah futsal, volleyball, basketball dan juga beberapa pertandingan yang bersifat fun-games, seperti tarik tambang, dan balap kelereng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam event ini, kemenangan bukanlah target utama. Penyatuan sebuah komunitas yang sudah ada, serta mempererat jalinan ukhuwah islamiyah adalah hal yang harus diprioritaskan. Tidak dipungkiri, secara tidak langsung sense of belonging terhadap IKPM akan semakin terpupuk dengan terselenggaranya event ini. Semoga event-event seperti ini bisa lebih digalakkan lagi untuk tahun-tahun mendatang, pastinya dengan inovasi dan terobosan baru, sehingga rasa solidaritas seluruh warga IKPM semakin meningkat. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(@ir)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-8149205630167446982?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/8149205630167446982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=8149205630167446982&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8149205630167446982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8149205630167446982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/tanafuz-favourite-graduate-of-year.html' title='Tanafuz; Favourite Graduate of the Year'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-8401629349051230908</id><published>2007-10-10T18:39:00.000+02:00</published><updated>2007-10-10T19:17:42.157+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fokus'/><title type='text'>Silaturrahim Akbar Tanafuz</title><content type='html'>Ibarat mahfudzot yang berbunyi “Zur ghibban tazdaadu hubban” yaitu, kejarangan bertemu akan menumbuhkan rasa cinta atau kerinduan yang mendalam, marhalah Tanafuz adakan acara kumpul marhalah sekaligus buka puasa bersama keluarga besar mahasiswa IKPM angkatan 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jamil Abdul Latief salah seorang ketua marhalah yang sempat diwawancarai kru Cakrawala di sela-sela kesibukanya menjelaskan, bahwa ada dua misi yang ingin dicapai dalam acara nanti. Pertama memeprerat tali silaturrohim sesama warga tanafuz, sebagaimana lazimnya tujuan dari setiap perkumpulan yang ada, di samping karena memang kegiatan marhalah sangat minim di bulan Ramadhan ini, disebabkan masing-masing anggota masygul dengan kesibukanya baik dalam kekeluargaan, afiliatif maupun kajian dan lainya, sehingga acara nanti bertujuan sebagai ajang temu dan silaturrohim. Kemudian misi yang kedua sebagai tasyakuran satu tahun atas Milad dan terbentuknya Tanafuz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang rencananya diadakan pada hari Sabtu sore 6 Oktober nanti, menggunakan griya KSW sebagai tempat pelaksanaannya. Acara ini memang terkesan wah, karena merupakan acara satu-satunya marhalah di bulan puasa ini, sehingga ingin acara nanti betul-betul memberikan impressi yang positif, sehingga menurut panitia sekalian saja diadakan besar-besaran, maka menggunakan griya sebagai tempatnya. Berbeda dengan acara marhalah sebelumnya yang selalu memakai rumah warga Tanafuz sebagai lokasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamil kembali menjelaskan untuk itu pihak marhalah sedikit kewalahan untuk mempersiapkan acara ini, karena total biaya yang dibutuhkan sekitar 890 Le. Sedangkan marhalah hanya mempunyai beebrapa ratus pound saja, sisa uang kas kemarin. Untuk itu pihak marhalah berinisiatif untuk menggalakkan infak dari tiap warga.     “Infak ini dimaksudkan sebagai wujud rasa syukur atas kenaikan kemarin, maka bagi warga yang naik dikenakan infak untuk ini, sekitar 10-20 Le tiap orangnya.” Ungkap Jamil memberikan solusi untuk masalah keuangan. Fuad hidayat pun menambahkan, ”Kami juga akan mengajukan proposal kepada teman-teman yang berprestasi, karena kemarin ada beberapa orang yang janji untuk tasyakuran atas prestasi akademisnya, kami pun berinisiatif untuk mengkolektifkanya dalam acara ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memang merupakan acara besar, kumpul kali ini juga dimanfaatkan untuk mengadakan reshuffle dalam kepengurusan Tanafuz. Meski, di usia yang masih dini, para pengurus marhalah ingin adanya penyegaran dalam tubuh Tanafuz. Entah, apakah ada perubahan pengurus secara total dan menyeluruh ataupun pada beberapa bagian saja, nampaknya reshuffle betul-betul akan dilaksanakan pada acara nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selidik punya selidik, kedua para ketua marhalah barusan ingin mengundurkan diri dari posisinya alias mereka akan direshuffle guna diganti ketua yang baru. Walaupun sebenarnya teknisnya akan rumit jika pada acara nanti diadakan pemilihan ketua baru, atau bahkan langsung dipilih pengurus baru marhalah untuk periode 2007/2008. Terlepas dari itu semua pasti selaku warga tanafuz menginginkan marhalah tetap aktif dalam mengadakan kegiatan, dan terus berkembang. Juga jikalau diadakan pergantian ketua baru, semoga sang ketua nantinya bisa lebih baik dalam memikirkan serta memperjuangkan marhalah kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direncanakan acara nantinya akan dimulai dengan lantunan ayat suci al-Qur’an, kemudian dilanjutkan oleh sambutan-sambutan, baik dari ketua panitia, ketua marhalah maupun ketua IKPM yang sengaja diundang untuk menghadiri acara ini. Setelah itu untuk mengingatkan kembali akan jasa pondok dan para guru, akan dinyanyikan lagu hymne Oh pondokku bersama-sama,dan kemudian diikuti dengan hymne Tanafuz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara selanjutnya yakni pembacaan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) secara umum kepengurusan Tanafuz selama setahun, hingga nantinya diikuti oleh reshuffle kepengurusan. Karena padatnya acara dan banyak hal yang harus disampaikan, maka panitia berinisiatif untuk mengadakan sholat terawih berjamaah selepas acara. Di samping supaya acara nanti dapat berlangsung meriah juga bisa benilai ibadah. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(din)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-8401629349051230908?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/8401629349051230908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=8401629349051230908&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8401629349051230908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8401629349051230908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/silaturrahim-akbar-tanafuz.html' title='Silaturrahim Akbar Tanafuz'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-4727905054245189469</id><published>2007-10-04T17:03:00.000+02:00</published><updated>2007-10-04T17:07:05.295+02:00</updated><title type='text'>Stop...!!! Pergaulan Bebas</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan. Satu kata yang kayaknya jadi idaman tiap remaja. Gimana enggak? Wong nggak ada yang bisa ngatur kita. Mau ngapain terserah aja. Pengen ngeluyur semalaman atau bisa jadi playboy kagetan (soalnya jadi idola di pasar kaget). Asal ada manfaatnya Monggo kerso. Nggak satupun yang bisa ngelarang. Tubuh-tubuh gue. Mulut-mulut sendiri. Bajuku pribadi, meski potongannya kayak punya adiknya yang masih SD, alias perawan (pemakai rapet pakaian). mereka bilang, buat apa yang lain mau ngurusin? Ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; hidup kita sendiri, bodoh amat. Lho neng, nggak salah ngomong tuh?.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;Beneran nih, kita nggak bo’ong. Gaul bebas udah jadi budaya wajib remaja saat ini. Sosok gaul bebas seperti air laut yang kita minum. Makin lama makin haus. Tambah lama tambah pengen. So, hidup bebas tanpa kekangan, dan nggak ada tanggungan. Listrik, telepon, PDAM, bukan pikiran. Emang kita mau narik iuran apa? Itu mah urusan ortu. Pelajaran sekolah? Nanti aja kalo ada waktu luang. Lagipula besok kan bisa nyontek di sekolah. Wacaow. Apalagi urusan dosa? Dosa…itu urusan kaum sepuh, kelasnya Alimta (atas lima puluh tahun). Lagian kita kan masih muda, sayang donk kalo saat remaja disia-siakan. Soal tobat dari dosa? Nanti aja Tuhan kan Maha Pengampun dan Maha Mengerti. Pasti deh kita dapet ampunan. Emang yang ngebangun sorga siapa? Anak ITS? Loloq en nylindruh men…&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt; Sobat, meski teman kita banyak yang punya argumen gituan, nggak semestinya kita mankir. Nggondok seribu bahasa. Ditambah aksi kita tersungging sinis di depan mereka dan sedikit memejamkan sebelah mata. Kita kudu ngerti sengerti-ngertinya, akibat pola pikir bebas yang nyebabin gaya hidup bebas pula. Nggak selayaknya kita pukul rata. Kalo semua yang nglakuin pola dan style gaul bebas itu, pada paham segala macam soal gaul bebas secara detail. Kita nggak mungkiri kalo memang ada yang jadi kebakar jenggotnya, pas diberitahu soal efek sengatan negatif gaul bebas. Malahan yang kita tahu, sebagian besar sobat yang pada ikutan gaul bebas, nggak paham sama sekali. Mereka hanya ikutan doang. Nggak jarang rekan-rekan kita yang pacaran nggak punya alasan yang jelas, kenapa mereka pacaran. Mirip seperti anak kecil yang gerudukan kemana aja. Asal dapat jajan. Mereka bilang kalo gaul bebas modern-lah, nggak ketinggalan zaman-lah, mumpung masih muda-lah, dan seabrek alasan nggak matching lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt; Alasan klise gaul bebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaul bebas itu identik ama campur baurnya laki-laki dan perempuan dalam satu tempat. Tapi nggak cuma campur aja kayak es dawet, mereka juga punya interaksi satu sama lain. Namun, bukan pasar, bukan stasiun dan juga bukan terminal. Apa? Pelabuhan!! Makanya ojo ngelamun!! Interaksi yang ada dalam forum gaul bebas itu, bisa dibilang super intensif. Antara laki dan perempuan udah saling adu strategi dan main serang. Saling counter attack dan full body contact. Mulai dari main pegang, elus, belai, sruduk, cium, comot, sosor, dan banting-membanting hingga 50% (Diskonn..!!). Glodak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt; Sebagian besar acara gaul bebas, dimulai dari kumpulnya muda-mudi dalam satu acara, yang nggak jelas tujuannya. Misal, ultah sweet seventy, eh salah seventeen, reuni dan ketemu teman lama, gerombolan makhluk diskotik, dan berbagai tempat angker lain. Setelah berada di tempat aneh semacam itulah, biasanya si empunya jadi kebawa. Teman satu dan yang lain saling mempengaruhi. Seiring bergulirnya waktu dia pun jadi kebiasa, akhirnya kita terjerumus sudah. Sroot..gedebuk.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt; Mulai deh suka berduaan, dengan nama kerennya pacaran. Mojok di kamar kecil. Eh salah.. bau H2S, yang bener kamar pribadi. Adegan super hot ini terus aja lanjut. Dimanapun dan kapanpun bisa, asal keduanya mengiyakan. Biasa, namanya juga gaul bebas. Ya bebas aja…meski ada yang lihat atau ngintip, bahkan orang sekampung ngeroyok. Dua sejoli tetap aja tenang. Kalem aja dik (maksimum 5 km per-jam). Anteng tentrem kerto raharjo, soalnya sama-sama suka sih. Kalo udah kayak gini, nggak ada yang bisa ngelarang donk. Paling naga-naganya dikawinin sama orang-orang sekampung. Nggak usah repot ngundang resepsi, apalagi prasmanan. Wah nggak beres nih orang…&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt; Simpelnya, itu tadi sebuah contoh aja yang sekarang nggak lagi dipandang tabu, bahkan bukan dosa di mata masyarakat. Alasan suka sama suka, udah pacaran lama, kayaknya udah jadi lalapan, eh..alasan klise. Meski kita nggak ngerti berapa harga afdruk klisenya..3x4..lho..kok malah jadi tukang foto? Biar tukang foto tapi tetep caem. Ha..ha.. Wis..buyar, kembali ke topik masalah kita, sang gaul bebas. Bukan berarti alasan sueneng sama si dia, jatuh cintrong dalam satu kedipan, membuat diri kita jadi lupa diri. Lalu ikutan dengan budaya primitif masyarakat kita. Apaan? Jelas aja, gaul bebas yang diwujudkan dengan aktivitas pacaran. Belum lagi kalo pacaran itu ngejurus ke zina. Waduh bisa kebakaran satu kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt; Bukan hanya sampe disini. Masyarakatpun memandang, kalo lelaki yang udah melakukan hubungan di luar rumah, eh luar nikah, itu bisa dibilang bertanggung jawab. Asal mau ngawinin si cewek. Itupun kalo dia mau, dan ada fulus yang cukup. Wah..nggak salah tuh? Padahal udah banyak yang jadi korban. Janda-janda tua, gadis desa, kembang kampung, penyakit mematikan pun memburu, akibat hubungan yang nggak sehat. Mulai dari PMS (Penyakit Menular Seksual) hingga HIV AIDS yang sangat danger. Bisa dibilang akibat gaul bebas, manis dirasa, sepah dibuang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt; Bebas Bergaul nggak berarti Bergaul Bebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana dengan kamu? Mau ikutan kayak mereka? Atau mau jadi pelopor gaul bebas? Kalo kamu seperti itu, kita nggak tanggung-tanggung kok. Apa? Kita bakal marah berat. Kamu bakalan kita gigitin anjing rabies rame-rame. He..he..he.. Beneran kita serius. Lebih baik gitu, daripada kamu ngerasain siksa di neraka dari Allah Swt. Lebih enak kita yang marah, daripada kamu tertunduk malu pas berhadapan dengan Allah di hari akhir nanti. Beneran lho.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt; Islam udah ngasih aturan buat kita, soal bagaimana lelaki bergaul dengan wanita. Kita boleh aja bebas bergaul, tetapi nggak berarti kita boleh bergaul bebas. Bebas bergaul artinya kita boleh milih siapa saja yang jadi sahabat dan teman kita. Nggak peduli laki atau perempuan. Tapi dalam bergaul, tetep aja kita nurut sama aturan yang telah Allah berikan. Kita muslim kan? Nggak salah nuruti aturan Allah. Udah selamat, dapat pahala, raih surga pula. Tapi kalo kita nentang dan nolak aturan yang Allah berikan, bisa-bisa kita dapat murka, dosa dan siksa neraka-Nya. Jelas kita nggak mau akan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt; Maka kalo kita bergaul antara laki dan perempuan, jelas kita kudu lihat keadaan, situasi dan kondisi. Apakah tempatnya pas, nggak sepi, atau nggak campur baur. Karena Rasulullah udah ngelarang kita untuk berduaan di tempat sepi antara laki dan perempuan. Rasulullah bersabda, “Janganlah kamu seorang pemuda muslim berkholwat (berduaan) dengan seorang pemudi, kecuali bersama mahromnya.” (Al Hadits). Islam juga ngelarang kita untuk mensukseskan forum-forum yang di dalamnya laki-laki dan perempuan bercampur baur atau ikhtilath. Seperti yang kita kasih contoh di atas. Islam juga ngasih aturan buat kamu yang muda, yang udah siap, moril, materiil dan onderdil untuk menikah. Ojo sue-sue.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt; Rasulullah Saw bersabda, “Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu menanggung beban, hendaklah segera menikah. Sebab, hal itu akan dapat menundukkan pandangan serta memelihara kemaluan. Siapa saja yang tidak mampu melakukannya, hendaklah dia berpuasa, karena puasa adalah perisai.” (Al Hadits)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt; So, bagi sobat yang ngerasa udah mampu, mending cepet nikah deh. Terus buat kamu yang SMA, memang solusi nikah mungkin nggak seberapa pas dengan kalian. Tapi bukan berarti kita bisa nglakuin gaul bebas. Tetap aja dosa fren. Perbanyak puasa deh. Jangan lupa, sering aja datang ke pengajian, punya kawan-kawan yang sholeh, juga aktif dakwah, pasti niatan kamu yang punya elektron negatif bakalan hilang. Nanti kalo udah siap, nikah aja. Otree. (dony)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-4727905054245189469?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/4727905054245189469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=4727905054245189469&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4727905054245189469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4727905054245189469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/10/stop-pergaulan-bebas.html' title='Stop...!!! Pergaulan Bebas'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-1235313545896343643</id><published>2007-09-14T05:00:00.000+02:00</published><updated>2007-09-14T05:05:28.443+02:00</updated><title type='text'>HIKMAH DICIPTAKANNYA SETAN</title><content type='html'>&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;Apa Itu Setan?&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setan (Syaithan) berasal dari kata kerja syathana yang mengandung arti  menyalahi, menjauhi. Setan artinya pembangkang pendurhaka. Secara istilah, setan  adalah makhluk durhaka yang perbuatannya selalu menyesatkan dan menghalangi dari  jalan kebenaran (al-haq). Makhluk durhaka seperti ini bisa dari bangsa jin dan  manusia (QS. 114: 1-6/QS. 6:112). Makhluk yang pertama kali durhaka kepada Allah  adalah iblis. Maka iblis itu disebut setan. Keturunan iblis yang durhaka juga  disebut setan (QS. 2 : 36/4 : 118).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menggoda manusia, setan dari  bangsa jin itu masuk ke dalam diri manusia, membisikkan sesuatu yang jahat dan  membangkitkan nafsu yang rendah (syahwat). Selain menggoda dari dalam diri  manusia, setan juga menjadikan wanita, harta, tahta, pangkat dan kesenangan  duniawi lain sebagai umpan (perangkapnya, Dihiasinya Kesenangan duniawi itu  dihiasinya sedemikian menarik hingga manusia tergoda, terlena, tertutup mata  hatinya, lalu memandang semua yang haram jadi halal. Akhirnya manusia terjerumus  ke dalam lembah kemaksiatan/ kemungkaran. Maka manusia yang telah mengikuti  ajakan setan, menjadi hamba setan, dalam al-Quran juga disebut setan (QS. 38 :  37-38) dan golongan (partai) mereka juga disebut golongan setan  (hizbusy-syaithan - QS. 58 : 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik setan dari bangsa jin maupun dari  bangsa manusia terus menerus berupaya untuk menyesatkan manusia. mereka bahu  rnembahu untuk menyebarkan kemungkaran dan kemaksiatan. Mereka kuasai berbagai  media, termasuk televisi, mereka sebarkan kisah-kisah misteri dan kemaksiatan  demi uang dan kesenangan duniawi tanpa peduli umat manusia rusak atau tidak  akidahnya dan akhlaknya. Itulah sumpah setan di hadapan Allah untuk menggoda  manusia dari berbagai sudut yang bisa mereka masuki. (QS, 7:17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;Mudharat Tayangan Setan&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam Islam sangat jelas bahwa penayangan seperti itu diharamkan, karena:  Pertama, tayangan mistik seperti itu mempersubur kemusyrikan, membuat manusia  lebih takut kepada setan, khurafat dan tahyul daripada takut kepada Allah.  Padahal tidak ada yang bisa memberi manfaat dan mudharat di dunia ini kecuali  hanya Allah (QS. 39 : 38), tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya dari Allah.  Kedua, tayangan mistik seperti itu adalah bentuk pembodohan masyarakat, hanya  membuat bangsa semakin jumud dan terbelakang. Ketiga, tayangan seperti itu sarat  dengan praktek perdukunan. Dengan maraknya penayangan kisah-kisah mistik, maka  praktek-praktek perdukunan juga semakin marak. Sedangkan perdukunan juga  diharamkan dalam Islam. Dan keempat, rezeki yang dihasilkan dari usaha yang  diharamkan, maka rezeki itu juga haram dan tidak diberkahi Allah. Oleh karenanya  penayangan kemusyrikan itu mestilah dihilangkan karena tidak ada manfaatnya  selain mudharat dunia-akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;Hikmah Diciptakannya Setan&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Al Quran menjelaskan, Allah SWT menciptakan alam semesta dan semua yang  ada di dalamnya, satu pun tidak ada yang batil atau sia-sia (QS Ali Imran :  191). Oleh karena itu Allah menciptakan iblis atau makhluk yang disebut setan  Itu, bila dilihat dari sisi nilai ibadah, pada hakikatnya juga ada  hikmahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Ghazali pernah menyatakan; jika ingin melihat  kesalahan/kelemahan kita, carilah pada sahabat karib kita, karena sahabat  kitalah yang tahu kesalahan/ kelemahan kita. Jika kita tidak mendapatkannya pada  sahabat kita, carilah pada musuh kita, karena musuh kita itu paling tahu  kesalahan/kelemahan kita. Sifat musuh adalah selalu mencari kelemahan lawan  untuk dijatuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula setan. la selalu mencari  kesalahan/kelemahan orang-orang beriman untuk kemudian digelincirkan dengan  segala macam cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika kita telah mcngetahui kesalahan/kelemahan  kita, entah dari kawan, lawan, bahkan dari setan, lalu kita memperbaiki diri,  insya Allah kita akan menjadi orang baik dan sukses. Jadi, kalau kita berpikir  positif, ada juga hikmahnya setan itu buat orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;Lebih rinci, di antara hikmah dicipta-kannya setan ialah :&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Untuk menguji keimanan dan komitmen manusia beriman terhadap perintah  Allah. Karena setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah pasti akan diuji  (QS. 29:2). Jika dengan godaan setan seorang mukmin tetap istiqamah dengan  keimanannya, maka derajatnya akan ditinggikan oleh Allah dan hidupnya akan  bahagia. Tetapi jika ia tergoda dan mengikuti ajakan setan, derajatnya akan  jatuh, hina kedudukannya dan dipersulit hidupnya oleh Allah. (QS. 41 :  30-31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;2. Menguji keikhlasan manusia beriman dalam mengabdi kepada Allah,&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menciptakan jin dan manusia tidak lain  supaya mereka mengabdi kepada-Nya (QS. 51 : 56). Kemudian setan datang menggoda  manusia, membangkit-bangkitkan syahwat kepada kenikmatan duniawi, rnembisikkan  ke dalam hatinya angan-angan kosong dan keraguan, supaya manusia lupa terhadap  tujuan dan tugas hidupnya di dunia. Jika manusia tetap sadar akan tujuan dan  tugas hidupnya di dunia, dia akan tetap ridha menjadi hamba Allah dan mengabdi  kepada-Nya. Terhadap hamba Allah seperti ini, setan tidak akan rnampu  menggodanya (QS. 15 : 40). Tetapi jika manusia tergoda, pada gilirannya ia akan  menjadi hamba setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;3. Untuk meningkatkan perjuangan di jalan Allah.&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebab tanpa ada setan yang memusuhi kebenaran, maka tidak akan ada  semangat perjuangan (jihad) untuk mempertahankan kebenaran. Sedangkan jihad di  jalan Allah juga merupakan bukti penting manusia beriman dan ridha sebagai hamba  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;4. Allah hendak memberi pahala yang lebih besar kepada para hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semakin besar godaan setan kepada manusia dan dia mampu menghadapinya  dengan baik, maka semakin besar pahalanya di sisi Allah (QS. 3 :  195).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;5. Agar manusia waspada setiap saat, selalu memperbaiki kesalahan,  meningkatkan kualitas ibadah dengan bertaqarrub kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena setan senantiasa mengintai kelengahan manusia. Sekejap saja  manusia lengah, setan akan masuk, lalu mengacaukan hati dan syahwat. Tapi orang  yang selalu waspada, akan senantiasa ingat kepada Allah sehingga setan tidak  punya kesempatan untuk mengganggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagi orang yang sudah kuat  imannya, gangguan setan itu tidak akan merusak ibadahnya. tetapi malah  mempertinggi kualitas iman dan ibadahnya. Masalahnya, tayangan-tayangan setan  yang makin marak di televisi, tidak ditonton oleh mereka yang telah kuat  imannya, melainkan oleh masyarakat dari berbagai lapisan umur dan kadar iman  yang terbanyak masih memerlukan bimbingan. Bagi mereka ini, tayangan-tayangan  itu sangat kontra produktif, bahkan bisa mendangkalkan iman mereka. Apakah ini  tidak terpikirkan oleh insan pertelevisian kita?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-1235313545896343643?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/1235313545896343643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=1235313545896343643&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1235313545896343643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1235313545896343643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/09/hikmah-diciptakannya-setan.html' title='HIKMAH DICIPTAKANNYA SETAN'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-6350443268909260526</id><published>2007-09-12T23:33:00.000+02:00</published><updated>2007-09-12T23:35:52.648+02:00</updated><title type='text'>Remember The Time</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah lho, yang di atas ini bukan judul lagunya Michael Jackson the King of Pop. Tapi judul artikel yang kita buat khususon buat sobat semua. Sesuatu yang urgen. Something special. Tapi sayangnya sering kita biarkan berlalu. Ya...itulah waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, waktu sangat berharga. Bahkan Mr. Adam Smith dengan teori kapitalisme ekonominya pun berkata "time is money". Saking berharganya waktu buat dia. Tapi buat kita yang muslim, apa makna waktu? Apa bagi kita waktu hanyalah perputaran jam, hari bulan dan seterusnya tanpa arti? Apakah waktu sekedar pergantian masa anak, muda dewasa dan tua? Kalo kita pengen sukses di dunia fil akhiroh, trus kita nyia-nyiakan waktu berlalu gitu aja...ngimpi atuh. Justru kesuksesan seseorang itu bisa datang gara-gara manfaatin waktu. Kebahagiaan orang bisa hadir, akibat menseting waktu. Bahkan kita bisa masuk surga atau neraka, gara-gara waktu yang kita jalani. Memilih belajar Islam, memahaminya dan menjalankannya atau hanya sekedar makan, minum tidur dan ke belakang. Ingat boys...hidup ini cuman sekali....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, sadar ga kalo waktu itu salah satu nikmat Allah yang paling sering kita lupa, padahal kalo kita jalan bareng waktu kita bisa ngelakuin berbagai aktivitas di dunia ini, kita bisa studi, dakwah sama teman, ibadah pada Allah, dan segunung kegiatan lain, pastinya dengan nikmat yang Allah kasih ama kita.&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia merugi dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia jahil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangin aja sobat, kalo hari ini sama dengan hari kemarin, maka kita rugi berat loh....Kenapa rugi? Karena waktu yang Allah berikan, ternyata ga sanggup untuk kita manfaatin, padahal waktu adalah nikmat yang langka yang Allah berikan untuk kita. Bayangin aja kalo waktu kelas 1 SMA kamu ga naik kelas, terus tahun ini kamu ga naik lagi. Kamu jadi anak bermutu alias bermuka tua donk di kelas. Malu donk...pengennya disobek aja nih muka. Atau bulan lalu kamu bisa mimpin SKI jadi organisasi hebat..., temen-temenmu banyak yang tertarik. Yang wanita banyak yang berjilbab. Eh..ternyata sekarang, malahan kamu sendiri yang ga aktif di SKI. Malah justru main seruduk sama cewek. Wacaow...mau dikemanain ini malu....Tentunya kita rugi banget gitu loh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, sebagai seorang muslim kita kudu bisa manfaatin waktu sebaik-baiknya, karena kalo ga maka kita bisa jadi orang yang useless alias ga berguna . &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; atau ga sama aja. Bahkan kalo ada justru lebih buruk daripada ga ada. Kita bisa-bisa jadi sampah agama. Ngotori Islam. Dan jadi biang kerok kemaksiatan. Padahal umur kita makin pendek, dan ajal kita makin dekat. Tapi tetep aja kita bertingkah. Kaya ga ada urusan sama dosa dan pahala. Ingat fren...Allah udah negur kita di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Al-'Ashr:&lt;br /&gt;"Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu di era Rasul, sahabat-sahabat Rasulullah SAW ga pernah gunain waktu mereka untuk hal yang sia-sia, mereka selalu ngingatin orang-orang di sekitar mereka untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya, sampai-sampai salah seorang sahabat pernah ngusir sekelompok pemuda yang tidur dan bermalas-malasan di masjid dan menyuruh mereka untuk bekerja dan mencari rezeki. So,jangan malas apalagi maksiat. Waktu terus bergulir fren...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang berkata: Rabb (Tuhan) kami adalah Allah kemudian mereka istiqamah, maka tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka berduka cita. (Ad-Dukhan :13).&lt;br /&gt;Itu janji Allah! Nah, siapa yang istiqamah (terus tegar dan tekun di jalan Allah), maka mereka ga akan merasa takut, khawatir dan mereka ga akan sedih hati. Mengapa? Karena orang-orang yang istiqamah pasti bisa ngatur diri mereka sendiri, walau untuk itu mereka harus ngelakuin apa yang tak disukai. Seperti Nabi Ibrahim yang ga ragu jalani perintah Allah untuk menyembelih Ismail, atau nabi Nuh yang ga gundah membuat kapal di tengah gurun pasir yang tandus. Gini nih yang tebel imannya.. top banget Islamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, seorang sufi pernah berujar "Anak adam adalah kumpulan hari." Jadi, kalau kita nyia-nyiain hari dan nunda pekerjaan yang seharusnya bisa kita kerjakan saat ini, maka itu berarti kita menyia-nyiakan diri kita sendiri. Disia..sia siapa mau? The last thing...remember the time...ingatlah waktu, manfaatin buat diri kita, ortu, teman, atau Islam dan aturannya..demi gapai ridho Illahi.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-6350443268909260526?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/6350443268909260526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=6350443268909260526&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6350443268909260526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6350443268909260526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/09/remember-time.html' title='Remember The Time'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-1284232881181464908</id><published>2007-09-08T01:24:00.000+02:00</published><updated>2007-09-08T02:25:21.492+02:00</updated><title type='text'>Sumpah Pejabat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Muhammad Nurdin Sarim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Saat dilantik sebagai kholifah Abu Bakar As-Sidik menyampaikan pidato kengeraan yang sangat briliayan ia menegaskan bahwa dia bukan yang terbaik lantaran itu ia meminta umat islam sekirannya ia benar dan mengharapkan kritik dan koreksian kalo ia salah atau bertindak serong.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;Umar bin Khothob peganti Abu Bakar dalam mengukuhkannya sebagi kholifah menyampaikan pidato yang lebih kurang sama antara lain ia menegaskan komitmennya untuk berpegang teguh kepada al quran dan hadits secara konsekuen dan konsisten lalu katanya lagi kalau kalian melihat ada penyimpangan pada diriku maka kalian harus meluruskannya mendengar perkataan umar tersebut seorang pengembara yang hadir dalam acara pelantikan berdiri sambil mengacungkan pedangnnya seraya berkata kalau aku lihat ada penyimpangan dalam diri tuan maka aku akan meluruskannya dengan pedangku ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;Umar,sang kholifah, tersenyum ia bersukur karena ada diantara rakyatnya ia memiliki I'tikad baik untuk menegakkan kebaikan kita dapat memetik pelajaran berharga dari teladan kedua tokoh itu bagi keduanya pelantikan pejabat bukanlah upacara taunan atau ceremonial tanpa makna. Sumpah janji yang di ucapkan oleh pejabat bukan sebagai koor atau pernyataan yang hanya verbalistik. Sumpah janji dengan dan atas nama tuhan pada hakekatnya adalah komitmen iman dan sekaligus kontrak social yang mengikat para pejabat untuk selalu berpihak kepada kebenaran,keadilan dan kemaslahatan rakyat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;Dalam islam pelantikan dan sumpah pejabat itu dinamakan baiat,berasal dari kaya bay' yang secara harfiyah yang berarti jual beli.jual beli melibatkan dua pihak menyerahkan barang dan pihak lain menyerahkan uang seperti halnya jual beli, baiat juga melibatkan dua pihak yaitu pejabat dan rakyat yang keduanya harus pula saling berbagi dan memberi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal" dir="rtl"&gt;Abu mansur, pengarang lisan arob memahami baiat sebagai transaksi dan kontrak social yang mengikat dua pihak yang dipimpin dengan baiat masing-masing seolah telah menjual membeli dari pihak lain.&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal" dir="rtl"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pemimpin menuntut kepatuhan tetapi rakyat menuntut keadilan rasa aman dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Jadi dalam islam baiat mengandung empat makna &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;tekad untuk memegang al quran dan sunah &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;tekad untuk bekerja dan menjalankan roda      kepimpinan sesuai dengan petunjuk keduanya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;tekad untuk selalu berbuat adil dan mementingkan      kemaslahatan umat &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;tekad untuk bersikap tebuka dan bersedia menerima      saran dan kritik kontruksi dari rakyat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;Ini berarti baiat memiliki implikasi teologis dan sosiologis sekaligus para pejabat yang menjalani baiat harus tau dan memahami implikasi dari baiat tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-1284232881181464908?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/1284232881181464908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=1284232881181464908&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1284232881181464908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1284232881181464908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/09/sumpah-pejabat.html' title='Sumpah Pejabat'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-7042075085962743913</id><published>2007-09-08T01:22:00.000+02:00</published><updated>2007-09-08T10:57:16.625+02:00</updated><title type='text'>Pemimpin "Kritis"</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Muhammad Nurdin Sarim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Memimpin kelompok, organisasi, perusahaan, apalagi negara memang tidaklah gampang. Tapi, tidak pula susah. Disebut memimpin berarti ada yang dipimpin. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; mitra kerja (atau bisa disebut bawahan) yang akan menggalang kebersamaan untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Jabatan pemimpin adalah sebuah amanah. Apalagi jika yang dipimpinnya adalah organisasi dakwah yang punya cita-cita adiluhung, yakni berupaya melanjutkan kehidupan Islam. Insya Allah hal itu merupakan amal shaleh, tentu saja jika ikhlas melakukannya. Karena memimpin adalah amanah, maka seorang pemimpin tidak berhak menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai hak milik pribadi, sehingga merasa perlu dan wajib (menurut ukuran diri sendiri) untuk memperlakukan organisasi tersebut sesuai kehendaknya, atau merasa berhak mengorbankan bawahan dengan berlindung atas nama penyelamatan organisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Menjadi pemimpin bukan berarti antikritik. Bukan pula harus merasa benar sendiri. Sehingga anekdot dalam kepemimpinan akhirnya berlaku: 1). Pemimpin tak pernah salah. 2). Jika pemimpin bersalah, kembali kepada pernyataan pertama. Tentu ini sangat menggelikan dan sungguh merupakan kepemimpinan yang  mengkhawatirkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Kepemimpinan yang baik memang bukan berarti tanpa cela. Sebagaimana halnya manusia yang bertakwa bukanlah yang selalu benar dalam menjalani kehidupannya, tapi manusia yang bertakwa adalah ketika ia berbuat salah, segera bertaubat. Itu artinya, pemimpin yang baik bukan berarti selalu benar, apalagi merasa benar sendiri. Maka, mendengarkan masukan dari bawahan, adalah hal yang sangat dianjurkan. Karena apa? Karena pemimpin tidak ma'sum. Masih ada celah untuk lupa, termasuk berbuat maksiat. Jadi, ada baiknya mendengarkan masukan, saran, bahkan mungkin juga keluhan dan harapan dari bawahan. Tak ada salahnya bukan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Rasulullah saw. bersabda: Ambillah hikmah yang kamu dengar dari siapa saja, sebab hikmah terkadang diucapkan bukan oleh orang yang bijak. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja? (HR al-Askari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah pernah berkata, Man ahsanal istima', ta'ajjalal intifa –Siapa yang paling baik mendengarkan, dia akan cepat mendapatkan manfaat. Beliau juga pernah mengingatkan kita untuk menyimak isi pembicaraan dan bukan siapa yang berbicara. "Perhatikanlah apa yang dikatakan, dan bukan siapa yang berkata!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Jika sebagai pemimpin menginginkan ketaatan yang kritis (cerdas) dari bawahannya, bukan ketaatan yang kritis (mengkhawatirkan), maka tentunya harus memberikan teladan yang baik kepada bawahan. Bagaimana pun juga, pemimpinlah yang seharusnya dan punya kewajiban memberikan teladan, karena seorang pemimpin lebih mungkin untuk didengar dan dipercayai. Lagi pula, bagaimana mungkin diangkat dan dipilih jadi pemimpin jika tidak bisa dijadikan teladan. Seseorang yang memimpin pasti umumnya lebih baik dari orang kebanyakan. Lebih baik semangatnya, lebih baik ilmunya, lebih baik kesabarannya, lebih baik segalanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" dir="ltr"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Seorang pemimpin dikatakan telah gagal dan kepemimpinannya dikategorikan kritis alias mengkhawatirkan adalah ketika seorang pemimpin tak mampu memimpin bawahannya. Bahkan lebih memilih bermusuhan dengan bawahannya yang berbeda sikap dan pendapat dengannya, ketimbang berusaha duduk bersama dan melakukan dengar-pendapat dengan bawahannya yang berseberangan itu. Siapa tahu bisa dicari jalan keluar yang terbaik. Sebab, kita bukan hanya ingin bersama, tapi juga bersatu. Kita juga tidak hanya ingin diangap bilangan, tapi juga diperhitungkan. semoga para pemimpin IKPM yang  baru ini mampu membawa IKPM ke arah yang lebih baik lagi..Amiiin &lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(disarikan dari tulisan : Abu Fikri  23  April 2007  (islam gaul )&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-7042075085962743913?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/7042075085962743913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=7042075085962743913&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/7042075085962743913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/7042075085962743913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/09/arti-sebuah-kepemimpinan.html' title='Pemimpin &quot;Kritis&quot;'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-3985636563310224603</id><published>2007-08-31T10:26:00.000+03:00</published><updated>2007-09-08T01:40:01.331+02:00</updated><title type='text'>BYE BYE MAKSIAT...!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RtfDW3RT_rI/AAAAAAAAAFQ/Va-IA5-bDM0/s1600-h/Kru+Cakrawala.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104763500208848562" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RtfDW3RT_rI/AAAAAAAAAFQ/Va-IA5-bDM0/s320/Kru+Cakrawala.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Alfakir Ilaafwirobbi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Join maksiat, OGAH! Tuh yang harus sobat katakan pada para maksiater apalagi kalo sobat sampai ngomong ama mereka sesuatu yang membuat diri berubah. Wouw keren jo. Hei…hei… Dan itu juga yang harus selalu kita ujarkan saat kita diberi menu yang gratis oleh para maksiater. Gimana enggak wong setiap hari aja kita selalu di suguhi yang gitu-gituan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;“Jangan ngeres loh ya”. Biasanya kebanyakan dari kita semua jarang ada yang nggelengin kepala saat disuruh gabung, iya kan…. Itu di bisa karena sungkan lah, malu lah, nantidikatain ustadz lah dan banyak alasan yang lainnya. So buat temen-temen nih, kita kasih syaran, gimana? Kalo ga mau saya udahan dulu. Mau out (halah..kayak chating aja) he…he… becanda kok. Nih, kita kasi tau khususon buat sobat yang lagi asyik ngebaca sambil berkeringat, maksudnya sumuk karena gua sendiri sumuk abis, he…he…he…hus..kipasan dulu ah.Nah gini fren, emang sih gaswat banget lingkungan kita sekarang because buanyak banget info-info yang negatif, vulgar abis, miring, nyesatkan dan gaul abis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ga nyangka, kita nganggep hal itu biasa-biasa aja. Apalagi buat kita para remaja yang lagi muncak-muncaknya pengen tahu segala hal, terus ditawarin secara gratis lagi “wow boleh tuh”, Eit maap, kita lagi ditawarin makan gratisss… lanjut”. Kembali pada tawar-menawar, oleh mereka yang ga pantas kita tiru …. Yang ngemuat budaya-budaya dan kebiasan orang-orang non-Islam. Tul ga. Sangking seringnya temen-temen kita menjadi terbawa arus alias ngenerima dan jadi para maksiater. Contoh, gampang aja.. kamu pasti ga asing dengan istilah Valentine Day, Pesta Ulang Tahun, Open Air, Cheerliar, Joget bareng… macem-macem deh.Fiuh…..Naudzubillah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nah, biar kita semua ga ikut kebawa arus and juga bisa nolongin temen-temen kita yang keseret budaya barat, kita harus ngebuat ramuan yang jitu (Dodolan Jamu be’e) dan harus punya kiat-kiat yang mantap untuk membuat anti noda budaya kufur dan kebiasaan buruk, Ok?Yang PertamaNih biasanya sering terjadi pada kita-kita, jarangnya menolak ajakan temen-temen kita yang terbawa arus untuk berbuat dosa. Maksudnya perbuatan yang negatif dengan alasan takut atau sungkanlah “Ello…llho…” …. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Gini fren, saat kita di hadapkan ke persoalan yang seperti ini, kita harus berani bilang TIDAK. Karena jika kita ga njawab kita akan diajak terus-terusan. Agar kita semua ga bakal berbuat yang negatif kita peringatkan temen kita, kalo yang mereka lakuin itu salah. Sobat, teman sejati adalah orang yang mau mengingatkan temannya jika berbuat salah, oihs…puitis eba….nget….Nah, kita semua kudu ngilangin perasaan sungkan atau alasan takut. Apa dan siapa sih yang patut dan harus di takuti serta disungkani kecuali Dia (Allah SWT)?Allah sudah beri kita jawaban dalam wahyuNya “Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali Imran:175).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jawaban yang sangat mulia karena itu firman-Nya sobat.Yang KeduaMemang kebanyakan dari kita semua kurang mendalami Islam secara menyeluruh. Heit…kok aneh, padahal kita kan orang Muslim. Padahal Allah SWT udah ngasih kita semua dengan ummat yang terbaik. Coba deh buka QS. Ali Imran: 110, ca…tet. Nah kalo udah gini, kita ya harus belajar Islam secara kaffah, dasar-dasarnya, pemahaman dan aplikasinya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jangan sampe deh kita kenal Islam cuman ibadah-ibadah ritual doang. Tapi kita semua juga harus tau n ngerti kalo Islam mampu ngatur kehidupan kita. Kan Allah SWT telah memfirmankan wahyu-Nya melalui Rosulullah Saw yang berbunyi “Masuklah kalian ke dalam Islam secara kaaffah (keseluruhan), dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithan” (QS. Al Baqarah: 208). Allah sangat perhatian pada kita semua dalam ayat diatas tadi yaitu dalam kata-kata “jangan sampai kita mengikuti langkah-langkah syaithan”. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kita harus sambut dan laksanakan seruan tersebut sobat jangan sampai kesempatan emas ini kita tinggalkan.Yang terakhir nih yang ketiga Menggabungkan kesemuanya itu dalam aktifitas kita sehari-hari seperti berani, punya pemahaman yang menyeluruh tentang dasar and aturan tentang Ibadah ritual juga dasar dan aturan tentang kehidupan sehari-hari menurut Islam plus silaturrahim and juga gabung ama orang yang sholeh/sholeha. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Agar kita termasuk golongan mereka. Karena hanya dengan seperti itu kita dapat menghadapi permasalahan-permasalahan maksiat yang sangat mengglobal. Kita juga harus berusaha mendalami aturan serta hukum-hukum yang berkaitan dengan permasalahan seperti ini. Sobat. Mulai detik ini setelah kelar baca, kita harus bertekad berubah demiNya, jangan yang lain lho ya sobat “hay…yo…”.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-3985636563310224603?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/3985636563310224603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=3985636563310224603&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3985636563310224603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3985636563310224603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/08/bye-bye-maksiat.html' title='BYE BYE MAKSIAT...!'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RtfDW3RT_rI/AAAAAAAAAFQ/Va-IA5-bDM0/s72-c/Kru+Cakrawala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-1963167260412786232</id><published>2007-08-31T10:08:00.000+03:00</published><updated>2007-09-08T01:40:37.119+02:00</updated><title type='text'>SAAT DIA DATANG</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RtfFPXRT_tI/AAAAAAAAAFg/3jl_z7nvrAY/s1600-h/ramadhan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104765570383085266" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RtfFPXRT_tI/AAAAAAAAAFg/3jl_z7nvrAY/s320/ramadhan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Alfakir Ilaafwirobbi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sobat, ga kerasa ya. Kita bersua kembali dengan Ramadhan. Ya, setahun udah berlalu, kini saatnya Ramadhan 1428H membuka pintu untuk taqarub kepada-Nya. Bulan yang suci, istimewa dan ya gitu deh. Pokoke sing apik-apik wae. Betul kan? Kan....(backsound). Sobat, di bulan baik ini ga ada salahnya kalo kita kembali koreksi diri apa saja yang udah kita lakukan selama satu tahun yang lalu. Review gitu loh. Bisa aja kan, dalam jangka waktu setahun, banyak hal-hal negatif yang kita perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ga nuduh loh.Tapi, vonis gitu...Hehe..jangan marah yach, kan Ramadhan. Kalo marah, puasanya batal loh. Sorry, just kidding toh. Jangan dimasukin hati nanti hepatitis, tapi masukin ginjal aja. Eits gagal ginjal donk. Sobat, suer, bener loh fren, ga ada salahnya kalo kita mengorek diri kita, yang selama setahun ini berkelana tanpa bulan se-istimewa bulan Ramadhan. Kok bisa? Ya bisa, dibisa-bisain. Karena Ramadhan memang bulan yang istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangin aja, semua amal kita bakal dilipatgandakan pahalanya. Dari 10 kali, hingga 70 kali. Dibandingkan pahala di bulan-bulan yang lain, tentu jumlahnya ga tertandingi. Ga heran, banyak diantara ita yang berlomba-lomba meraih pahala di bulan ini. Nah, koreksi diri penting artinya supaya kita semakin tegar lagi menghadapi hidup di masa depan dan ga ngulang kesalahan di masa lalu. ciee...serius nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Review, Renungi dan Perbaiki Sobat, rasa senang kita menyambut bulan yang suci ini ga jarang terganjal oleh berbagai hal yang mengusik pikiran. Memang banyak sih yang menggunakan momen Ramadhan sebagai fase memperbaiki diri. Tentunya ini yang kita harapkan. Namun sayang berjuta sayang. Yang namanya Ramadhan cuma satu bulan dalam setahun. Ga sedikit pula diantara kita yang menggunakan Ramadhan sebagai akal-akalan semata. Pake jurus aji mumpung. Wiro Sableng kali...Sobat, sebelum bulan Ramadhan, sebenarnya udah ga terhitung lagi berapa banyak kemaksiatan yang udah kita perbuat, dan muncul di sekitar kita. Kita masih ingat ama rencana pengesahan RUU Kesehatan, termasuk di dalamnya legalisasi aborsi alias pengguguran janin. Siapa yang adik di perut Umi-nya mau digugurin? Tentu aja ga mau dan pasti aja ga masuk akal. Kalo sobat ngerti ada KUHP yang ngatur tentang pembunuhan berencana. Ini malah kebalikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUU ini bisa aja dibilang sebagai pembunuhan masal, berencana dan dilindungi hukum itu sendiri. Sebel ga sih. Kita juga sempat keheranan dan serasa ga percaya, pas salah satu bintang sinetron cowok yang konon cakep dansering jadi tokoh bertampang shaleh, ternyata berfoto bugil dengan tajuk Adam dan Hawa. Ga ngerti dia dibayar berapa. Yang jelas, ini ibarat cambukan keras buat kita sesama muslim. Meski si bintang berkilah kalo itu hanya rekayasa aja. Rekayasa dia sendiri maksudnya. Hehe...huss.Sobat, ga cukup disitu. Sebelum bulan Ramadhan, kita juga ngerti kalo ribuan tempat hiburan malam buka full day (kayak sekolah aja) dan nawarin berbagai hal bejat. Apa? Ya tahu sendiri-lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga mungkin deh kalo diskotek, bar, lokalisasi dan night club, nawarin ama kita jamu gendong dan lagu campursari, apalagi ceramah dan nasyid. Halah. Konon, di bulan Ramadhan tempat-tempat miring dan “gelap” tadi ditutup atau dibuka dengan jam-jam tayang tertentu. Kayak film aja. Tapi tetep wae, bangunan tempat itu masih aja kokoh berdiri dan megah. Dan sepertinya tetep ngundang insting negatif diri manusia. Siapa? Pastinya audiens yang mau cari kebebasan. Apalagi nanti selepas bulan suci Ramadhan. Waduh, ibarat penuh sesak berebut tiket neraka. Jangan deh. Kalo diterusin, kawaiso ne alias kasiyan deh lu.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-1963167260412786232?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/1963167260412786232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=1963167260412786232&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1963167260412786232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1963167260412786232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/08/saat-dia-datang.html' title='SAAT DIA DATANG'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RtfFPXRT_tI/AAAAAAAAAFg/3jl_z7nvrAY/s72-c/ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-27262891571538001</id><published>2007-08-14T08:35:00.000+03:00</published><updated>2007-08-14T08:43:26.146+03:00</updated><title type='text'>Pemuda-Mahasiswa Akselelator Kebangkitan Masyarakat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Wahai Mahasiswa bangkitlah !!!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;            “&lt;em&gt;Berikanlah aku sepuluh pemuda, niscaya aku akan merubah dunia।&lt;/em&gt;” Perkataan tersebut terucap dari lisan presiden pertama kita, Soekarno। Ketika muda, Soekarno amat peduli dengan permasalahan bangsa. Beliau berusaha mencari jalan keluar guna menentang penjajahan asing yang menyengsarakan rakyat. Semangat dan keberaniannya dalam perjuangan menuju kebangkitan bangsa perlu kita tiru. Pidato berjudul “Indonesia Menggugat” adalah sebagian kecil karya beliau yang berpengaruh dalam kebangkitan bangsa ini. Soekarno berhasil meraih cita-cita kemerdekaan Indonesia karena memegang teguh idealisme, integritas dan konsistensi perjuangan yang tidak pernah gentar terhadap kekejaman dari kekuasaan penjajah yang menyengsarakan dan memiskinkan rakyat. Jadi, pola pikir dan sikap mental founding fathers sangat perlu dimiliki oleh generasi muda saat ini terutama mahasiswa demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan&lt;br /&gt;masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ketidakadilan yang kini kian menjepit rakyat miskin patut menjadi fokus perhatian mahasiswa. Gelombang unjuk rasa untuk melawan ketidakadilan merupakan refleksi semangat idealisme mahasiswa, sekaligus sebagai kepedulian terhadap kepincangan penegakan hukum. Kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan bangsa merupakan sarana mengasah daya kritis sekaligus sebagai bekal bila kelak menerima estafet kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Strategis Mahasiswa dalam Kehidupan Masyarakat&lt;br /&gt;Secara umum, mahasiswa mempunyai tiga peran strategis dalam kehidupan masyarakat। Peran yang diemban mahasiswa tersebut adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Peran sosial&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;           Mahasiswa berperan dalam melindungi kepentingan sosial masyarakat। Sudah selayaknya mahasiswa sebagai duta rakyat menunaikan amanah ini. Karena berkat masyarakatlah, mahasiswa dapat mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Biaya kuliah yang seharusnya berjuta-juta, menjadi lebih kecil dan ringan berkat kontribusi masyarakat dalam mensubsidi biaya pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Relitas sosial yang terjadi di masyarakat saat ini sungguh memprihatinkan। Angka kemiskinan, kauntitas pelajar yang putus sekolah, dan tingkat kriminalitas semakin meningkat dari tahun ke tahun। Mahasiswa sebagai insan terpelajar sudah seharusnya peka terhadap realitas sosial ini yang secara nyata dan kasat mata terjadi di sekitar tempat tinggal mereka. Adalah ironis jika seorang mahasiswa tidur dengan perut kenyang dan berselimut hangat, sementara rakyat kecil di sekitar tempat mereka tinggal dan berinteraksi merintih kelaparan dan kegelisahan akibat beratnya beban hidup. Jangan berkata “aku adalah seorang mahasiswa” bila belum menjalankan peran penting ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2। &lt;strong&gt;Peran&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Politik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    Politikus terkadang lebih kejam dari terkaman serigala. Terkaman serigala pada mangsanya hanya terjadi seketika, tetapi terkaman politikus busuk terhadap kepentingan rakyat terjadi sekian lama, secara simultan dan mendalam hingga berakibat pada kesengsaraan. Begitu dasyatnya kebobrokan yang terjadi di lingkungan pemerintahan karena ulah politikus ulung yang tak bertanggung jawab terhadap amanah yang diembannya. Korupsi, kolusi, nepotisme, dan serakah akan kursi basah (jabatan) yang terjadi di antara pejabat negara, makin memperburuk citra Indonesia sebagai bangsa yang beradab. Adalah kewajiban mahasiswa sebagai generasi penerus pemimpin bangsa untuk menghapuskan praktik kotor ini. Mahasiswa harus berperan aktif dalam meluruskan penyimpangan politik di pemerintahan karena hal ini akan berdampak pada terlemparnya kepentingan rakyat pada jurang ketidakadilan.&lt;br /&gt;Kontribusi politik mahasiswa dalam perjuangan bangsa demi kebangkitan dan perubahan nasib kehidupan masyarakat tak akan pernah berakhir। Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI pada tahun 1945 dan Reformasi tahun 1998 merupakan sebagian kecil dari rentetan periode perjuangan politik mahasiswa yang berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah kebangkitan masyarakat dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 tercetus akibat peran cerdas politik para pemuda। Mereka yang termasuk dalam golongan muda terpelajar (mahasiswa) mendesak golongan tua untuk segera memanfaatkan kekosongan kekuasaan (vacum of power) ketika Jepang  sedang dilanda kehancuran akibat serangan sekutu Amerika. Para pemuda dengan sigap, segera mendesak golongan tua untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan cara memproklamirkan kemerdekaan. Hal ini berlanjut dengan kasus pengamanan Soekarno ke Rengasdengklok. Di sinilah para pemuda berdiskusi dan mendesak Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, hingga akhirnya Proklamasi Kemerdekaan sepakat dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1998, masa reformasi. Pemuda yang sebagian besar adalah mahasiswa berperan dalam merubah tatanan politik dan pemerintahan negara ini menuju arah perbaikan. Kasus unjuk rasa Trisaksi, Semanggi, dan Kuningan adalah gambaran konkrit dari perjuangan politik mahasiswa dalam memperbaiki nasib rakyat dan bangsa ini. Harta, waktu, dan jiwa mereka korbankan demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Pantaslah jikalau mahasiswa disebut sebagai pemuda harapan bangsa yang mengemban amanah dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Peran kultural&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;         Peran kultural yang dimaksud meliputi kultur akademik dan moral. Kedua kultur inilah yang akan melengkapi kebesaran eksistensi mahasiswa sebagai duta masyarakat ketika menjalankan peran sosial dan politik.&lt;br /&gt;Prestasi akademik seharusnya sudah menjadi kultur mahasiswa sebagai insan terpelajar। Fungsi sosial dan politik yang saat ini menjadi idealisme mahasiswa tak akan kokoh tanpa prestasi akademik. Karena kultur akademiklah yang akan menghilangkan kebodohan rakyat dan menjadi kunci pintu dalam mencerdaskan bangsa. Dengan prestasi akademiklah bangsa ini akan diakui oleh dunia sebagai bangsa yang besar dan tangguh. Dan dengan prestasi akademiklah perkembangan teknologi tercipta. Bercerminlah pada Iran. Bagaimana mahasiswa atau akademisi bersemangat untuk mengembangkan kegiatan riset teknologi. Sehinggga saat ini Iran berhasil mengembangkan teknologi nuklir sehingga dapat menggetarkan negara adidaya Amerika Serikat dan sekutunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Knowledge is power but character is more। Ilmu pengetahuan adalah utama, tetapi karakter (moral) lebih utama. Pengetahuan atau prestasi akademik tak akan bermakna tanpa moral atau akhlak yang mulia. Apalah gunanya pengetahuan yang luas jika pribadi kita sempit, egois, dan jauh dari etika moral yang mulia. Adalah kewajiban kita membuktikan karakteristik ilmu padi. Semakin tumbuh tinggi, semakin merunduk. Semakin tinggi pengetahuan semakin rendah hati dan menjadi teladan bagi masyarakat baik dalam segi pemikiran maupun tindakan. Pribadi yang jujur, disiplin, dermawan, dan egaliter adalah sebagian akhlak mulia yang wajib dimiliki oleh duta masyarakat (mahasiswa). Jangan berbicara memperbaiki bangsa dan negara jikalau memperbaiki pribadi pun tidak mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi mahasiswa sungguh besar. Namun, Potensi tinggallah potensi. Ibarat pedang yang sangat tajam; ketajamannya tidak menjadi penentu bermanfaat-tidaknya pedang tersebut. Orang yang menggenggam pedang itu-lah yang menentukannya. Pedang yang tajam terkadang digunakan untuk menumpas kebaikan dan mengibarkan kemaksiatan, jika dipegang oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sebaliknya, jika berada di tangan orang yang bertanggung jawab dan tidak bisa menjalankan peran kultural dalam kehidupan masyarakat, ketajaman pedang itu akan membawa manfaat. Demikian juga dengan potensi mahasiswa. Potensi yang begitu hebat itu bisa dipergunakan untuk menjunjung tinggi kebaikan, bisa juga untuk memperkokoh kejahatan dan kedurjanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mahasiswa adalah agent of change potensial&lt;br /&gt;Secara fitrah, masa mahasiswa merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal dalam akselerasi kebangkitan masyarakat। Peran sosial yang tercermin dalam kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki mahasiswa. Pemikiran politik kritis mereka terhadap pemerintahan sangat didambakan rakyat. Di mata masyarakat umumnya, mereka adalah agen perubahan (agent of change) tatkala masyarakat terkungkung oleh tirani kezaliman dan kebodohan. Mereka juga motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban berbasis kultur riset-teknologi dan moral terletak di pundak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah keadaan dan peranan mahasiswa. Kiprah mereka sangat didambakan dalam mengukir peradaban bangsa ini. Mereka merupakan tonggak kejayaan rakyat. Peranan mereka sangat didambakan oleh masyarakat sebagai pionir perubahan ke arah yang lebih baik. Seorang mahasiswa tidak layak hanya berpangku tangan dan bermalas-malasan di tengah kemunduran rakyat yang sangat memprihatinkan ini. Seorang mahasiswa jangan sampai menjadi penghalang kemajuan bangsa dan perjuangan menuju kebangkitan Indonesia. Bersemangatlah dan lakukan yang terbaik. Merdeka !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-27262891571538001?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/27262891571538001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=27262891571538001&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/27262891571538001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/27262891571538001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/08/pemuda-mahasiswa-akselelator.html' title='Pemuda-Mahasiswa Akselelator Kebangkitan Masyarakat'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-5459596917488680208</id><published>2007-08-13T11:41:00.000+03:00</published><updated>2007-08-13T12:04:43.265+03:00</updated><title type='text'>MEWUJUTKAN CITA-CITA KEMERDEKAAN DENGAN SYARI'AT ISLAM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RsAc3-6ISMI/AAAAAAAAADA/CLHunwr4ytQ/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5098106526288595138" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 181px; CURSOR: hand; HEIGHT: 118px" height="163" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RsAc3-6ISMI/AAAAAAAAADA/CLHunwr4ytQ/s320/images.jpg" width="191" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Enam puluh satu tahun lalu, tepatnya Jumat 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya setelah lebih dari 350 tahun dijajah bangsa asing। Proklamasi kemerdekaan itu bertepatan dengan Peringatan Nuzulul Quran (Bulan Ramadhan). Karena itu, para khatib shalat Jumat pun kala itu menginformasikan peristiwa penting tentang 'kelahiran' bangsa dan negara Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentu, tidak ada yang pantas kita ucapkan selain rasa syukur kepada Allah SWT Sebab, hanya dengan rahmat dan karunia-Nyalah bangsa Indonesia sejak itu hingga hari ini-selama 62 tahun-telah bebas dari penjajahan fisik selama lebih dari 3,5 abad.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RsAdQO6ISNI/AAAAAAAAADI/yoFlC5VdWKY/s1600-h/images2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5098106942900422866" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="117" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RsAdQO6ISNI/AAAAAAAAADI/yoFlC5VdWKY/s320/images2.jpg" width="215" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara jujur harus kita akui, kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia merupakan hasil dari sebuah proses perjuangan yang sangat panjang dan melelahkan, bergelimang dengan darah dan airmata, serta dihiasi dengan pengorbanan yang luar biasa, baik harta maupun nyawa। Dengan semua pengorban itu, lahirlah kemudian para pahlawan, yang mayoritasnya adalah Muslim, yang gigih mengusir kaum penjajah kafir dengan semangat jihad fi sabilillah। Di Tanah Rencong ada Teuku Umar dan Cut Nyak Dien yang sanggup membakar semangat rakyatnya untuk melawan penjajah kafir. Di Sumatera Barat ada Tuanku Imam Bonjol yang sanggup membumihanguskan penjajahan dari ranah Minangkabau. Di Tanah Jawa ada Pangeran Diponegoro dan Jenderal Sudirman yang bisa memukul balik serangan kafir penjajah. Di Sulawesi muncul Sultan Hasanuddin yang berhasil menetralisasi Tanah Toraja dari belenggu penjajah kafir. Melalui tangan merekalah, antara lain, kemerdekaan pun akhirnya dapat diraih bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, lebih penting dari sekadar kemerdekaan itu, sudahkah bangsa ini berhasil meraih kemerdekaan yang hakiki? Lebih dari itu, sudahkan bangsa ini berhasil mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang hakiki itu? Inilah antara lain yang perlu senantiasa menjadi bahan renungan kita, bangsa yang mayoritas Muslim। Tanpa merenungkan makna hakiki kemerdekaan sekaligus berupaya mewujudkan cita-citanya, Peringatan Hari Kemerdekaan setiap tahun di negeri ini hanya akan menjadi ajang seremonial tanpa makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kita Belum Sepenuhnya Merdeka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Memang, secara fisik bangsa Indonesia sudah lepas dari penjajahan, Namun, kemerdekaan yang hakiki sebetulnya belum berhasil diwujudkan. Cita-cita kemerdekaan pun-seperti kemandirian, kemakmuran, dan keadilan-tak kunjung terwujud. Bukan hanya gagal mewujudkan cita-cita kemerdekaan, kita juga dirundung oleh berbagai macam persoalan yang semakin membuat kita terpuruk. Padahal sudah enam kali wajah presiden republik ini berganti. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika cita-cita kemerdekaan itu di antaranya adalah kemakmuran, Indonesia jelas masih jauh di bawah negara-negara lain। Jika ukuran kemakmuran adalah GNP, pada pertengahan tahun 1960-an GNP perkapita Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, Cina nyaris sama, yaitu kurang dari US$ 100 perkapita. Setelah lebih dari 40 tahun, GNP perkapita negara-negara tersebut pada tahun 2004 mencapai: Indonesia sekitar US$ 1.000, Malaysia US$ 4.520, Korea Selatan US$ 14.000, Thailand US$ 2.490, Taiwan US$ 14.590, Cina US$ 1.500. Padahal untuk sekadar mencapai GNP sekitar US$ 1.000 itu, Indonesia sudah mempertaruhkan segalanya: utang luar negeri yang besar, habisnya kekayaan alam akibat kebijakan privatisasi, dan rusaknya hutan akibat eksploitasi besar-besaran. Bandingkan dengan negara-negara seperti Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, Cina dan Thailand yang tidak memiliki sumberdaya alam yang besar seperti Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, Indonesia masih dikuasai oleh asing dalam berbagai bidang। Beberapa buktinya antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;: Hukum yang berlaku di Indonesia 80% masih hukum Belanda। Penjajah Belanda hengkang, tetapi hukumnya tetap bercokol kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua:&lt;/strong&gt; Beban utang Indonesia lebih dari Rp 1400 triliun. Bahkan, para pejabat Indonesia terus menyerahkan leher Indonesia dijerat utang luar negeri. Saat terjadi tsunami kita ngutang, gempa Yogja juga dijadikan alasan untuk ngutang lagi. Consultative Group on Indonesia (CGI) pada pertemuannya dengan Pemerintah Indonesia (14/6) menawarkan pinjaman sebesar US$ 3,9 miliar atau sekitar Rp 35,1 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;: Puluhan juta orang dalam kemiskinan, 40 juta nganggur, 3 juta di antaranya sarjana; 4,5 juta anak putus sekolah, kriminalitas meningkat Padahal, Indonesia memiliki areal hutan paling luas di dunia. Tanahnya subur, alamnya indah. Potensi kekayaan laut luar biasa (6,2 juta ton ikan, mutiara, minyak dan mineral lain). Di darat terkandung barang tambang emas, nikel, timah, tembaga, batubara dsb. Di bawah perut bumi tersimpan gas dan minyak yang cukup besar. Namun, tambang-tambang kita dikuasai oleh perusahaan asing seperti Freeport, Exxon Mobile, Shell, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;: dalam masalah keamanan, kita masih bergantung pada AS dan Australia। Ancaman embargo selalu mereka jadikan senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelima&lt;/strong&gt;: pembuatan perundang-undangan tidak lepas dari kepentingan asing। Tengoklah bagaimana UU Sumberdaya Air, RUU Migas. Bahkan, ketua Pansus RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, Balkan Kaplale mengakui didatangi oleh pihak AS dan Uni Eropa terkait dengan RUU tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keenam&lt;/strong&gt;: pemikiran dan politik pun lebih mengekor ke negara imperialis.&lt;br /&gt;Jika demikian keadaannya, bukankah Indonesia memang belum merdeka, dan baru merdeka dari penjajahan fisik saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syariah Islam Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan hakiki antara lain ditandai dengan kemandirian, kemakmuran dan keadilan। Itulah antara lain yang sejatinya harus berusaha diwujudkan oleh bangsa Indonesia. Semua itu hanya mungkin diwujudkan dengan syariah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kemandirian.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Syariah Islam akan menjadikan Indonesia menjadi negara yang mandiri, bahkan berdaulat dan berwibawa। Dalam persoalan kedaulatan politik, syariah Islam memiliki konsep politik yang mendasari hubungan luar negeri dengan negara, bangsa dan umat lainnya dengan upaya menyebarkan Islam sebagai rahmat atas seluruh alam. Terhadap konspirasi negara atau bangsa yang menghalangi disebarkannya syariah Allah maka Allah memerintahkan untuk memerangi mereka (lihat: QS at-Taubah [9]: 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan modal ketakwaan kepada Allah inilah negara menjadi perkasa dan berani menghadapi intervensi asing। Bahkan justru para penjajahlah yang menjadi gentar sebagaimana digambarkan Rasulullah saw. (yang artinya): Aku ditolong dengan rasa ketakutan (yang bisa dirasakan musuh) dari jarak satu bulan perjalanan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keadilan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syariah Islam memandang sama kedudukan warga negara. Syariah Islam memperlakukan secara adil warga negara yang terdiri dari kaum Muslim dan non-Muslim (ahlul dzimmah) dengan hak dan kewajiban yang sama. Kaum dzimmah ini hanya diwajibkan membayar jizyah-sebagai kompensasi atas perlindungan Negara Islam terhadap mereka-yang besarannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pajak yang ditarik oleh pemerintahan kapitalis dalam sistem sekular saat ini. Itupun jika mereka mampu membayarnya. Jika tidak, negara justru akan memberikan santunan. Perlindungan syariah Islam atas kaum dzimmah ini tampak pada sabda Rasul saw.:&lt;br /&gt;«مَنْ قَتَلَ نَفْسًا مُعَاهِدًا لَهُ ذِمَّةُ اللهِ وَذِمَّةُ رَسُولِهِ فَقَدْ أَخْفَرَ بِذِمَّةِ اللهِ فَلاَ يُرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ خَرِيفًا»&lt;br /&gt;Siapa saja yang membunuh jiwa yang terikat dengan dzimmah Allah dan Rasul-Nya berarti ia telah memutuskan dzimmah Allah sehingga ia tidak akan mencium baunya surga, padahal bau surga itu sudah tercium pada jarak sejauh perjalanan tujuh puluh musim gugur। (HR at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, keadilan bukan sekadar lip service dalam syariah Islam, karena Allah telah memerintahkan manusia, khususnya penguasa, untuk berbuat adil, termasuk kepada non-Muslim। (lihat: QS an-Nisa' [4]: 58; al-Maidah [5]: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kemakmuran.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal kemakmuran, kedaulatan ekonomi akan didapati di Indonesia jika ekonomi negeri ini diatur dengan syariah Islam. Dengan syariah Islam, kepemilikan individu, misalnya, dijamin perolehan dan keamanannya oleh negara; sedangkan kepemilikan umum atas sumberdaya yang menguasai hajat hidup orang banyak dikelola oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dalam pandangan syariah Islam, segala bentuk privatisasi, swastanisasi dan penjualan aset-aset negara kepada asing adalah haram. Kemakmuran rakyat dan kebahagiaan masyarakat menjadi tujuan negara. Negara sangat menyayangi rakyatnya sehingga distribusi kekayaan akan menjadi perhatian utama. Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok menyangkut pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan akan diseriusi oleh negara. Hal ini terjadi karena pemimpin negara sadar dan paham akan Hadis Nabi saw:&lt;br /&gt;«فَالأَمِيْرُ عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَتِهِ»&lt;br /&gt;Pemimpin manusia adalah pengurus rakyat dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang diurusnya। (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat kemampuan syariah Islam dalam mewujudkan sebagian cita-cita kemerdekaan tersebut, tentu naif jika masih ada keengganan dari sebagian kaum Muslim untuk menerapkannya। Apalagi secara historis syariah Islam terbukti pernah berhasil membawa umat menuju cita-cita kemerdekaan ini, yakni dalam sistem Khilafah yang telah memerdekaan manusia selama lebih dari 13 abad. Gustav E. Von Grunebaum (1962) dalam Medieval Islam (Islam di Abad Pertengahan) menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah masyarakat dengan keyakinan kepada Allah yang hidup dalam kehidupan। Islam adalah pusat dan tujuan dari praktik spiritualnya. Namun, bukan hanya itu, Islam adalah pemimpin dunia dengan aturan dan pemerintahannya. Islam adalah alasan bagi eksistensi negara; dia adalah prinsip dari kesatuan (staatsgedanke), dengan menjunjung tinggi keberlanjutan kesejahteraan yang berkeadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Renungan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara i'tiqâdi, bangsa yang mayoritas Muslim ini jelas wajib meyakini bahwa syariah Islam tidak hanya sanggup mewujudkan cita-cita kemerdekaan, tetapi bahkan benar-benar mampu mewujudkan rahmat bagi semesta alam। Karena itu, secara syar'i pun, kita wajib senantisa memperjuangkan tegaknya syariah Islam karena, di samping merupakan kewajiban kolektif kita, hanya syariah Islamlah yang akan sanggup membebaskan manusia dari segenap belenggu penjajahan sekaligus dari penghambaan manusia kepada manusia lain menuju penghambaan hanya kepada Allah SWT semata. Itulah sebenarnya kemerdekaan yang hakiki. Itulah yang pernah berhasil diwujudkan oleh Rasulullah saw. dalam wujud Daulah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shirah Nabawiyah-nya, Safiur Rahman Mubarakpuri menulis, bahwa Islam telah menjadi pembebas bangsa Arab dari kekuasaan Jahiliah saat itu, dan hanya dalam waktu 20 tahun sejak Nabi saw. diangkat menjadi utusan Allah, Beliau berhasil mendirikan Negara Islam di Madinah. Tipe negara yang dirintis Rasulullah saw. ini kerap dikutip sebagai prototipe ideal oleh umumnya kalangan Muslim maupun non-Muslim dimana pun dan kapan pun mereka menguraikan tatanan sempurna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Fondasi negara yang dibangun Rasulullah saw. itu, dalam waktu singkat, mampu menopang kejayaan umat selama berabad-abad. Lalu bagaimana dengan Negara Kesatuan Republika Indonesia ini yang sudah berumur 61 tahun?! Wallâhu a'lam. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-5459596917488680208?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/5459596917488680208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=5459596917488680208&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/5459596917488680208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/5459596917488680208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/08/mewujutkan-cita-cita-kemerdekaan-dengan.html' title='MEWUJUTKAN CITA-CITA KEMERDEKAAN DENGAN SYARI&apos;AT ISLAM'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RsAc3-6ISMI/AAAAAAAAADA/CLHunwr4ytQ/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-2348577385265427138</id><published>2007-08-04T23:43:00.000+03:00</published><updated>2007-08-04T23:45:30.593+03:00</updated><title type='text'>CINTA DAN AIR MATA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Katanya nih, cinta bikin apa yg dicintai itu bener-bener masuk ke lubuk hati। Bicara lubuk hati, apalagi yg terdalam, pasti berkaitan banget ama yg namanya kelembutan. Hati tuh lembuuuttt banget. Kalo dah kayak gini nich, cinta itu deket ama yang namanya air mata, nangis dech... Makanya, orang yg lagi jatuh cinta, bakal gampang nangis kalo inget ama yg dicintainye, ya kagak? Ngaku dech!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong soal nangis nich, A'a BOY punya cerita। Cerita ini cerita jadul। Ada 2 cerita.&lt;br /&gt;Cerita pertama। Dulu, ada negeri kafir yg mo nyerang negeri Islam. Ketua kafir itu atur siasat. Sebelum nyerang, diselidiki dulu negeri Islam itu. So, si ketua ngutus seorang mata-mata ke negeri Islam itu. Si mata-mata tadi nyamar jadi orang Islam. Trus dia masuk ke negeri Islam itu. Tampangnya pokoke Islam banget dah, pake janggut segala kali! Tiba-tiba dia ngeliat ada seorang anak muda yg lagi nangis di pojokan dinding. Penasaran, si mata-mata tadi ngedeketin tuh anak muda. Trus dia nanya : " Kenapa kamu nangis?" Jawab anak muda tadi : "Aku nangis karena tadi aku ketinggalan shalat berjama'ah di masjid." Kagetlah si mata-mata. Trus dia balik ke negerinya dan laporan ke ketua. Dia nyeritain apa yg diliatnya di negeri Islam. Trus kata ketua : "OK, kita jangan nyerang Islam dulu. Tunggu kalo saatnya dah tepat."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cerita kedua। Sebetulnya ini lanjutan dari cerita pertama tadi। Beberapa tahun kemudian, diutus lagi dech mata-mata। Then, si mata-mata nyamar jadi orang Islam. Pokoknya kayak cerita pertama. Trus dia ngeliat ada anak muda yg nangis lagi duduk. Si mata-mata ngedatengin tuh anak trus nanya : "Kenapa kamu nangis?" Jawab si anak muda : " Aku nangis karena baru aja ditinggal ama kekasihku?" Ngedenger jawaban kayak gini, si mata-mata balik ke negerinya. Dia lapor ke ketua tentang apa yg diliatnya di negeri Islam. Trus, sang ketua berkata : "OK, saatnya kita serang mereka!" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bener, negeri kafir kemudian nyerang negeri Islam tadi . Dan apa yg terjadi, soddara-soddara? Maka, hancur-lebur dan luluh-lantaklah negeri Islam itu. Masya Allah...&lt;br /&gt;Kenapa hayo koq bisa kayak gitu? Ketua kafir tadi ngeliat kalo yg pertama, pemuda-pemuda Islam-nya sholeh-sholeh। Mereka cinta benget ama Allah. Sampe-sampe mereka sedih &amp; nangis gara-gara ketinggalan shalat berjama'ah di masjid. So, kalo negeri kafir nyerang saat itu, pasti orang kafir kalah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Trus, setelah beberapa tahun, ada yg berubah di negeri Islam itu. Anak-anak mudanya dah ga sholeh lagi (atw mungkin kurang sholeh kali ya...). Ini bisa diliat ada anak muda Islam yg nangis gara-gara ditinggal pacarnya. Pasti, hari-harinya dihabisin bwt kekasihnya, bwt nemenin, bwt mikirin, en bwt-bwt yg laen. Knapa waktunya kagak dihabisin bwt Allah &amp;amp; Islam yak? Ini pertanda kalo negeri Islam tadi dah lemah. Ini dia saatnya buat nyerang. &lt;br /&gt;Gitu, Pren। Generasi yg pertama nangis ngeluarin air mata (ya iyalah, masak ngeluarin ingus) gara-gara cinta ama Allah. Generasi yg kedua nangis ngeluarin air mata (air mata buaya bukan ya?) gara-gara cinta ama pacarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, Pren, air mata kita termasuk yg mana nich? Kalo kita nangis gara-gara siapa hayo?? Yg jelas bukan gara-gara A'a BOY! Hwehehe.. Moga2 air mata &amp;amp; nangis kita hanya karena Allah! (a2i)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-2348577385265427138?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/2348577385265427138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=2348577385265427138&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2348577385265427138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2348577385265427138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/08/cinta-dan-air-mata.html' title='CINTA DAN AIR MATA'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-6404955882841407188</id><published>2007-07-25T06:15:00.000+03:00</published><updated>2007-07-25T06:17:42.466+03:00</updated><title type='text'>CUEEEEEEKKKK...!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cuek.  Itulah fenomena global yang terjadi.  Banyak orang terjangkit penyakit ini.  Mereka tidak peduli pada berbagai hal yang sesungguhnya penting untuk dipikirkan.  Mereka menganggap remeh hal-hal yang hanya secara zahir saja terlihat kecil, padahal tidak ada hal yang sedemikian hina sehingga tidak perlu dipikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat para raja dan sultan duduk di atas singgasananya yang empuk dan menyibukkan hari-harinya dengan kesia-siaan, ragam makanan lezat yang membuat tubuhnya semakin gemuk seperti babi ternak, dan selir-selir yang tidak berharga di matanya kecuali untuk kesenangan yang tidak lebih dari setengah jam saja?  Apa yang membuat mereka lupa bahwa seorang raja pun tidak akan nampak perkasa jika rakyatnya tidak memberi dukungan?  Apa yang membuat para penguasa lupa pada orang-orang malang di luar sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat seorang ayah tenggelam di balik kesibukannya, keasyikan dengan karirnya yang terus melesat, sehingga keluarga pun terlupakan?  Apa yang membuatnya yakin bahwa anak-anaknya akan baik-baik saja?  Apa yang membuatnya berpikir bahwa segala kewajiban telah tunai dan semua tugas telah terlaksana dengan baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang tidak akan pernah menjadi besar sebelum ia menghargai hal-hal kecil di sekitarnya.  Sayangnya, kesadaran sering datang terlambat.  Kalau saja akalnya bekerja dengan baik sejak awal, tentu ia tidak perlu begitu kehilangan.  Berandai dan berandai, tapi waktu tidak pernah berputar balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas seorang manusia ditentukan oleh penghargaannya terhadap detil, dan penghayatannya terhadap semua aspek dalam hidupnya.  Orang bijak tidak akan pernah meremehkan siapa pun dan apa pun, karena memang tidak ada hal remeh yang diciptakan oleh Dia Yang Maha Mulia.  Mereka yang menutup dan membungkam telinga hanya akan merugikan dirinya sendiri dan semua orang di sekitarnya.  Ketidakpedulian hanya akan membawamu pada tempat yang rendah.  Begitulah hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh lebar dan dalam jurang perbedaan antara mereka yang peduli dan yang tidak.  Mereka yang cuek hanya hidup sekedar lahir-bernafas-makan-tumbuh-kawin-beranak dan mati saja.  Tidak ada yang mengenangnya dan tidak ada pula yang dibawanya pergi.  Sangat beda dengan mereka yang memiliki tujuan dalam setiap perbuatannya.  Ada keindahan dalam setiap detilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang tidak peduli dengan tindakannya yang sudah sedemikian jauh menyimpang dari aturan Allah SWT.  Dalam pikirnya, tidak ada orang yang sesat kecuali jika gelar sesat itu telah disematkan sendiri oleh Yang Maha Adil.  Ya, Iblis dan Fir’aun memang dua simbol kesesatan yang tak tertandingi, karena namanya disebut-sebut di dalam Al-Qur’an dan dicela sedemikian rupa.  Abu Lahab masih di bawah kelas mereka, karena hanya sekali saja namanya disebut.  Mereka yang tidak disebut namanya dengan hina di dalam Al-Qur’an bukanlah sesat namanya.  Sekarang pun masih ada yang menunggu fatwa suci dari langit : ini yang benar dan itu yang sesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyangka Allah SWT akan turun tangan sendiri untuk meluruskan apa-apa yang bengkok yang dilakukan oleh tangan-tangan jahil manusia.  Oleh karena itu, sebelum ‘Tangan Tuhan’ itu datang, maka bolehlah berbuat semaunya.  Fatwa yang sangat canggih.  Didukung oleh sebagian orang yang mengaku bergelar profesor, pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang berpendapat rokok itu halal, bahkan halal pula dihisap ketika sedang melaksanakan shaum.  Alasannya hanya satu : urusan halal dan haram itu adalah prerogatif Allah SWT, bukan manusia.  Kalau memang sudah tidak ada lagi kepedulian terhadap detil, lantas apa lagi yang tersisa?  Bahkan di hadapan Allah pun manusia dengan beraninya mengusung ego sedemikian rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sebenarnya terjadi adalah kemalasan, kecongkakan dan sikap memandang remeh.  Seperti Iblis yang tercipta dari api dan gagal melihat keunggulan Adam as. yang dibuat dari tanah yang hitam.  Dengan secepat kilat fatwa sesat disahkan di dalam benaknya, tanpa minta waktu sedikit pun untuk sekedar mencerna permasalahan secara baik-baik.  Yang terjadi berikutnya adalah serangkaian reaksi atas tuntutan keinginan pribadi yang mengalahkan akal sehat.  Persis seperti raja yang dulunya naik tahta karena kebijaksanaannya, lantas dikalahkan oleh ketamakannya sendiri.  Ia hanya menunggu waktu sebelum rakyat berkomplot menggulingkannya.  Tanpa disadarinya, ia hanya menghancurkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpedulian adalah suatu hal yang amat menyedihkan.  Kita bisa menjadikan segalanya nampak indah, namun tidak cukup kemauan untuk melaksanakannya.  Tidak cukup tekad tertambat di dalam hati untuk sekedar melakukan langkah-langkah kecil demi perbaikan.  Kita terlalu sibuk dengan hal-hal yang ‘besar’ dan melupakan yang ‘kecil’, padahal besar dan kecil hanya tergantung dari kecanggihan alat pengamatan kita saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah dunia yang diwarnai dengan ketidakpedulian.  Semuanya dianggap remeh, seolah tak berarti.  Jangankan kerabat di kota lain atau tetangga di rumah sebelah, bahkan darah daging di rumah sendiri pun bisa-bisanya tidak dipedulikan.  Jangankan perbuatan orang lain, amal perbuatan diri sendiri pun tidak dipikirkan masak-masak.  Segalanya dicap relatif, padahal ia hanya hendak menyembunyikan ketidakpeduliannya sendiri.  Kalau sudah malas berpikir, tidak ada lagi yang tersisa dari seorang manusia selain egonya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-6404955882841407188?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/6404955882841407188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=6404955882841407188&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6404955882841407188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/6404955882841407188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/07/cueeeeeekkkk.html' title='CUEEEEEEKKKK...!'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-8928626112205314173</id><published>2007-07-15T07:41:00.000+03:00</published><updated>2007-07-15T07:54:49.629+03:00</updated><title type='text'>SUDAH DEWASA SEMUA KOK...!</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Oleh: Muhammad Nurdin Sarim&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;*&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/Rpmn4mtr3UI/AAAAAAAAACw/KYatGcmuW0c/s1600-h/fadsa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087281844998364482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 119px; CURSOR: hand; HEIGHT: 146px" height="266" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/Rpmn4mtr3UI/AAAAAAAAACw/KYatGcmuW0c/s320/fadsa.jpg" width="215" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata "sudah dewasa semua kok…! Tentu pasti bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk" menurut hemat penulis, kata-kata (opini) tersebut hanya akan mengakibatkan semakin parahnya sebuah keadaan dan menambah ruetnya permasalahan, bahkan bisa menjadi bumerang dalam kehidupan personal dan plural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menganggap orang lain telah mamapu untuk berjalan pada roda kehidupan yang wajar dan sesuai dengan tuntutan keadaan, berarti telah mengabaikan kehidupan bermasyarakat, bukankah manusia itu hidup dalam komunitas yang berbeda-beda?, ada yang baik ada yang jahat, ada pemberani ada pengecut, kalau kejahatan dibiarkan berjalan terus-menerus tanpa ada peringatan, maka ia akan terus berkembang dan menjalar ke seluruh lapisan kehidupan, seperti racun yang dibiarkan tanpa ada penawarnya, maka ia akan terus menjalar dan akan menggerogoti semua organ tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankan Al-Qur'an telah megajarkan kepada kita semua untuk saling menasehati dalam hal kebaikan dan kesabaran (Al-'Ashr: 4). Dan Rasulullah telah banyak memberikan contoh kepada kita semua, bagaimana sikap Rasulullah ketika para sahabat lalai atau salah dalam suatu perkara? Bukan kan beliau langsung menegurnya? Dan mengadakan perbaikan dalam satu waktu tanpa ditunda-tunda? Dan kata-kata " biarkan saja dia telah dewasa kok…!" tidak pernah keluar dari mulut Rasul yang mulia ini, namun ada apa dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita melihat orang lain berbuat salah kita diam saja tanpa memberikan peringatan atau teguran, seakan-akan kita tidak melihat hal itu, mungkin karena ideology yang menyesatkan ini kita tidak mau ambil pusing dengan urusan orang lain lantaran yang terbenam dalam otak kita "semuanya telah dewasa kok!" seakan kita menganggap semua orang itu mampu menemukan kebenaran dan sadar akan kesalahan yang ia perbuat tanpa ada peringatan atau teguran. Sungguh ini adalah sebuah ideology yang sangat menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita ingat kembali sejarah pada zaman kekholifaan, saat dilantik sebagai kholifah, Abu Bakar As-Siddiq menyampaikan pidato kengeraan yang sangat briliayan ia menegaskan bahwa dia bukan yang terbaik lantaran itu ia meminta umat islam sekirannya ia benar dan mengharapkan kritik dan koreksian kalo ia salah atau bertindak serong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khotobb peganti Abu Bakar dalam mengukuhkannya sebagi kholifah menyampaikan pidato yang lebih kurang sama, antara lain ia menegaskan komitmennya untuk berpegang teguh kepada al Qur'an dan Hadits secara konsekuen dan konsisten dan berkata "kalau kalian melihat ada penyimpangan pada diriku maka kalian harus meluruskannya" mendengar perkataan Umar tersebut seorang pengembara yang hadir dalam acara pelantikan berdiri sambil mengacungkan pedangnnya seraya berkata "kalau aku lihat ada penyimpangan dalam diri tuan maka aku akan meluruskannya dengan pedangku ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar, sang kholifah, tersenyum ia bersukur karena ada diantara rakyatnya ia memiliki I'tikad baik untuk menegakkan kebaikan, inilah kata-kata seorang yang telah dikabarkan menjadi ahli surga, yang ibadahnya tidak diragukan lagi kedahsyatannya, namun walaupun demikian, beliau tetap memerlukan bantuan orang lain untuk mengingatkannya supaya tetap lurus dalam memimpin ummat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lihatlah perkataan seorang pengembara yang hadir dalam acara itu, ia akan mengingatkan Kholifah dengan pedangnya jika Kholifah dalam kebatilan dan ketidak adilan, ini adalah sikap yang sangat penuh tanggungjawab, punya pandangan yang jauh kedepan, sikap yang sangat bijak. Ia tidak mengatakan/berargumentasi "Tuan adalah ahli surga, ibadah tuan sangat luar bisa, dekat dengan Allah dan Rasulnya, tidak mungkin tuan akan melenceng dari kebenaran, dan bukankah tuan telah dewasa? tentunya mampu untuk membedakan antara yang biak dan buruk" bukan ini yang keluar dari mulut orang itu, tapi ia malah mengacungkan pedangnya tanda ia meresa terpanggil untuk menegakan kebenaran dan memperingatkan orang lain agar tetap dalam koledor kebenaran dan keadilan.&lt;br /&gt;Lantas mengapa kita sering jatuh dalam kenistaan, kita sering membiarkan teman-teman kita dan orang lain jatuh dalam kesalahan yang berulang-ulang tanpa ada penyadaran dan teguran, hal itu karena sikap kita yang acuh dan anggapan kita yang salah terhadap semua orang "Sudah Dewasa Semua Kok…!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka selagi nafas masih berhembus, ruh masih dalam raga, hidup masih dalam status bernyawa, mari kita saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran, agar diri kita dan orang lain tetap dalam kebenara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه وإن لم يستطع فبقلبه و ذلك أضعف الإيمان&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(الحديث)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*&lt;em&gt; Alumni Pondok Modern Gontor tahun 2005&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-8928626112205314173?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/8928626112205314173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=8928626112205314173&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8928626112205314173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/8928626112205314173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/07/sudah-dewasa-semua-kok.html' title='SUDAH DEWASA SEMUA KOK...!'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/Rpmn4mtr3UI/AAAAAAAAACw/KYatGcmuW0c/s72-c/fadsa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-3080420058064035464</id><published>2007-07-06T05:55:00.000+03:00</published><updated>2007-07-06T07:18:48.244+03:00</updated><title type='text'>Pendapat Ilmuan Tentang Kiamat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/Ro2zNRjAnqI/AAAAAAAAACY/vV2P6QILkpg/s1600-h/planet-07b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 181px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/Ro2zNRjAnqI/AAAAAAAAACY/vV2P6QILkpg/s320/planet-07b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5083916595001073314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;P&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lanet Impact, Keh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ancuran Bumi Tahun 2053?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi ALLAH yang menguasai alam semesta dalam genggaman-NYA. Qursy-NYA meliputi langit dan bumi, maka hanya DIA-lah yang patut disembah, Tuhan Yang Maha Suci lagi Maha Agung. Semoga salam dan selawat senantiasa dicurahkan kepada Muhammad Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, sang pemimpin umat Islam dan pembela dihari akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH berfirman dalam dalam Surah ke-25 Al Furqaan ayat 61:&lt;br /&gt;Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menciptakan jutaan atau bahkan milyaran atau bahkan lebih banyak bintang dalam langit ciptaan-NYA. Kumpulan bintang-bintang kemudian kita sebut dengan nama “galaksi (galaxy)”. Terdapat banyak galaksi yang hanya ALLAH saja yang tahu jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya adalah galaksi dimana bumi kita berada di dalamnya. Pusat dari galaksi kita adalah matahari. Dengan kuasa ALLAH diciptakan-NYA benda-benda langit dan planet berputar mengelilingi matahari. Kumpulan planet yang bergerak mengelilingi matahari, kemudian kita sebut dengan nama “tata surya (solar system)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan galaxy lain yang memiliki pusatnya sendiri. Putaran planet terhadap pusat galaxy kemudian kita kenal dengan nama “orbital atau orbit”. Atas kehendak ALLAH jua, diciptakanlah galaksi-galaksi itu berputar dalam jangka waktu dan kecepatan serta arah yang dikehendaki ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita rajin mendengar keterangan-keterangan dari web NASA, mereka pernah mengatakan bahwa sudah banyak planet yang berbalik arah putar, jika pada planet bumi kita ini matahari masih terbit dari arah timur, maka beberapa tahun ini terdapat fenomena baru yang menurut mereka planet lain sudah mulai berbalik arah dan matahari terbit dari arah barat. Dari sisi ilmiah, inilah pertanda akhir zaman mendekati kiamat, sebagaimana petunjuk dari Rasullullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Adalah kemudian menurut para ilmuwan dari sekian banyak planet yang berbalik arah putar, mereka menemukan adanya planet dari galax&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/Ro2zdhjAnrI/AAAAAAAAACg/yHMotiZAEJM/s1600-h/planet-08b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 264px; height: 198px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/Ro2zdhjAnrI/AAAAAAAAACg/yHMotiZAEJM/s320/planet-08b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5083916874173947570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;y lain yang bergerak memasuki orbit dalam solar system kita. Planet baru ini kemudian diberi nama&lt;br /&gt;PLANET X (NIBIRU).&lt;br /&gt;Planet X ini tertarik (ditarik) oleh gaya grafitasi matahari yang besar dalam tata surya kita, sehingga kemudian ia masuk ke dalam orbit planet-planet dalam keadaan berbalik arah, dan suatu masa nanti planet X akan bertabrakan dengan bumi. Ilmuwan menyebut 50 tahun lagi planet X (Nibiru) ini akan memasuki orbit tata surya kita, sejak ia ditemukan tahun 2003 lalu. Berarti kiamat boleh terjadi pada 2053? ALLAH-lah pemilik-NYA. Manusia hanya diberi mata, otak dan akal untuk melihat tanda-tanda kebesaran ALLAH subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lintasan Planet Nibiru (Planet X/Planet kesepuluh) ke dalam tata surya merupakan bukti ketidakterhinggaan semesta yang berperan mendatangkan kiamat di bumi. Gempa-gempa bumi terkuat dalam sejarah manusia modern akan terjadi di seluruh dunia. Setelah inti bumi berhenti bergerak untuk sejajar dengan medan magnet Planet X, kekuatan jangkauan gempa bisa lebih besar dari 9 skala Richter, meskipun akan dirasakan berbeda di berbagai tempat di dunia, tergantung pada konfigurasi batu di bawahnya. Gunung es di kutub Antartika membelah dan mencair, menimbulkan gelombang pasang yang dahsyat, membawa hanyut apa saja yang disapunya. Gelombang tsunami menjadi monster abad ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana dahsyat bumi itu diperkirakan karena Planet X melintasi tata surya. Planet X pada masa ini memang sedang melewati orbit bumi. Planet X itu adalah planet humongous (tak terkira besarnya) yang memiliki massa seratus kali lipat lebih besar daripada bumi. Inti magnetisnya sedemikian dahsyat kekuatannya sehingga bertabrakan dengan medan-medan magnet planet lain dalam tata surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERBANDINGAN BESAR PLANET BUMI DIBANDING PLANET X (NIBIRU)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan elektromagnetis atas planet-planet lainnya itulah yang mendasari para ahli perbintangan modern melacak eksistensi Planet X. Adalah perubahan itu memang dapat dianggap disebabkan oleh melintasnya Planet X. Apapun dugaannya, yang pasti, dari penelitian terakhir barulah dapat diketahui bahwa Planet X itu benar-benar terdeteksi sebagai penyebab perubahan maha dahsyat di bumi secara positif. Bagaimana mungkin planet yang sedemikian jauhnya dapat memicu perubahan cuaca dan efek-efek bumi lainnya yang terkait?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari yang mengatur medan magnet bumi terhalang oleh lintasan Planet X. Gerakan Planet X yang memasuki tata surya telah menyebabkan inti bumi memanas akibat adanya tambahan gerakan berputar di dalamnya. Saat inti bumi terpengaruh menyelaraskan dirinya dengan ekuilibrium yang ada dalam tata surya, inti bumi yang memanas itulah yang membawa pada pola-pola cuaca yang tak dapat diperkirakan dan meningkatkan aktifitas gunung-gunung berapi serta seismik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti bumi yang memanas mengakibatkan peningkatan bertahap pada aktifitas seismik dan gunung berapi. Gempa-gempa pun sering terjadi. Daerah pegunungan terancam bahaya lahar. Panas dari inti bumi juga dikeluarkan melalui selimut bumi dan pada akhirnya mencapai lapisan bumi di mana dasar laut pun ikut menghangat. Laut-laut yang menghangat akan membuat perubahan pada arus-arus laut, curah hujan dan pola-pola meteorologis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin beginilah nanti terjadinya kiamat, dimana ALLAH subhanahu wa ta’ala telah berfirman banyak dalam Al Quran yang menjelaskan bagaimana dahsyatnya kiamat, manusia ibarat kapas beterbangan, gunung-gunung akan terbang, seluruh planet akan bertabrakan. SUBHANALLAH, Maha Suci ALLAH dengan segala kebenaran firman-NYA. Disampaikan-NYA lewat insan mulia Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam agar manusia yang melihat tanda-tanda kebesaran-NYA kemudian menyembah kepada-NYA. Hanya manusia-manusia munafik yang tidak melihat-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH subhanahu wa ta’ala sudah menjawab mengenai perkara besar ini dlm surah Al Waqiah 1– 6:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Apabila terjadi hari kiamat,&lt;br /&gt;2.tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.&lt;br /&gt;3.(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),&lt;br /&gt;4.apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,&lt;br /&gt;5.dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,&lt;br /&gt;6.maka jadilah ia debu yang beterbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benar tabrakan ini yang mengawali kiamat, maka itu ALLAH subhanahu wa ta’ala jua lah yang menghendakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika warta berita menurut ilmuwan itu salah, maka hendaklah kita ambil sebagai renungan dan iktibar serta muhasabah kita kepada ALLAH, sebagaimana telah banyak ayat-ayat-NYA dalam Al Quran yang mengatakan hal seperti itu. Kita diminta oleh Rasullullah shallallahu ‘alaihi wassalam untuk membaca, memelihara dan menyebarkan Al Quran. Perkara kiamat adalah mutlak milik ALLAH subhanahu wa ta’ala saja yang tahu, bukan urusan kita. Yang penting bagi kita adalah menyiapkan bekal untuk menghadap ALLAH. Sudah banyakkan amal ibadah kita kepada-NYA?&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/Ro2zyhjAnsI/AAAAAAAAACo/C41CpSsm2xc/s1600-h/planet-04b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 270px; height: 202px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/Ro2zyhjAnsI/AAAAAAAAACo/C41CpSsm2xc/s320/planet-04b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5083917234951200450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-3080420058064035464?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/3080420058064035464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=3080420058064035464&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3080420058064035464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3080420058064035464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/07/pendapat-tentang-kiamat.html' title='Pendapat Ilmuan Tentang Kiamat'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/Ro2zNRjAnqI/AAAAAAAAACY/vV2P6QILkpg/s72-c/planet-07b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-2802915685807600694</id><published>2007-07-05T23:42:00.000+03:00</published><updated>2007-07-06T00:01:30.617+03:00</updated><title type='text'>KEAJAIBAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/Ro1aHxjAnpI/AAAAAAAAACQ/C-M8GYl6Fyk/s1600-h/miracle-08b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 203px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/Ro1aHxjAnpI/AAAAAAAAACQ/C-M8GYl6Fyk/s320/miracle-08b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5083818643976920722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" alt="image" style="'position:absolute;margin-left:-81pt;margin-top:9pt;width:171pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\XPPRESP3\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" href="http://swaramuslim.net/images/uploads/foto/miracle-08b.jpg"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Lafal ALLAH mu&lt;/b&gt;&lt;b&gt;ncul kembali di Pekanbaru, Makasar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal pemerintahan SBY sejalan dengan berbagai musibah yang terjadi di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, telah terjadi fenomena bermunculannya lafal ALLAH. Dari &lt;i&gt;gelombang laut Tsunami Aceh, wedhus Gembel Gunung Merapi Yogya, Ledakan Pipa Gas Lapindo, Daging Hewan Qurban, Awan, Terong, Hewan Kucing&lt;/i&gt;. Kini Lafal ALLAH bermunculan kembali secara sporadis pada &lt;i&gt;pohon di Pekanbaru&lt;/i&gt;, pada &lt;i&gt;Telur di &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt;&lt;/i&gt; dan bahkan pada &lt;i&gt;bola Bowling&lt;/i&gt; yang ditemukan oleh Aletona, seorang pembaca detikcom. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pohon Berlafal 'Allah' Hebohkan Warga Pekanbaru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Pekanbaru) Pohon bertuliskan lafal Allah dalam bahasa Arab membuat heboh. Masyarakat Pekanbaru pun berduyun-duyun menyaksikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebatang pohon akasia yang telah kering setinggi 5 meter berdiri tegak di atas rerumputan di Jl Sembilang Indah, Kelurahan Tangkerang, Pekanbaru. Lokasi itu masih sepi dari rumah penduduk. Di situlah, pohon akasia ini menjadi tontonan warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi hiburan tersendiri, karena pohon ini sekilas terlihat lafal 'Allah'. Pohon itu memiliki tiga cabang utama. Masing-masing cabang masih terlihat ranting-ranting kecil. Tiga cabang ini masing-masing sebelah kiri, tengah dan kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ketiga cabang inilah, ada kalimat Allah. Bila dilihat, bentuk cabang dan ranting pohon itu sebenarnya tidak ada kaitan dengan lalaf Allah. Melainkan kalimat Allah itu terlihat dengan jelas, karena ada rumput yang menjalar sampai ke pucuk ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rerumputan ini menjalar dari bawah batang pohon yang selanjutnya menjalar dari cabang yang satu ke cabang yang lain. Menjalarnya rumput liar inilah yang membentuk kalimat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, pohon akasia menjadi hiburan warga di sekitarnya. Masyarakat di Pekanbaru pun menjadi heboh. Saat detikcom mendatangi lokasi, Selasa (27/3/2007), warga terlihat mengabadikan pohon kalimat Allah itu dalam HP-mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau sinaran Matahari begitu panas, warga tidak surut untuk melihat secara dekat pohon tersebut. Mereka berdecap kagum atas rerumputan yang membentuk lafal Allah itu. "Mungkin dunia ini sudah mau kiamat ya," ujar Uni Wati (34), seorang ibu rumah tangga di lokasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat antusiasnya masyarakat untuk menyaksikan pohon tersebut, Uni Wati pun, memanfaatkan untuk berjualan. Dia menggelar dagangan buah-buahan serta air mineral dalam kemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma itu saja. Pemuda setempat juga membuat lahan parkir kendaraan bagi warga yang akan melihat pohon tersebut. Kendati dipungut biaya parkir, mereka tidak mematok harganya. Sebab, biaya parkir yang mereka minta dari pengunjung dikumpulkan dalam bakul untuk sumbangan masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masjid kami masih butuh dana untuk perbaikan. Jadi biaya parkir ini bukan untuk kami, melainkan disalurkan ke masjid," ungkap Adi Rahmad, salah seorang pengelola parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAFAL ALLAH: Sebuah pohon akasia kering rantingnya dijalari gulma atau benalu yang kemudian menyerupai lafal Allah. Keanehan tersebut mengundang banyak masyarakat datang melihat, Selasa (27/3/detik.com).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Di Sekitar Pohon Lafal 'Allah' Tercium Bau Harum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pekanbaru - Di lokasi pohon akasia yang bertuliskan kalimat Allah dalam bahasa arab sempat tercium bau harum yang sangat menyejukkan. Sayangnya, wewangian itu kini tidak tercium lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon bertuliskan Allah ini, sebenarnya ditemukan warga pada Minggu akhir pekan lalu. Saat ditemukan itu, hanya warga di Jl Sembilang Indah, Tangkerang, Pekanbaru yang menyaksikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika warga di daerah kami ini menyadari adanya pohon bertuliskan Allah, kami pun ramai-ramai melihatnya. Dan saat itu sangat jelas sekali di sekitar pohon ini memunculkan wewangian," kata Amri (50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, di hari pertama di temukannya pohon itu, setidaknya dalam sehari bau harum muncul sebanyak 5 kali. Tidak tahu pasti dari mana munculnya udara harum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kami yakin, wewangian yang muncul di lokasi ini, tidak terlepas dari pohon aneh ini. Kami yakin, bau harum itu masih ada kaitannya dengan kalimat Allah yang ada di pucuk pohon akasia itu," terang Amri orang yang bekerja mencari kayu di lokasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga yang lainnya juga merasakan hal yang sama. Rini, misalnya, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) kepada detikcom, Selasa (27/3/2007) mengakui dia sempat mencium udara harum di lokasi itu. Namun dia tidak bisa menjelaskan, seperti apa bau harum yang dipancarkan dari lokasi pohon bertuliskan kalimat Allah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya di lokasi ini sempat terciuam udara yang cukup harum. Dan harumnya tidak menyengat seperti parfum," terang Rini yang memakai jilbab warna merah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun memasuki hari ketiga sejak ditemukannya pohon aneh itu, kini bau harum tidak lagi tercium. "Anehnya, setelah banyak orang yang menyaksikannya, bau wewangian itu tidak tercium lagi. Yang ada malah bau keringat orang yang hilir mudik menyaksikan pohon itu," kata Rini sembari tersenyum. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(sumber: swara muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-2802915685807600694?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/2802915685807600694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=2802915685807600694&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2802915685807600694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2802915685807600694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/07/keajaiban.html' title='KEAJAIBAN'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/Ro1aHxjAnpI/AAAAAAAAACQ/C-M8GYl6Fyk/s72-c/miracle-08b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-2004353950537653933</id><published>2007-07-03T07:28:00.000+03:00</published><updated>2007-07-03T07:31:34.681+03:00</updated><title type='text'>JIKA AKU JATUH CINTA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Cinta. Sebuah kata singkat yang memiliki makna luas. Walaupun belum teridentifikasi secara pasti, namun eksistensi cinta diakui oleh semua orang. Al-Ghazali mengatakan cinta itu ibarat sebatang kayu yang baik. Akarnya tetap di bumi, cabangya di langit dan buahnya lahir batin, lidah dan anggota-anggota badan. Ditujukan oleh pengaruh-pengaruh yang muncul dari cinta itu dalam hati dan anggota badan, seperti ditujukkanya asap dalam api dan ditunjukkanya buah dan pohon. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertempuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin. Tapi cinta itu tentu porsinya tidak melebihi cinta kita pada Allah, karena Allah mengatakan, “Katakanlah! ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjiha di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Prestasi kepahlawanan para pejuang tidak terlepas dari pengaruh cintanya seorang pemuda kepada pemudi. Umar bin Abdul Aziz berhasil memenangkan pertarungan cinta sucinya kepada Allah dari pada cinta tidak bertuannya kepada seorang gadis. Tidak ada yang salah pada cinta. Berusahalah menempatkannya pada tempat, waktu dan sisi yang tepat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;Ya Allah Engaku mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu&lt;/i&gt;. (&lt;i&gt;special untuk yang saling mencintai karena-Nya&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-2004353950537653933?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/2004353950537653933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=2004353950537653933&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2004353950537653933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2004353950537653933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/07/jika-aku-jatuh-cinta.html' title='JIKA AKU JATUH CINTA'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-3086195666623824299</id><published>2007-07-03T07:17:00.000+03:00</published><updated>2007-07-03T07:18:18.904+03:00</updated><title type='text'>SUDAHLAH MAAFKAN SAJA...!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;"&gt;Bayangkan Anda sedang menghadiri pesta yang amat meriah. Semua orang tampil dengan pakaian terbaik. Makanan yang dihidangkanpun tampak lezat dan mengundang selera. Saat Anda antre untuk mengambil makanan, tiba-tiba seseorang yang sangat Anda percaya berbisik di telinga Anda, ''Hati-hati, banyak makanan tak halal disini, bahkan ada beberapa yang beracun!''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berani menjamin Anda akan mengurungkan niat mengambil makanan. Boleh jadi Anda pun langsung pulang ke rumah. Anda benar, hanya orang bodohlah yang mau menyantap makanan tersebut. Kita tak mau makan sembarangan. Kita sangat peduli pada kesehatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, kita sering -- bahkan dengan sengaja -- memasukkan ''makanan-makanan beracun'' ke dalam pikiran kita. Kita tak sadar bahwa inilah sumber penderitaan kita. Salah satu makanan yang paling berbahaya tersebut bernama: ketidakmauan kita untuk memaafkan orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakmauan memaafkan adalah penyakit berbahaya yang menggerogoti kebahagiaan kita. Kita sering menyimpan amarah. Kita marah karena dunia berjalan tak sesuai dengan kemauan kita. Kita marah karena pasangan, teman, dan rekan kerja, tak melakukan apa yang kita inginkan. Lebih parah lagi, kita memendam kemarahan ini berhari-hari, bahkan bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak sekali kejadian yang memancing emosi kita. Pengendara motor yang memaki kita, mobil yang menyalib dan hampir membuat kita celaka, orang yang membobol ATM kita, politisi yang hanya memperjuangkan perutnya sendiri, teman yang sering minta bantuan tapi tak pernah mengucapkan terima kasih, dan membohongi kita, maupun teman yang pelitnya luar biasa. Kita mungkin berpikir bahwa orang-orang tak tahu diri ini sudah sepantasnya kita benci. Tapi kita lupa bahwa kebencian yang kita simpan hanyalah merugikan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan ketidakrelaan memaafkan orang lain memiliki dampak hebat terhadap tubuh kita: menciptakan ketegangan, mempengaruhi sirkulasi darah dan sistem kekebalan, meningkatkan tekanan jantung, otak dan setiap organ dalam tubuh kita. Kemarahan yang terpendam mengakibatkan berbagai penyakit seperti pusing, sakit punggung, leher, dan perut, depresi, kurang energi, cemas, tak bisa tidur, ketakutan, dan tak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh kita sebenarnya bukanlah orang yang membenci kita tetapi orang yang kita benci.&lt;br /&gt;Untuk mencapai kebahagiaan, kita perlu mengubah cara pandang kita. Sumber kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri, bukan di luar. Karena itu jangan terlalu memusingkan perilaku orang lain. Sebaliknya, belajarlah memaafkan. Kunci memaafkan adalah memahami ketidaktahuan. Banyak orang yang melakukan kesalahan karena ketidaktahuan. Kalaupun mereka sengaja melakukannya, itupun karena mereka sebenarnya tak tahu. Mereka tak tahu bahwa kejahatan bukanlah untuk orang lain tetapi untuk mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang suka memaki dan bersikap kasar sebenarnya tak menyadari bahwa mereka sedang menzalimi dirinya sendiri. Suatu ketika ia akan kena batunya. Inilah konsekuensi logis dari hukum alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempraktikkan konsep memaafkan akan membuat hidup lebih ringan. Saya ingat, saat sedang duduk menunggu bus pada minggu lalu, seseorang yang lewat menubrukkan tasnya yang cukup berat ke kepala saya, tanpa permisi apalagi minta maaf. Orang-orang yang melihat kejadian itu menggeleng-gelengkan kepala sambil mencela kecerobohannya. Saya mencoba mempraktikkan konsep ini, dan langsung memaafkannya. orang itu kelihatannya sedang kalut. Tak mungkin ia sengaja menabrak saya begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai kebahagiaan, berikanlah maaf kepada orang lain. Hentikan kebiasaan menyalahkan orang lain. Ingatlah, kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya. Hanya Allah-lah yang Maha Suci dan Maha Sempurna. Saya menyukai apa yang dikemukakan Gerarld G Jampolsky dalam bukunya &lt;i&gt;Forgiveness, The Greatest Healer of All&lt;/i&gt;. ''Rela memaafkan adalah jalan terpendek menuju Tuhan.''&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-3086195666623824299?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/3086195666623824299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=3086195666623824299&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3086195666623824299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/3086195666623824299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/07/sudahlah-maafkan-saja.html' title='SUDAHLAH MAAFKAN SAJA...!'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-1662879664591101460</id><published>2007-07-03T07:04:00.000+03:00</published><updated>2007-07-03T07:06:34.390+03:00</updated><title type='text'>JANGAN HIDUP TERTIDUR...!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                          &lt;span style="font-family: verdana;font-family:Arial;font-size:100%;color:#000000;"   &gt;Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan ''tertidur.'' Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan ''tertidur.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu, tapi tidak sadar. Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. Pertama, peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. Musibah sebenarnya adalah ''rahmat terselubung'' karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Anda baru sadar pentingnya kesehatan kalau Anda sakit. Anda baru sadar pentingnya olahraga kalau kadar kolesterol Anda mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Anda baru sadar nikmatnya bekerja kalau Anda di-PHK. Seorang wanita karier baru menyadari bahwa keluarga jauh lebih penting setelah anaknya terkena narkoba. Seorang sopir taksi pernah bercerita bahwa ia baru menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau Anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata, ''Silakan Anda pulang, pertunjukan sudah selesai!'' Anda protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si penjaga hanya berkata tegas, ''Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup kembali.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita pada arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, ''Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi.'' Manusia bukanlah ''makhluk bumi'' melainkan ''makhluk langit.'' Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan ''rumah'' untuk mencari ''rumah'' yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba Anda resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau Anda menyadari hal ini, Anda tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila Anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulkan kekayaan -- apalagi dengan menyalahgunakan jabatan -- kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati selama-lamanya. Apalagi Anda sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: ya! Tapi kalau Anda merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah: Belajarlah MENDENGARKAN. Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-1662879664591101460?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/1662879664591101460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=1662879664591101460&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1662879664591101460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1662879664591101460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/07/jangan-hidup-tertidur.html' title='JANGAN HIDUP TERTIDUR...!'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-1198939338707336271</id><published>2007-07-03T06:56:00.000+03:00</published><updated>2007-07-03T06:58:14.222+03:00</updated><title type='text'>BAJU KEHINAAN</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Bertubi-tubi penghinaan dan penzaliman diterima umat Islam. Diganjalnya salah satu aspirasi paling minim, yakni tujuan pendidikan membentuk peserta didik menjadi beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas dan kreatif, serta pendidikan agama disampaikan guru seagama, adalah salah satu contoh. Pelecehan atas tekad pemberantasan pornografi, hingga tidak dihargainya Masjid Al-Aqsa sebagai tempat ibadah, serta hak hidup dan merdeka umat Islam Palestina, Irak, dan Chechnya, adalah cantoh yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman-Nya, ''&lt;i&gt;Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada agama Allah dan perjanjian dengan manusia.&lt;/i&gt;'' (QS Ali Imran: 112). Ayat ini cukup menjelaskan bahwa kita seakan-akan memakai baju kehinaan, sehingga dalam urusan apa pun kepentingan umat selalu terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat tidak lagi teguh memegang agama Allah sebagai satu-satunya pandangan hidup, sumber hukum, dan nilai dalam kehidupan. Ajaran Islam dinodai sekularisme, sinkretisme, materialisme, dan lain-lain. Akibatnya, banyak yang minder dan merasa terhina bila diajak kembali kepada Islam karena telah menganggap hukum dan nilai peradaban Barat lebih unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin umat akan mulia bila pola pikir dan sikapnya selalu mengekor kepada peradaban Barat yang berbasis hawa nafsu dan godaan setan? Bagaimana tidak kalah dan terus terhina jika umat mengikuti kaum tanpa akal dan iman, padahal akal dan keimanan itulah yang membedakan insan dengan hewan dan setan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sistem pemerintahan dan para pejabat pemerintah yang melingkupi kehidupan umat juga jauh dari Islam. Bahkan tidak sedikit yang menentang Islam. Mereka menjauhi rakyatnya, bahkan mencurigai dan menzaliminya. Mereka juga kehilangan rasa cinta negerinya, padahal itu perintah Islam. Akibatnya, mereka tidak segan-segan menggadaikan wilayah, perusahaan negara, dan kekayaan alam negerinya, demi kepentingan pribadi. Maka kian terhinalah negara itu, sehingga menghadapi negara kecil, seperti Singapura pun tidak berwibawa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem ekonomi misalnya, kita wajib mengikuti semua petunjuk Rasulullah saw dan menjauhi segala larangannya (QS 59:7). Itulah syarat terbentuknya pemerataan ekonomi agar perekonomian negara kuat, mandiri, mempunyai tabungan dan konsumsi agregat yang besar, serta investasi dan produksi yang tidak membutuhkan utang berbunga.&lt;br /&gt;Jadi, ketika tali Allah (&lt;i&gt;hablum minallah&lt;/i&gt;) dan tali manusia (&lt;i&gt;hablum minannas&lt;/i&gt;) tidak lagi dijalin dengan peradaban Islam, maka kehinaan demi kehinaan pasti datang menerpa.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-1198939338707336271?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/1198939338707336271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=1198939338707336271&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1198939338707336271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1198939338707336271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/07/baju-kehinaan.html' title='BAJU KEHINAAN'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-2769694501585239408</id><published>2007-07-03T06:54:00.001+03:00</published><updated>2007-07-03T06:54:54.313+03:00</updated><title type='text'>RENUNGAN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(85, 85, 85);"&gt;"arungi samudera ungu, berhiaskan terumbu, terhubung benua dan samudera, cinta ini nyata adanya, sesegar kasih sayangMu, ya Allah kurasakan pada diriku, bertambah syukur padaMu"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(85, 85, 85);"&gt;&lt;br /&gt;Disetiap permulaan pagi, Allah beri rupa-rupa keadaan kepada kita, kadang sejuk, udara pagi berhembus menyapa raga, hangat, sinar mentari menyentuh jiwa, atau kadangpun dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti pagi ini dibawah rintik hujan yang mengiringi pagi, dan derai rahmatnya yang luar biasa, nikmat dan kasih sayangNya tak lupa selalu Ia kucurkan kepada kita, sehingga dipangkuanNya, alam semesta pun, bila engkau dapat mendengarnya, berkata selamat pagi dunia, salam dari Tuhanmu yg maha Perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun apapun keadaannya, semoga iman dalam dada sahabat, ibu dan bapak kita yang kita sayangi karena Allah, selalu tercerahkan dengan cahayaNya, meski mungkin kita (terutama saya) sering lupa tentang Dia, padahal Dia selalu Ingat tentang kita, walau mungkin kita sering lena, padahal tiada sedetikpun ia berhenti menatap dan memperhatikan kita, diberinya plot dan setting sempurna, untuk setiap adegan yang kita lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha suci Allah, tiada satupun pengetahuan kecuali milik Allah, tiada satupun yang kita ketahui kecuali dengan izinNya saja, dan semua itu untuk mengenal, mendekat dan taat kepada Sang Maha Pemberi, Sang Maha Mengetahui, sang Maha Suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dipagi ini, Allah bukakan pintu hati kita, dibukakan pula mata akal kita, sehingga hikmah yang berlintasan di hadapan kita, dapat kita ambil menjadi pelajaran berharga yang akan merubah hidup kita kepada keridhoanNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika bukan karena cinta yang Allah tanamkan, lelah dan putus asalah yang akan menjelma.. Dialah yang maha kuat, yang menggenggam hati dan jiwa seluruh muslim di dunia, semoga kita bukan termasuk orang-orang yang berputus asa dari rahmatNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat berkarya sahabat, apapun yang kita semua lakukan, persembahkanlah selalu padaNya, jika kerja jadi ibadah, CEO kita adalah Allah. Jika kerja jadi ibadah, ia jalan mendekatkan diri kita kepada Allah. Jika kerja dibuat sebaik upaya, semoga akhirnya Allah meridhoi kita. &lt;i&gt;Amiiin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-2769694501585239408?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/2769694501585239408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=2769694501585239408&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2769694501585239408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2769694501585239408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/07/renungan.html' title='RENUNGAN'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-4641680688764172989</id><published>2007-07-02T11:08:00.000+03:00</published><updated>2007-07-02T11:09:10.098+03:00</updated><title type='text'>Memperhitungkan Allah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka'bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: "Ya Karim! Ya Karim!"&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Rasulullah s.a.w. menirunya membaca "Ya Karim! Ya Karim!" Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka'bah, dan berzikir lagi: "Ya Karim! Ya Karim!" Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikuti zikirnya "Ya Karim! Ya Karim!" Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;"Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah".&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;"Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Belum," jawab orang itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?"&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;"Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya," kata orang Arab badwi itu pula.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: "Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!" Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;"Tuan ini Nabi Muhammad?" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;"Ya" jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;"Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu balasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada jeragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya."&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: "Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: "Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar!" Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Maka orang Arab itu pula berkata:&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;"Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!" &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?" Rasulullah bertanya kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;'Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,' jawab orang itu. 'Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata:&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya kerana tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!" Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita tersebut. la Ialu menangis kerana tidak berdaya menahan keharuan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-4641680688764172989?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/4641680688764172989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=4641680688764172989&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4641680688764172989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/4641680688764172989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/07/memperhitungkan-allah.html' title='Memperhitungkan Allah'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-1903993817054766743</id><published>2007-06-28T05:06:00.000+03:00</published><updated>2007-06-28T21:27:06.652+03:00</updated><title type='text'>IT'S ALL SMALL STUFF...!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RoP9VxjAnlI/AAAAAAAAABE/moFPE-TDuU8/s1600-h/Nurdin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 109px; height: 145px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RoP9VxjAnlI/AAAAAAAAABE/moFPE-TDuU8/s320/Nurdin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5081183355123310162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Pada s&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;uatu pagi yang cerah. Anda sedang jalan-jalan menyelusuri &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Cairo&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sambil menikmati lagu kes&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;ayangan Anda. Tiba-tiba, sebuah mobil yang berlari dengan kecepatan tinggi melintas di depan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Anda. Anda terkejut bukan kepalang. Masih untung Anda terhindar dari kecelakaan. Langsung saja Anda memaki-maki, dan mengambil batu dan melemparkannya sekeras-kerasnya sambil mengejar mobil tersebut. Tanpa diduga mobil tadi berhenti. Orangnya &lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;pun menghampiri Anda dan memaki Anda dengan kata-kata yang tak senonoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kalau Anda menghadapi situasi semacam itu. Apa yang akan terjadi? Apa yang akan Anda lakukan sesampai di rumah? Mungkin Anda akan menceritakan kejadian tadi pada teman-teman Anda. Lalu seharian Anda diliputi perasaan marah. Masih belum puas, sore harinya Anda mendiskusikan masalah itu dengan orang yang anda percara di luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya terjadi? Sebuah masalah besarkah? Mungkin ya, kalau Anda celaka, tapi kini Anda selamat dan sehat wal afiat. Yang Anda hadapi adalah masalah kecil. Persoalannya, Anda memperlakukannya sebagai masalah besar, yang begitu menyita perhatian dan menguras energi dan waktu produktif Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak sekali hal-hal yang kita risaukan yang setelah kita amati lebih jauh ternyata bukan masalah besar. Di rumah kita bergaul dengan senior yang otoriter dan mau menang sendiri, mendapatkan perlakuan kurang adil, memperoleh kritikan yang tak pada tempatnya, digunjingkan orang, dimaki-maki &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;serta menghadiri berbagai perkumpulan yang tak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi-lagi… di rumah kita berurusan dengan tagihan listrik dan telepon yang terus naik, harga-harga yang membumbung tinggi, dompet yang hilang, computer yang error, kaki yang terkilir, pasangan yang tak mau mengerti, dan tema-teman yang sering bertengkar. Hidup ini rasanya sumpek sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda siapa yang telah membuat Anda merasa begitu stres dan tertekan? Masalah-masalah itu? Bukan. Sama sekali bukan. Penyebab stres adalah diri Anda sendiri. Jangan lupa, tak ada sesuatu pun yang dapat menyakiti Anda tanpa ijin Anda sendiri. Anda lah yang membuat sumpek. Persoalannya, Anda menganggap hal-hal tadi sebagai masalah besar. Padahal semua itu hanyalah hal kecil yang tak perlu dirisaukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara yang efektif untuk mengetahui apakah sesuatu itu hal yang besar atau kecil adalah dengan menanyakan pada diri Anda sendiri, ''Apakah aku masih mempedulikan peristiwa ini setahun dari sekarang?'' Saya yakin kebanyakan kita akan mengatakan ''Tidak!''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari teman-teman senior. Ia tak mengijinkan saya menyentuh komputernya. Waktu saya tanyakan alasannya ia malah membeberkan ''daftar dosa'' saya. Tentunya menurut versinya sendiri. Intinya, saya tidak diijinkan untuk meminjam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari saya merasa sangat marah karena perlakuan tersebut. Namun setahun kemudian, setelah pindah rumah saya sering menertawakan ''kebodohan'' saya. Kenapa harus marah, peristiwa tersebut adalah hal kecil dan tak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurusi hal-hal kecil dapat membuat kita kehilangan perspektif terhadap hal-hal besar. Banyak orang yang menjalani kesibukan tanpa henti yang membuat mereka lupa akan misi mereka sebenarnya di dunia ini. Mereka baru sadar tentang hal-hal besar sesaat sebelum meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada detik-detik terakhir nanti apakah Anda akan mengatakan, ''Saya ingin melewatkan waktu lebih banyak lagi di rumah.'' Ataukah, ''Saya ingin melewatkan waktu lebih banyak dengan membaca buku, menikmati saat-saat indah, dan menyaksikan keindahan dunia yang bertambah dari hari ke hari untuk menambah keimanan kepada Sang Pencipta.'' Saya yakin Anda semua memilih jawaban yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musisi John Lennon pernah berkata, ''Hidup adalah apa yang terjadi ketika kita sedang sibuk membuat rencana lain.'' Ketika kita sibuk membuat ''rencana lain,'' diri kita akan menjadi dewasa, orang-orang yang kita cintai menjadi tua dan kemudian pergi, tubuh kita kehilangan bentuk dan impian-impian kita berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran kesuksesan Anda bukanlah ditentukan pada saat Anda hidup atau mencapai puncak karir. Ukuran kesuksesan baru dapat dilihat pada saat Anda meninggal. Bagaimana Anda memanfaatkan hidup Anda, apakah untuk hal-hal besar yang berkaitan dengan kebahagiaan Anda dan orang banyak, atau kah hanya untuk mengurusi hal-hal kecil yang terlalu remeh untuk sekedar diingat dan dikenang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda akan memperoleh pencerahan kalau dapat melihat sesuatu yang sama dengan cara pandang yang baru. Mulailah melihat dalam kerangka yang lebih luas, Anda akan merasa tenang dan damai, karena tak lagi meributkan hal-hal yang kecil. Bahkan dalam perspektif yang lebih arif dan lebih holistik lagi, semua hal yang ada di dunia ini adalah hal kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun, bahkan milik Anda yang paling berharga dapat hilang begitu saja. Lantas kalau Anda kehilangan semua itu apakah hidup Anda menjadi tidak berarti? Tentu saja tidak! Jadi inilah aturan terpenting dalam hidup: Itu semua hal yang kecil. &lt;i&gt;It's All Small Stuff!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-1903993817054766743?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/1903993817054766743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=1903993817054766743&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1903993817054766743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/1903993817054766743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/06/its-all-small-stuff.html' title='IT&apos;S ALL SMALL STUFF...!'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tq7XftH2leQ/RoP9VxjAnlI/AAAAAAAAABE/moFPE-TDuU8/s72-c/Nurdin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-955556672030711038</id><published>2007-06-26T23:38:00.000+03:00</published><updated>2007-06-27T08:34:46.289+03:00</updated><title type='text'>Not Succes without 'S'</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Oleh: Muhammad Nurdin Sarim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan sejuta kalau kurang satu rupiah. Bukan sukses kalau kurang satu huruf 's'. Betul tidak? Amat janggal ketika ternyata manusia keberatan jika harus mengumpulkan satu demi satu huruf penyusun kata '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;success&lt;/span&gt;', betapapun ia tahu kurang satu huruf 's' saja, jadinya hanya '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;succes&lt;/span&gt;' atau '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;uccess&lt;/span&gt;'. Padahal puncak sukses hanya bisa dicapai jika tangga demi tangga telah kita daki. Lelah memang, tapi harus tabah. Sayang banyak orang masuk gua, ia begitu ketakutan dan selalu berfikir untuk segera lari keluar! Padahal mungkin lorong gua yang dimasuki baru sedikit. Ia terburu-buru menyimpulkan semuanya gelap, nggak jelas, buntu, padahal baru 5% &lt;span style="font-style: italic;"&gt;immersion&lt;/span&gt;. Malah sebagian belum masuk sama sekali. Masih nol koma nol &lt;span style="font-style: italic;"&gt;immersion&lt;/span&gt;, sudah ketok palu. Nggak mungkin bisa, mustahil, kapok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mudah putus asa! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Because a long journey begins with a single step.&lt;/span&gt; Bukankah guru kita pernah mengajarkan pada kita, sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Persis seperti kata Goethe, "Apapun yang dapat anda lakukan atau impikan, mulailah. Keberanian memiliki kejeniusan, kekuatan dan keajaiban di dalamnya." Cita-cita ini adalah mimpi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah cerita tentang mimpi seorang bijak. Ia dikejar-kejar seekor beruang gurun. Ia lari pontang-panting sekuat tenaga sampai tersudut di tepi tebing jurang yang curam. Ia tak berkutik, tinggal satu yang bisa dilakukan, berdo'a. Di sela-sela do'anya, ia melirik sang beruang. Astaga, beruang itupun berdo'a. Dengan sedikit harapan, iapun bertanya, "Wahai, nampaknya engkau beruang yang baik. Apakah engkau sedang berdo'a?" Sambil menyeringai beruang itu berkata: "Ya, aku sedang membaca do'a mau makan!!" Ya Allah, ia mau makan saya, "Wahai beruang, akankah engkau hendak memangsa saya?" rintih orang itu. Tiba-tiba beruang itu tersenyum ramah, "Itu semua terserah kamu, bukankah mimpi ini adalah mimpimu? he he he."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, cita-cita itu adalah impian anda. Jadi terserah anda, bagaimana kejadian selanjutnya, karena anda adalah master. Untuk menjalani perjalanan panjang tentunya kita butuh sebuah titik tujuan yang jelas, menarik. Jika kita telah menemukan tujuan, niscaya kita akan bangun tidur dengan penuh semangat dan kita akan kerja keras tiap saat untuk sebuah maha adikarya. Seperti layaknya Abdullah bin Rawahhah yang secepat kilat menggempur musuh di medan Badar karena telah mencium harumnya aroma surga, tempat yang dicita-citakan. Jadi rumusan misi untuk mencapai tujuan akan menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;will power,&lt;/span&gt; ia adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;motivation generator &lt;/span&gt;kita. Orang yang nggak jelas tujuan hidupnya akan gampang putus asa, dan nggak akan mau bekerja keras, ia akan leyeh-leyeh. Ia akan gampang membiarkan waktu secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;random &lt;/span&gt;membunuh umurnya, sesaat demi sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu ini juga penting, kita ternyata perlu orang lain. Karena mereka adalah sebuah konsep. Jika aktif berinteraksi dengan pihak lain, kita akan mengerti ragam perjalanan hidup banyak orang, yang sukses juga yang gagal. Tanpa orang lain, sangat mungkin kita merasa sudah mapan dalam sebuah algoritma yang membuat kejumudan alias kebodohan kita menjadi maksimum, karena tidak ada kontrol dan pembanding dari sudut pandang orang lain. Seperti katak dalam tempurung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita simak orang yg sukses. Puncak sukses tiap orang ternyata bisa jadi puncak local atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;global percalculus&lt;/span&gt;. Di posisi ini kita bisa lacak bagaimana ia bisa ke sana. Kita bisa buat peta navigasi. Darinya tergambarlah sebuah rute. Ternyata tak jarang ia menimpa hambatan dan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rute, peta navigasi menuju sukses adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;a long process.&lt;/span&gt; Ia adalah proses dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;real time.&lt;/span&gt; Tahap demi tahapnya tak bisa dikarbit agar cepat matang. Sayangnya, tabiat para praktisi menghendaki instan, cepat dan terlihat. Sehingga segala yang lambat, gelap, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;uncertaintly &lt;/span&gt;sering disudutkan dengan stigma 'percuma' atau sia-sia. Padahal jarak antara start dan finish jelas adanya. Menemukan titik finish amatlah penting, agar kita bisa memandang ke mana hendak melangkah. Akan tetapi memandang saja tidak membuat anda bisa mencapai titik finish, jadi kita harus berjalan. Berjalan tanpa tahu arah pandang juga bisa tersesat. Anda perlu kompas sekaligus arloji, penunjuk arah dan pengelola waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu semua, segeralah berangkat, tempuh langkah demi langkah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fastabiqul khairat!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-955556672030711038?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/955556672030711038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=955556672030711038&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/955556672030711038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/955556672030711038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/06/not-succes-without-s.html' title='Not Succes without &apos;S&apos;'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-2752219401627320769</id><published>2007-06-25T05:24:00.000+03:00</published><updated>2007-06-25T15:31:12.080+03:00</updated><title type='text'>TANAFUZ VS  IKPM  2 - 5</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABBASIAH &lt;/span&gt;– Harapan Tim Tanafuz untuk berjaya pada pertandingan kali ini ternyata kandas di tengah jalan. Pil pahit pun harus ditelan Tanafuz saat menjamu seniornya, IKPM, dalam pertandingan persahabatan kemarin (23/6). Bertanding di Stadion Abbassiah, Tanafuz kalah telak 2-5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemain sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi kita gagal untuk mematahkan perlawanan senior," kata seorang pemain Tanafuz. Selain itu, dia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap permainan kali ini. Sebab dua gol terjadi hanya berselang beberapa menit. "Sebenarnya beberapa kali kita mendapat kesempatan. Tapi kita kurang mampu memanfaatkan kesempatan itu, seperti yang dilakukan oleh Mujib Abdurrahman pada menit ke-54, hal tersebut tidak membuahkan gol setelah tendangannya melenceng jauh. Kita sangat kecewa," katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu tim IKPM menyambut baik keberhasilan tim mereka bisa mengalahkan Tanafuz pada pertandingan ini, walaupun Tanafuz telah melakukan latihan 2 kali seminggu. Namun salah seorang dari mereka juga mengakui kecewa dengan performa permainan mereka yang sedikit menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami hampir kecolongan beberapa peluang oleh Tanafuz. Seperti tendangan striker mereka yang hampir menjebol pertahanan kami. Hal itu terjadi karena pemain kami lengah dan tampil tertekan. Itu juga terjadi karena beberapa pemain inti kami tak ikut. Dan, yang main pada siang ini tidak sepenuhnya dalam kondisi fit," jelas salah seorang pemain senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kick off babak pertama dimulai pada pukul 9.30, IKPM tampil menekan dan terus menerobos pertahanan Tanafuz. Karena perlawanan tidak seimbang, pada menit ke-11 IKPM mampu membobol pertahanan Tanafuz lewat tendangan pemain bernomor punggung tujuh yang biasa disapa Anang. Kedudukan 1-0 bagi IKPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali peluang kembali didapatkan oleh IKPM namun kali ini mampu dimentahkan oleh penjaga gawang Tanafuz pada menit ke-14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki menit ke-19, pertahanan Tanafuz kembali dibobol oleh tendangan keras Anang. IKPM unggul 2-0. Pada menit ke-22, lagi-lagi pertahanan Tanafuz dibobol oleh IKPM lewat tembakan Budi. Kali ini penjaga gawang Tanafuz tidak mampu menepis tendangan walaupun sudah berguling-guling. IKPM unggul 3-0 atas Tanafuz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanfaatkan umpan crossing Afif, Mujib Abdurrahman hampir membobol gawang IKPM. Peluang IKPM kembali tercipta menjelang babak pertama usai. Namun tendangan keras no-8 melalui tendangan bebas berhasil dimentahkan penjaga gawang Tanafuz Fuad Hidayat. Walaupun begitu, IKPM tak patah semangat, kini mereka kembali membangun serangan. Pada menit ke-27, Oom mampu menambah keunggulan IKPM menjadi 4-0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan perlawanan yang cukup keras tim Tanafuz kembali mendapatkan kesempatan untuk menjebol gawang senior pada menit ke-35 melalui tendangan Mujib Abdurrahman namun sayang kesempatan itu gagal dimanfaatkan. Tembakannya jauh melenceng meninggalkan mistar gawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi semangat para pemain Tanafuz tidak surut. Dengan tenang, mereka kembali menyusun serangan dengan bertubi-tubi ke pertahanan senior. Barulah pada menit ke-41, Tanafuz menciptakan peluang. Tendangan keras dilancarkan oleh Afif dari sisi kiri gawang. Namun masih bisa diblok oleh kiper. Mujib Abdurrahman tidak membiarkan kesempatan emas ini lewat begitu saja. Bola mentah tersebut disundul dengan tepat ke arah gawang. Kedudukan menjadi 4-1 hingga babak pertama berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki babak kedua Tanafuz semakin meningkatkan tempo permainan. Memanfaatkan kelelahan pemain IKPM, Rahmat dkk semakin mengusai jalannya permainan. Namun beberapa kali Tanafuz terjebak dalam perangkap offside.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pada menit ke-70 Tanafuz berhasil memecah kebuntuan lewat gol yang diciptakan Afif Nugraha. Bermula dari umpan crossing Yasir Mukhtar ke barisan pertahanan Senior, Afif berhasil melepaskan tendangan voli dan merobek gawang IKPM. Skor 4-2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhasil mencetak angka, motivasi pemain Tanafuz semakin meningkat. Selama dua puluh menit permainan nyaris dikuasai Tanafuz. Mereka hampir mempertipis kekalahan seandainya tidak terjadi offside pada Yasir Mukhtar pada menit ke-74.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKPM tidak mau kalah, lagi-lagi mereka melancarkan serangan . Pertahanan Tanafuz terlihat kocar-kacir. Dalam kondisi tersebut, beberapa kali pemain Tanafuz melakukan kesalahan. Terhitung dua kali pemain Tanafuz menyentuh bola dengan tangan, namun wasit yang memimpin pertandingan tidak menyatakan hand ball.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perlawanan yang tidak seimbang, pertahanan Tanafuz kembali terkoyak. Pada menit ke-87 pemain Senior bernomor punggung 7 menendang bola sekeras mungkin ke gawang Tanafuz, namun sayang dapat dihentikan dengan sekuat tenaga oleh penjaga gawang Fuad Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Fuad menghalau bola ke tengah. Akan tetapi bola diterima oleh Conte dan berhasil dimanfaatkan sebaik-baiknya. Gol pun terjadi untuk yang ke-5 kalinya. Skor bertahan hingga wasit membunyikan peluit panjang. Pertandingan berakhir dengan kedudukan 5-2 untuk kemenangan Tim Senior IKPM. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(nurdin)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-2752219401627320769?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/2752219401627320769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=2752219401627320769&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2752219401627320769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2752219401627320769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/06/tanafus-vs-tim-inti-ikpm-2-5.html' title='TANAFUZ VS  IKPM  2 - 5'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-2164639337831644640</id><published>2007-06-23T00:25:00.000+03:00</published><updated>2007-06-23T01:13:44.753+03:00</updated><title type='text'>Kosong Ku Hancur</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" class="fullpost" &gt;Oleh: el_kutuby@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerawang ruang kosong&lt;br /&gt;Aku termenung dalam kelunya hati&lt;br /&gt;Pikiranku seakan hampa&lt;br /&gt;Jiwaku melayang ntah ke mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tak sadar ketika rayuan setan merasuki&lt;br /&gt;Benteng keimanan mudah tergerogoti&lt;br /&gt;Ya.. jiwaku nyaris tak berbenteng&lt;br /&gt;Rapuh karena kosong&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Betul kalau ia hampir terampas&lt;br /&gt;Imanku semakin terhempas&lt;br /&gt;Akibat kosongnya waktu&lt;br /&gt;Yang menjalar kepada hampanya pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul kata sang pujangga&lt;br /&gt;Tentang waktu dan pedang&lt;br /&gt;Waspadai tebasan tajamnya&lt;br /&gt;Ketika hidup kosong tanpa gerak&lt;br /&gt;Pikiranpun lemas tak bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa bosan dengan lamanya hari&lt;br /&gt;Hingga tak punya harapan hidup&lt;br /&gt;Ingin cepat menghabiskan waktu&lt;br /&gt;Atau bahkan segera mati akibat kehampaan&lt;br /&gt;Yang menjemukan, sekali lagi karena waktu kosong tanpa gerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Faidza faroghta fanshob"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7274080701274021165-2164639337831644640?l=cakrawalaikpm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/feeds/2164639337831644640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7274080701274021165&amp;postID=2164639337831644640&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2164639337831644640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7274080701274021165/posts/default/2164639337831644640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cakrawalaikpm.blogspot.com/2007/06/kosong-ku-hancur.html' title='Kosong Ku Hancur'/><author><name>BULETIN CAKRAWALA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13136508102057707457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7274080701274021165.post-8384327158466967309</id><published>2007-06-23T00:14:00.000+03:00</published><updated>2007-06-27T08:39:31.884+03:00</updated><title type='text'>Tuhan atau Setan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Abdul Aziz Romdhoni&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini dunia tentang peninggalan-peninggalan purbakala di Mesir yang seluruhnya dianggap sebagai pujaan pada Fir’aun dan raja-raja menjadi wajib dan ilmu paten. Patung-patung manusia berkepala hewan atau sebaliknya dan simbol-simbol kuno yang sampai kini disebut refleksi manusia tentang dewa sepertinya satu-satunya jalan untuk menguak kebudayaan Mesir kuno yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda-legenda seperti Re, Amon, Isis, Oriz, Set dan Fir’aun sangat diyakini sebagai penyebab timbulnya patung-patung serta simbol-simbol yang masih kita saksikan sampai saat ini. Boleh jadi, itu yang mengharuskan kita menengok ke arah yang sama sekaligus memperkuat kepatenan wacana Mesir lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada titik tertentu, kita lupa bahwa kemewahan yang lekat dengan istana, berkaca dari masa kini, merupakan tempat yang biasanya jauh dari peribadatan kalau bukan pengingkaran padanya dengan berlebihan. Dalam tubuh mewah, kemungkinan akan adanya titik penghianatan yang terselip dan mampu membawa perubahan meski semu agaknya menjadi tabu yang jarang diungkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sikap oposisi, jikalau 'selipan khianat' dalam tubuh mewah terdengar terlalu ekstrem, di setiap lembaran zaman bisa dibaca sebagai alternatif inspirasi hidup dan sisi-sisinya, termasuk seni. Revolusi-revolusi di dunia membawa suatu pengaruh dan corak baru yang selalu bertolak belakang dengan keadaan sebelumnya. Sebelum Mei 1998, jurnalistik Indonesia terlihat seperti Herder, kuat, lincah, dan cepat namun terkekang tegang oleh sang majikan. Wacana yang dibangun di sana ibarat sebuah kain besar yang difungsikan sebagai penutup borok rezim di masa itu. Betapapun indah dan halusnya suatu kain, jika menyatu dengan borok, ia akan menjadi benda yang melampaui kebusukan borok itu sendiri. Untungnya para wartawan cepat bergerak, menjauhi bus
